BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 160


__ADS_3

Bab 160


Adnan mengekori exsel ke ruangannya.


"Sepertinya zhea tidak menganggapku ada di kehidupannya" ucap exsel


"Maksud lho?"


"Lho lihat sendirikan, dia tidak berbicara apa pun ke gue. Atau merespond ucapan gue. Tapi dia mencurahkan semua yang dia rasakan ke sahabatnya. Nggak ada artinya banget gue sebagai suami"


"Kalian kan baru menikah, dan pernikahan kalian juga bisa di bilang dadakan. Mungkin, karena belum terlalu saling mengenal zhea memilih nggak cerita sama lho. Nggak apa-apa lah, ini bukan hal yang besar, gue yakin lho bisa jaid suami yang baik buat zhea, berusahalah buat selalu ada di dekat dia. Sehingga dia bisa bertegantungan sama lho"


"Dia terlalu mandiri untuk bergantung sama gue. Udahlah, gue mau ke kampus dulu"


"Nggak bareng sama zhea?"


"Dia mungkin lagi kangen-kangenan sama Rio"


"Lho cemburu?"


"Emang gue ada hak"


"Ya lho kan suaminya..."


"Udahlah gue pergi dulu, boleh pinjam mobilnya"


"Boleh dong, itu akan mobil lho" ucap Adnan melempar kunci mobil ke arah exsel


"Hutang gue belum lunas, dan sekarang itu mobil lho"


"Hahaha, udah santai aja"

__ADS_1


Exsel langsung berangkat ke universitas, Tanpa mengajak ataupun memberitahu zhea.


"Lho nggak kuliah Zhe?" Ucap Rio


"Gue nggak mungkin ninggalin Rere"


"Kan ada gue"


"Tetap aja"


"Lho nggak percaya sama gue Zhe?"


"Bukan gitu Yo... tapikan"


"Lebih baik sekarang lho berangkat ke kampus. Rere biar gue yang jaga, ntar kalo Rere udah sadar gue hubungin lho"


Zhea mengangguk, kemudian berucap "kalo ada apa-apa langsung kabari gue"


Tak lama setelah zhea pergi, Rere mengerjakan matanya.


"Auuu" ringisnya, mencoba untuk duduk


"Re, lho udah sadar" ucap Rio yang sedari tadi sibuk mengerjakan tugas di handphone. Dan membantu Rere.


"Rio" Ucap Rere kaget melihat Rio


"Heum, ini gue re. Ini minum dulu" ucap Rio memberikan segelas air pada Rere.


Rere menepis gelas itu sehingga jatuh dan pecah.


"Ree" lirih Rio yang paham betul dengan kemarahan Rere

__ADS_1


"Ngapain lho di sini...!!"


"Gue khawatir sama lho"


Rere yang teringat, waktu dia Vc dengan Niko dia mendengar suara Tasya yang sedang berbicara dengan Rio.


"CK, gue nggak perlu perhatian dari lho!! Lebih baik sekarang lho pergi dari sini"


"Re, gue tahu gue salah. Gue nggak bakalan ninggalin lho sama zhea lagi. Gue akan tetap stay di sini sama kalian, tapi please maafin gue" ucap Rio mengenggam kedua tangan rere


"Gue nggak minta lho pergi atau pun kembali. Yang gue mau pergi lho dari hadapan gue SEKARANG!!" Teriak Rere


Adnan yang berada tak jauh dari ruangan Rere, mendengar keributan di ruangan Rere pun segera masuk ke ruangan rere.


"Rere, kau sudah sadar. Kenapa teriak-teriak. Apa ada yang sakit" ucap Adnan berdiri di dekat Rere.


"Baby, kau dari mana?" Ucap Rere melepaskan tangan Rio dari tangannya dan memeluk Adnan. Adnan yang sedang memeriksa infus pun di buat kaget oleh tingkah Rere.


Sementara Rio melihat atraksi dari mereka dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Kok diam aja sih?" Ucap Rere melepaskan pelukannya, serta memberikan kode melalui matanya.


"Ah, itu. Aku sedang meriksa keadaan pasien tadi" ucap Adnan yang mengerti akan kode yang Rere berikan.


"Kamu kenapa teriak-teriak, bukannya nekan bel" sambungnya


"Aku keganggu sama kehadiran dia. Tolong suruh dia pergi"


"Sayang, dia kan sahabat kamu. Nggak enak lho ngusir dia" ucap Adnan mengusap-usap kepala Rere


"Tapi aku nggak nyaman kalo ada dia disini"

__ADS_1


__ADS_2