
Celina dan Rian sudah sah menjadi pasangan suami istri, Celina sekarang ada di rumah keluarga Patra. Karena setelah makan malam selesai Celina dibawa untuk pulang ke rumah mertua nya.
Lebih tepat nya sekarang Celina ada dikamar Rian dia sedang melihat lihat kamar Rian yang ternyata sangat rapi, Celina pikir seorang laki laki kamar Rian akan berantakan tapi ternyata jauh dari pikiran Rian.
"Sayang"
"Kamu enggak mau ganti baju???"
"Iyah kak, aku mau ke kamar mandi dulu ganti baju"
"Iyah"
Celina mengambil baju yang dia bawa dari rumah ke dua orang tua nya, celina masuk ke dalam kamar mandi sedangkan Rian dia memilih merebahkan diri nya di atas ranjang king size nya.
Celina keluar kamar mandi sudah berganti baju tidur dan sudah membersihkan make up yang ada di wajah nya. Celina mendekat ke arah Rian yang sedang menatap langit langit kamar nya.
"Kak"
Rian menoleh ke arah sumber suara dimana Celina berdiri di samping ranjang dengan memandang Rian yang sedang tiduran.
"Kenapa, naik sayang"
"kemana???"
"ke atas kasur, mau kemana lagi sayang??"
"Aku tidur dengan kakak???"
"Iyah kan kamu sudah jadi istri kakak sayang"
Dengan ragu Celina naik ke atas ranjang lalu dia merebahkan tubuh nya disamping Rian, Rian memiringkan tubuh nya menghadap Celina. Celina yang merasa Rian menatap nya dia memiringkan kepala nya dan melihat Rian sedang menatap nya dengan berbantalan tangan nya.
"Kenapa kak???"
"Kamu tidak mau mencoba nya sayang???"
"Mencoba apa kak???"
"Gemm mencoba itu!!!"
Rian menggaruk kepala nya yang tidak gatal dengan senyum kikuk bingung menjelaskan kepada Celina.
"Itu lho sayang"
"Apa sih kak???"
"Gemm hubungan yang biasa nya dilakukan orang sudah menikah"
Bluss...
__ADS_1
Kedua pipi Celina memerah mendengar apa yang dikatakan oleh Rian, Celins bukan tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Rian. Celina bukan anak kecil yang harus dijelaskan hubungan Suami istri.
"Kakak"
"hehehehe"
Celina membalik badan memunggungi Rian karena pipi nya merasa sangat panas mendengar apa yang dikatakan Rian. Rian yang melihat itu semakin ingin menggoda Celina dan melancarkan aksinya.
Rian memeluk Celina dari belakang dengan, Celina yang mendapat serangan mendadak dari Rian pun semakin memanas kedua pipi sampai telinga nya.
"Kakak"
"Iyah sayang"
"Ayo tidur"
"Nanti saja besok kan libur sayang!!"
Rian dengan nakal memasukan tangan nya kedalam baju Celina, Celina merasakan tangan Rian mengelus perut rata nya. Tidak sampai sana Rian menyusui atas sampai perut Celina.
"Ehmmm"
"Sayang boleh aku memegang nya??"
"Emm Iyah kakak dengan serak"
Rian mengeluarkan tangan nya dari dalam baju Celina, Rian membalik tubuh Celina agar menatap Diri nya. Rian menatap Celina dengan pandangan sayu karena sudah terbawa arus sengatan listrik. Wkwkwkwk autor enggak berani bicara yang blak blakan yah!!!
Rian menempel kan bibir nya yang tipis kepada bibir Celina tidak hanya menempelkan tapi juga ada akasi menyusuri rongga mulut Celina, Celina sendiri memejamkan matan nya tidak tau harus bagaimana. Celina membuka mulutnya karena Rian menggigit bibirnya, itu mengapa Rian bisa berkelana di rongga mulut Celina.
Menyadari Celina yang susah bernapas Rian menyudahi aksi mencium Celina. "Huff huff huff"
"Kakak mau buat aku metong yah???"
"Hehehe Maaf sayang khilaf"
Rian kembali mendekat ke arah Celina yang dengan memasukan ke dalam baju Celina lagi, tapi kini Rian memasukan nya lewat depan karena Celina masih menatap Rian.
Rian memegang gundukan kembar yang ada didada Celina dia bermain digundukan Celina dengan sangat menikmati. Sedangkan Celina juga menikmati apa yang dilakukang.
Celina terdengar mengluarkan suara yang membuat Rian terbawa suasana, Rian benar benar menikmati sentuan nya ditubuh Celian.
Riam membuak kacing baju Celina dan terpampang nyata dan jelas gundukan itu yang selama ini Rian tidak perna melihat nya sekarang melihat nya. Benda besar dan kenyal menurut Rian saat dipegang pun cukup besar di usia Celina yang masih 17 tahun.
Rian menutup kedua benda itu dengan tanga nya karena Rian terus menatap nya dan selanjut nya terjadi perang antar Rian dan Celina. Perang yang melelahkan perang yang membuat Celina kehilangan yang dia jaga sampai 17 tahun.
Rian sangat terkejut saat melihat darah yang ada di atas tempat tidur nya. "Ternyata dia masih ting ting" Batin Rian menatap darah.
Sedangakan Celina menatap Rian dengan pandangan yang bertanya. "Kenapa kak??? Apa aku sudah tidak ting ting???"
__ADS_1
"Tidak sayang aku hanya merasa apa kamu kesakitan???"
"Iyah sakit kak saat aku bergerak sedikit saja??"
"Maaf yah sayang, Aku akan menjaga kamu samapai akhir hayat"
"Terima kasih kak"
Rian merebahkan dirinya di samping Celina yang tidak memakai pakaian sehelai pun begitupun dengan Rian. Rian menarik selimut untuk menutupi badan nya dan badan Celina yang polos.
Celina memeluk Rian begitu pun dengan Rian yang memeluk tubuh Celina mereka menyudahi aksi perang nya sampai dini hari. Baru mereka memejam kan mata.
Jam berputar begitu sangat cepat kini sudah menunjukan pukul tujuh pagi tapi tidak ada tanda tanda Celina dan Rian turun dari lantai dua. Semua keluarga sudah berkumpul sedang sarapan pagi.
"Kenapa kakak belum turun yah Maa tumben bangey kebo??"
"Kakak kamu mungkin habis bergulat dengan Celina"
"Ha apa kakak sehat menggulat Celina yang kecil itu Ma kan kasihan!!"
"Sudah cepat makan dan ikut Papa joging"
Putri segera menghabiskan makanan nya dan meminum susu yang ada disampig nya setelah semua habis Putri bangun dari duduk nya. Menghampiri Patra yang sudah ada di depan rumah nya menunggu putrinya.
Sedangkan Melati dia membereskan bekas sarapan diri nya suami dan putrinya. Melati merasa kalau putra dan menantu nya tidak akan bagun Pagi menjadikan Melati menyimpan makanana sisa sarapan untuk nanti Siang.
Rian dan Celina masih saling peluk dengan Celina yang menyembunyikan wajah nya di dada bidang Suami nya.
Meninggalkan kediaman Patara di rumah mewah Ruddy begitu terasa sepi biasanya di hari libur Celina akan bercelote meminta ini itu. Kini Ruddy dan Siska sarapan berdua tanpa ada yang memulai percakapa di antara mereka.
Sisak dan Ruddy sudah kembali rujuk dan menikah kembali tanpa sepengetahuan Celina tentu nya, karena tidak ingin mendapatkan pertanyaan yang tidak bisa mereka jawab.
"Mas"
"Kenapa???"
"Sepi"
"Lalu???"
"Apa kita program hamil saja???"
Uhuk uhuk uhuk
Siska memberi minum nya kepada Ruddy yang tersedak makanan yang sedang dia makan. Ruddy tersedak karena mendengar perkataan Siska yang ingin mengajakanya Program hamil.
"Sayang apa kamu Serius???"
"Iyah mas"
__ADS_1
Ruddy menghela napas mendengar apa yang dikatakan Siska untuk memiliki seroang anak kembali sedangkan Celina sudah menikah mungkin tidak lama lagi mereka akan memilik cucu.