BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 169


__ADS_3

Bab 169


"Pasti capek banget kan, kerja pagi pulang malam. kurang istirahat di tambah lagi harus mengajar Tiffany. Dan pasti nggak nyaman banget kan tinggal sama gue, lho juga udah kerja keras bahkan kerja 24 jam buat mencukupi semua kebutuhan kita. Maaf, gue terlalu egois dan menyeret lho dalam hubungan kayak gini. Tapi lho tenang Aja, gue bakalan berusaha kumpulin uang buat ngeganti uang yang lho kasih Sama tuan marga. Setelah itu, gue akan urus perceraian kita, biar lho bebas memilih orang yang lho cintai, hidup bahagia dan nggak terbebani lagi oleh gue. Lho orang baik, dan gue benaran nggak pantas jadi istri lho. Kehidupan kita bertolak belakang, dan tidak ada satu kesamaan apapun di antara kita" ucap zhea kemudian perlahan-lahan melepaskan pelukan exsel dan beranjak ke kamar mandi.


Exsel yang lebih dulu bangun dari zhea, tentu Mendengar semua ucapan zhea. Dia sengaja berpura-pura masih tertidur untuk melihat reaksi zhea apakah akan marah jika dia tidur bersamanya.


Tapi perkataan zhea, membuat paginya menjadi buruk.


Exsel membuka matanya "apa hanya ada perceraian di pikirkan lho Zhe tentang pernikahan kita?" Batin exsel. Kemudian kembali memejamkan matanya dan berpura-pura tidur.


Zhea keluar dari kamar mandi, dengan rapih. Dia melihat jam di hpnya.


"Masih ada waktu. Biarin aja deh dia tidur dulu, kasihan pasti capek banget. Gue masak aja deh, abis itu baru bangunin dia" ucap zhea kemudian beranjak pergi ke dapur.


Zhea membuka kulkas, hanya ada beberapa telur dan sosis di dalamnya.


"Bahan makanan udah pada habis, cuma ada telur, masak apa ya kira-kira. Kalo pesan dari luar bakalan lama sampainya. Ah, buat nasi goreng aja deh" ucap zhea kemudian di sibukkan dengan acara memasaknya.


10 menit berlalu, exsel yang sudah lelah berpura-pura tidur pun memilih untuk menghampiri zhea.

__ADS_1


"Kamu bisa masak Zhe?" Ucap exsel duduk di meja makan


"Lho udah bangun?" Ucap zhea tanpa melihat exsel


"Heum. Maaf ya, soalnya gue ketiduran di kamar lho tadi malam"


"Heum, lebih baik lho mandi sekarang. Bentar lagi masakan gue selesai, karena ada yang mau gue omongin juga sama lho"


Exsel mengerutkan dahinya "apa zhea ingin membicarakan perceraian?" Batin exsel


Karena tak mendapat respon dari exsel, zhea membalikkan tubuhnya menatap exsel


"Kok malah bengong sih, lho dengar nggak apa yang gue omongin tadi, jangan bilang lho masih ngantuk"


"Mandi aja dulu, ntar lho juga tahu"


Exsel pun beranjak masuk ke kamarnya untuk mandi. Dia mengira-ngira, sebenarnya apa yang ingin zhea katakan. Karena penasaran, dia pun mempercepat acara mandinya.


Zhea menyiapkan dua piring nasi goreng dia tas meja dan dua gelas susu.

__ADS_1


Exsel keluar dari kamarnya, dengan memakai seragam dokternya.


"Lho nggak ngajar hari ini?"


"Gue di panggil buat datang ke rumah sakit, katanya ada yang disampaikan"


"Apa ada masalah di rumah sakit?"


"Aku juga nggak tahu"


"Kalo ada masalah di rumah sakit, cerita sama gue. Udah dua bulan ini, gue nggak kesana karena sibuk"


"Lho mau ngomong apa sama gue"


"Ngomongnya sambil makan aja" exsel mengangguk, keduanya pun menikmati sarapan mereka.


"Ternyata, kamu bisa masak juga"


"Apa enak?"

__ADS_1


"Kalo nggak enak, aku nggak bakalan bilang kamu bisa masak"


"Benar juga" ucap zhea tersenyum manis, yang mana senyuman itu pertama kalinya di lihat oleh exsel.


__ADS_2