
Bab 118
Sementara exsel pergi, zhea hanya memaku di tempatnya binggung harus berekspresi seperti apa.
"Wah, dokter exsel benar-benar sesuatu" ucap Rere memegang kalung yang di pakai zhea.
"Kalung ini dari luar negeri lho Zhe. Harganya pun nggak mungkin main-main nih" sambungnya
"Gue bilang juga apa. Dokter exsel pasti menyiapkan sesuatu, benarkan" ucap Niko
"Kayaknya lho harus berganti posisi jadi peramal deh nik, itu lebih cocok kebandingkan jadi pembalap" ucap Rere
"Enak aja!"
"Punya bakat itu jangan di pendam-pendam nik" sahut Rio
"Sengaja banget ya kalian mau ngeledekin gue"
"Tapi nggak ada lho nik, peramal ganteng kayak lho. Lho bisa viral nantinya,dan pasti banyak yang datang buat minta di ramal" ucap zhea
"Lho juga ikut-ikutan Zhe?". Zhea mengendikkan bahunya, Mereka semua lalu tertawa.
"Jadi iri deh gue sama lho Zhe" ucap Rere
"Yaudah nikah aja sama Rio, ya nggak Yo" ucap Niko menyenggol lengan Rio
"Kitakan sodara angkat mana mungkin bisa nikah"
"Ya bisa aja, kan hanya sodara angkat bukan sodara kandung, nggak sedarah juga. Jadi ya sah-sah aja" ucap zhea
"Benar tuh apa yang di omongin zhea. Selagi kalian sama-sama mau, ya semuanya sah-sah aja"
"Kayaknya Rere benaran nggak mau nikah sama gue. Mungkin dia dan pacarnya udah rencanain pernikahan" batin Rio kecewa
"Bagus lho berdua ya, jadi ngejodoh-jodohin kita. Lho tuh nik, yang seharusnya nikah. Kan disini lho yang paling tua" ucap Rere mengalihkan pembicaraan
"Cuma beda beberapa bulan aja gue sama kalian, kalo gue udah tua bearti kalian juga udah tua dong"
"Enak aja!" Sargah Rere
"Ya iya dong, kan kita lahir di tahun yang sama semua"
___________________
Di sinilah zhea sekarang, berada diantara keluarga marga, keluarga mamanya, dan keluarga Zein.
__ADS_1
"Selamat ulangtahun zhea, semoga panjang umur dan kita berdua segera menikah" ucap Zein
"Zein, zhea itu sudah menikah. Tidak baik berbicara seperti itu padanya" ucap papa Zein
"Orang zhea sebentar lagi cerai kok pah. Jadi nggak apa-apa dong ngomong kayak gitu, ya kan om?"
"Benar itu, zhea akan segera bercerai dan menikah dengan Zein" ucap Leon
"Kalian terlalu percaya diri. Siapa juga yang ingin bercerai" ucap zhea tersenyum sinis
"Kamu setuju datang ke sini, berarti kamu setuju untuk cerai" ucap Leon
"Sayangnya itu nggak bakalan terjadi!"
"Zhea, lebih baik kamu menikah dengan Zein. Jika kamu masih tetap bersama exsel kamu nggak akan mendapatkan warisan. Dan jika kamu menikah dengan Zein, warisan kamu akan bertambah banyak, itu akan mempermudah hidup kamu dan masa depan kamu nantinya" ucap lira
"Kenapa anda tiba-tiba peduli dengan hidup dan masa depan saya nyonya lira? 15 tahun sejak anda meninggalkan saya, dan anda baru kepikiran hal itu sekarang? Bukankah terlalu terlambat, untuk menyadarinya. Oh, saya tahu maksud kedatangan anda sekarang. Anda ingun saya melepaskan exsel dan menikahkan Tiffany dengannya begitu? Jika benar begitu, maka jangan pernah berharap itu akan terjadi. Sampai matipun exsel hanya akan menjadi suami saya, dan hanya dia di dunia ini yang bisa memerankan peran sebagai suami saya" ucap zhea penuh penekanan
"Jangan keras kepala zhea, dia itu bukan apa-apa jika di bandingkan dengan keluarga kita"
"DIA JAUH LEBIH BAIK, DARI SEMUA ORANG YANG ADA DI SINI!" ucap zhea menatap tajam ke arah Leon
"Jadi kamu berpikir dia itu sangat baik dari pada kami"
"Jika memang dia baik, dia tidak akan meminta kamu untuk mendonorkan ginjal ke mamanya yang udah meninggal itu"
"CUKUP! bukan dia yang minta tapi aku yang mau sendiri. Kalian mau tahu alasannya apa? Karena, jika aku menikah dengannya aku bisa terbebas dari kejaran orang-orang marga, terbebas dari keluarga yang hanya memikirkan harta dan jabatan dan terbebas dari mansion yang terasa penjara itu"
"Apa yang kamu banggakan darinya zhea. Bahkan di hari ulang tahunnya kamu pun, dia tidak ada di sini. Itu yang kamu Katakan baik?" Ucap zein
"Jika tidak mengenalnya, berhentilah berbicara hal yang tidak-tidak tentangnya"
"Ya zhea. Dimana suamimu, kenapa dia tidak datang kesini bersama kamu" ucap papa Zein
"Dia ada operasi om. Exsel memang berniat datang ke sini, tapi ada urusan yang sangat mendadak" ucap zhea melembut, karena dia tahu, papa Zein itu berbeda dari Leon dan Zein
"Seorang dokter, memang selalu harus mengutamakan pasiennya. Terlebih lagi, ini adalah urusan mendesak" ucap papa Zein
Zhea hanya mengangguk
"Maaf saya terlambat" ucap exsel dengan nafas tersengal-sengal, karena dia berlari memasuki restoran.
"Ayo kita pulang" ucap zhea berdiri dan menggenggam tangan exsel
"Dia baru sampai zhea, kenapa terburu-buru. Biarkan dia duduk dulu, terlebih lagi, kita sudah satu jam menunggunya" ucap leon
__ADS_1
"Kita pulang sekarang" ucap zhea ingin melangkah, namun langkahnya terhenti karena exsel menahannya
"Sebentar saja, oke" pinta exsel , Shea menghela nafas kasar dia tahu jika Leon dan Zein akan merendahkan exsel nantinya. Makanya dia ingin segera pergi dari sana.
Zhea juga sengaja datang ke restoran itu tanpa exsel, Karen takut exsel akan tersinggung akan ucapan orang-orang itu. Namun, tak dia sangka operasi yang di jalankan oleh exsel berjalan Dnegan begitu cepat, sehingga exsel bisa menyusulnya
Zhea mengangguk kemudian exsel dan zhea duduk berdampingan. Zhea juga duduknya pindah, karena tadi dia duduk di samping Zein
"Maaf saya terlambat, tadi ada sedikit urusan" jelas exsel
"Apa urusanmu itu, lebih penting dari pada ulang tahun istrimu?" Ucap leon
"Mas..." Ucap Cathlin menegur Leon
"Sekali lagi saya minta maaf, karena sudah membuat kalian menunggu"
"Sebenarnya tidak ada yang menunggumu, kita hanya butuh zhea di sini"
Exsel hanya mengangguk, tanpa menjawab apapun lagi.
"Mau sekeras apapun kamu bekerja, kamu tidak akan bisa memenuhi kebutuhan zhea" ucap Leon
"CUKUP!" Bentak zhea
"Yang merasa cukup dan tidaknya itu saya, bukan kalian. Kenapa kalian terus mengomentari hal-hal yang bukan urusan kalian" sambungnya
"Kami berhak mengomentari tentang kehidupan kamu zhea. Karena kami orangtua kamu" ucap lira
"Orang tua? Maaf, sosok orang tua sudah lama hilang dari hidup saya . Bagi saya, orang yang ngelahirin saya sudah mati 15 tahun yang lalu, dan orang yang bersusah payah membesarkan saya juga sudah menghilang dari hidup saya 5 tahun yang lalu" ucap zhea penuh penekanan
"Zhea nggak boleh seperti itu. Bagiamana pun mereka, dia tetap orang tuamu" ucap Cathlin
"CK, udah deh nggak usah ngurusin hidup orang. Urus aja tuh, el-razka biar nggak kekurangan kasih sayang"
Exsel mengenggam tangan zhea dan menggelengkan kepalanya agar zhea tak melanjutkan keributan ini
"Ini yang kamu dapatkan dari hidup bersamanya selama 6 bulan terakhir zhea? Ini yang dia ajarakan ke kamu heh" ucap Leon
"Suami saya ini seorang dosen, tidak mungkin dia mengajari saya atau ratusan mahasiswa/i lainnya tentang pelajaran yang buruk kan?"
"Jangan sombong dulu, dia bekerja di universitas yang papa donasikan. Otomatis, dia di gaji atas uang keluarga marga"
"Saya akan mengundurkan diri sebagai dosen, terimakasih atas undangannya. Kita pergi dulu" ucap exsel yang tidak ingin lagi melihat zhea ribut dengan kedua orang tuanya
"Nggak ada orang yang mengundangmu di sini!"
__ADS_1