BAD GIRL

BAD GIRL
B195


__ADS_3

Bab 195


"Zhea, kamu kenapa" ucap exsel, yang langsung menghampiri Zhea saat mendengar teriakkan Zhea.


"Nggak tahu, tiba-tiba pusing" ucap Zhea terus ber-drama


"Kan aku udah bilang tadi, tetapi kasur. Tapi kamu malah ngeyel, gini kan jadinya" ucap exsel memapah Zhea ke ranjang.


"Kak exsel, terus aku gimana dong. Tangan aku sakit ini"


"Adnan tolong obatin luka Tiffany" ucap exsel, Adnan hanya mengangguk.


"Lah kok jadi kak Adnan sih. Aku tuh maunya kak exsel yang ngobatin"


"Adnan ataupun aku ngobatin, itu sama saja Tiffany. Sekarang aku nggak bisa ngobatin kamu, istriku membutuhkan aku sekarang"


"Kak exsel jahat!" Kesal Tiffany beranjak pergi meninggalkan rumah exsel diikuti oleh silya.


"Akhirnya dua ulat bulu itu pergi juga dari sini" ucap Rere ber Toa ria dengan Zhea.


"Jadi, tadi kamu hanya pura-pura Zhea?" Ucap exsel


"Ya" jawab Zhea singkat


"Mau-maunya aja lho kena tipu sama mereka sel. Lho nggak lihat apa, gelagat mereka tuh aneh dari tadi" sahut adnan


Zhea dan Rere hanya tersenyum.


"Ya aku cuma khawatir aja. soalnya kan, Zhea lagi nggak enak badan"


"Udah lah, re lho lapar kan? Gue punya banyak cemilan di kulkas. Ayo kita ambil" ucap Zhea menarik tangan Rere mengajaknya ke dapur.


"Tumben banget lho sempat beli-beli cemilan kayak gini Zhe"


"Exsel yang beliin"


"Jadi, di beliin suami nih ceritanya" ledek Rere


"Apaan si re, es krim juga ada lho mau nggak"


"Boleh deh. Tapi dua ya"


"Ya"


Setelah mengambil apa yang mereka inginkan, Rere dan zhea beranjak duduk di ruang tamu. Yang mana, di sana sudah ada exsel dan Adnan.


"Zhea, kamu tuh nggak boleh makan es cream. Kamu itu masih demam lho" ucap exsel


"Nggak ada hubungannya ya, demam sama makan es cream. Lagian, gue tuh juga udah sehat kali"


Exsel mengambil es cream dari tangan zhea. Dia lalu memakan setengah dari es cream itu, kemudian baru di kembalikan ke zhea.


"Lho apa-apaan sih. Kalo mau ya ambil aja di kulkas"


"Kamu nggak boleh makan es cream banyak-banyak. kamu tuh lagi sakit"


"Ya udah lah Zhe nurut aja apa kata dokter exsel. Dia pasti tahu apa yang baik buat kesehatan lho" sahur Rere


Tanpa sepatah katapun, zhea memakan es cream yang tinggal setengah itu.


"Gue nggak di tawarin nih, makan es cream?" Ucap Adnan

__ADS_1


"Punya tangan sama kaki kan? Ambil aja sendiri di kulkas. Nggak usah sok nunggu-nunggu di tawarin dulu" ketus Rere


"Idihhh, nggak berperasaan banget sih lho" ucap Adnan beranjak pergi ke dapur.


Adnan yang semula mau mengambil es cream mengurungkan niatnya ketika melihat buah yang sudah di siapkan silya tadi.


"Lumayan nih" ucap Adnan lalu membawa sepiring buah itu ke ruang tamu.


"Dari pada makan es cream, lebih baik makan ini nih buah. Udah pasti menyehatkan" ucap Adnan


Meletakkan sepiring buah itu di meja.


"Itu buah yang di potong silya tadi kan?" Ucap zhea


"Ngapain bawa-bawa tuh buah ke sini. Jangan-jangan lho gamon ya sama tuh ulat bulu" sahut Rere


"Gamon apaan. Nih ya gue kasih tau, kalo gue emang gamon sama dia ya nggak mungkin ding gue putusin dia dulu"


"Ya kali aja lho Nyesal gitu mutusin dia"


"Ya nggak lah. Eh tapi lho kok sewot sih sama masa lalu gue. Cemburu lho ya"


"Idih, nggak usah gr ya!"


"Kalo cemburu bilang aja kali"


"Emangnya lho siapa yang harus gue cemburuin"


"Gue dokter, kalo lho lupa"


"Ih, ngeselin lho ya" kesal Rere melempar bantal ke Adnan.


"Emangnya kenapa? Kalian nggak mau makan buah yang di potong silya?" Ucap exsel


"Anggap aja mereka lagi jadi pembantu kita. Mereka yang masih makanan dan motong buah, kita yang makan. Untung dong kita, dapat pembantu gratis hari ini" ucap exsel


"Sadis juga lho" sahut zhea


"Ya kalo nggak ngomong kayak gitu, kalian nggak mungkin makan buah ataupun sup itu kan. Dari pada mubazir, sekali-kali sadis nggak apa-apa lah ya" jelas exsel.


"Bisa aja lho sel" ucap adnan. Lalu, Mereka semua tertawa mendengar penjelasan exsel.


***********


1 BULAN KEMUDIAN.....


Zhea dan exsel mengantar Rere ke bandara.


"Gue tuh sebenernya males banget ngerayain ulang tahun di new York" ucap Rere


"Nggak boleh gitu dong re. Lho nggak mikirin gimana perasaan om sama Tante nanti kalo lho nggak ke sana"


"Gue bilang males Zhe, bukannya gue nggak mau pergi"


"Yaudah deh iya. Yang tambah tua harus tambah dewasa dong"


"CK, satu bulan lagi, lho juga bertambah tua"


"Hh, iya iya. Udah sana, ntar kalo udah balik ke sini, kita rayain ultah lho"


"Kalian kenapa nggak ikut aja sih. Kan mama sama papa juga mau kalian datang"

__ADS_1


"Mau nya sih gitu re. Tapi, aku dan zhea nggak dapat izin dari kampus, karena sudah terlalu banyak absen di semester ini"


"CK, nyebelin banget sih. Kesepian nih gue di sana" ucap Rere cemberut


"Udah nggak usah cemberut gitu. Mau lho, predikat queen kecantikan di cabut"


"Nggak bisa di cabut udah mendarah daging pokoknya"


Pesawat lepas landas, beberapa jam kemudian Rere pun sampai di kediaman orang tuanya.


"Lho sayang, kenapa nggak bilang kalo penerbangan kamu di percepat. Tau gitu, mama akan jemput kamu di bandara" ucap mama rere yang langsung memeluk anak tunggalnya itu


"Emangnya mama bisa bawa mobil" ucap rere


"Kan bisa sama supir sayang. Kamu mau makan apa? Biar mama siapain"


"Nggak deh ma, aku capek mau istirahat aja"


"Yaudah kali gitu kamu istirahat dulu di kamar. Ntar kalo papa udah pulang kita bicarain lagi tentang ulang tahun kamu"


Rere menganguk, kemudian berucap "aku istirahat dulu ya" lalu beranjak pergi ke kamarnya.


Hari berganti malam, papa Rere baru pulang dari kantor.


"Rere jadi datang ke sini kan mah" ucap papa Rere saat memasuki kamar


"Iya, dia ada di kamarnya. Dia sampai tadi siang. Kamu sih susah banget di hubungi"


"Aku harus lembur ma. Biar besok bisa cuti, agar bisa ngehabisin waktu sama mama dan Rere"


Rere terbangun dari tidurnya karena merasa lapar. Saat dia melewati kamar orangtuanya dia mendengar suara papanya pun berniat untuk menemui sang ayah.


Langkah Rere terhenti ketika mendengar percakapan kedua orang tuanya itu.


"Pa, ada yang mau mama omongin sama papa"


"Nanti aja ma, papa mau mandi dulu"


"Nggak bisa nanti pa, soalnya ada Rere di sini"


"Emangnya mama mau ngomongin apa?"


"Ini tentang Rio dan Rere"


"Kenapa dengan mereka" ucap papa Rere duduk di samping istrinya itu


"Hubungan mereka sekarang tuh lagi nggak baik pa. Kalo kayak gini, gimana caranya kita bisa nembus kesalahan kita ke Rio"


"Terus mama maunya bagaimana"


"Kita ceritakan sama Rere apa yang sebenarnya terjadi. Dengan begitu, dia pasti nggak bakalan marah lagi sama Rio pa"


"Mama yakin ingin memberitahu Rere? Apa mama lupa bagaimana sifat putri kita itu"


"Rere sudah dewasa pah. Besok dia berumur 20tahun. Mama yakin dia pasti mengerti keadaan"


"Rere nggak sedewasa itu mah. Jika kita beritahu Rere alasan kenapa kita selalu membantu Rio dari kecil dan rencana kita untuk menikahkan mereka, agar bisa menebus kesalahan kita pada Rio. Rere nggak akan bisa Nerima itu mah"


"Tapi pah, kalo mereka terus berjauhan seperti ini, maka mereka akan melupakan satu sama lain. Dan bagaimana jika datang orang baru di kehidupan mereka masing-masing, maka rencana kita akan gagal total pah. Lagi pula, waktu itu kita sudah bertanggung jawab dengan membawa orang tua Rio ke rumah sakit. Tapi, semua itu tergantung takdir pah, dan itu kecelakaan yang nggak di sengaja. Mama yakin Rere pasti mengerti keadaan kita, dan mungkin setuju menikah dengan Rio"


"Jadi, orang tua Rio meninggal gara-gara kalian!" Ucap Rere yang sok mengetahui kenyataan

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya 🙏🏻


baca juga Karya author yang berjudul "Cold CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta❤️🙏🏻


__ADS_2