
Bab 209
Niko da. Rio kembali ke tanah air, satu Minggu sebelum ulang tahunnya zhea. mereka sengaja menyelesaikan tugas-tugas mereka dari awal, agar bisa pulang ke tanah air lebih lama. Apalagi, keduanya sangat merindukan dua sahabat perempuannya. Tapi, mereka tidak hanya datang berdua, Celline dan Tasya juga ikut.
Rere dengan sangat antusias menyambut kedatangan mereka. Namun, itu hanay berlaku beberapa saat sebelum dia melihat Celline dan Tasya berada di belakang Rio dan Niko.
"Welcome back to the homeland"
(selamat kembali ke tanah air)" ucapnya setengah berlari menghampiri Niko dan Rio lalu memeluk keduanya erat. Di balas juga Dnegan pelukan oleh Niko dan Rio
"Zhea mana?" Ucap Niko
"Gue ada di sini? Tapi malah nanya zhea" ucap Rere cemberut
"Karena lho ada di sini, makanya gue nanya zhea"
"Tau akh" ucap Rere bersedikap dada
"Hahaha, udah tau nih anak cemburuan, lho pakek ngeduain dia nik" ucap Rio mengacak-acak rambut Rere
"Iya deh iya maaf. Kirain udah berubah" ucap Niko
"Emang gue power rangers yang bisa berubah" kesal Rere yang berhasil membuat Niko dan Rio ketawa. Tapi tidak Dnegan Celline dan Tasya yang merasa canggung berada di sana.
"Kak Rio, kelihatan banget peduli dan sayang sama kak Rere. Seharusnya gue nggak sakit hati melihat ini, tapi Kok rasanya sesak banget ya" batin Tasya
"Rioooo... Niko" ucap zhea yang baru Sampai di bandara bersama exsel.
Mengetahui siapa pemilik suara Rio dan Niko langsung tersenyum dan merentangkan kedua tangan mereka siap menerima pelukan dari zhea.
Zhea langsung berlari ke arah kedua sahabatnya itu dan langsung memeluk kedua sahabatnya itu.
"Kangen banget" ucapnya
"Sama, kita juga kangen banget sama lho, Zhe" sahut Rio
"Udah datang kan, adek kesayangan kalian sekarang" ucap Rere cemberut
"Lho juga kesayangan kita kok, ya kan Yo" ucap Niko mengacak-acak rambut Rere
"Iya dong. Kesayangan banget malah" ucap Rio serius penuh penekanan.
Moodrere pun kembali bagus, mendengar ucapan Rere.
Celline datang mendekati exsel, lalu memeluknya. "Lex, Kengen" lirihnya.
Zhea yang melihat itu pun langsung menarik Celline menjauh dari exsel.
"Kenapa?" Tanya Celline
__ADS_1
"Eh, Curut! Kayak nggak punya dosa aja lho ya. Udah Peluk-peluk suami orang sembarangan malah nanya kenapa, lagi. Ya jelas, zhea nggak suka lah sama kelakuan absurd lho itu ke suaminya" cerocos Rere
"Gue sama Alex kan juga temenan. Jika zhea boleh meluk Rio dan Niko, maka gue juga boleh dong meluk Alex" sahut Celline
"Kak" ucap Tasya menyudahi
"Hubungan lho sama exsel nggak sedekat dari hubungan persahabatan gue sama Rio dan niko" tegas zhea
"Siapa bilang nggak dekat? Hubungan kita dulu bahkan lebih dekat dari hubungan persahabatan kalian" ucap Celline
"Sudah cukup. Celline, kita hanya masa lalu, jadi bersikaplah selayaknya. Saya tidak mempermasalahkan kedekatan zhea sama Rio dan juga Niko. Karena mereka sudah bersama sejak kecil. Mereka sudah seperti keluarga bagi zhea. Jadi, tidak ada alasan untuk kamu memprotes interaksi mereka"
"Mereka nggak ada hubungan darah Lex!"
"Apa pun itu. Tapi selama ini mereka yang selalu ada dan ngelindungi zhea"
"Kak, udahlah. Nggak usah di terusin" ucap Tasya mengenggam tangan Celline, ketika Celline kembali ingin menjawab ucapan exsel.
" semuanya, maaf nggak bisa berlama-lama. Saya harus kembali ke rumah sakit sekarang" ucap exsel.
"Maaf dokter jadi ngerepotin kayak gini, seharusnya dokter nggak harus datang ke sini juga kan" ucap rio
"Nggak ngerepotin sama sekali. Karena saya ke sini hanya mengantarkan istri saya. Zhe, aku pergi dulu" ucap exsel yang hanya di angguki oleh zhea.
"Lagian, kalian ngapain sih balik-balik bawah mereka!" Ucap Rere ketika exsel sudah menghilang dari pandangan
Tasya hanya tersenyum masam melihat Rere yang menatapnya malas.
"Kalo gitu, kak Rio, kak Niko, kak zhea dan juga kak Rere. Kita duluan ya" ucap Tasya
"Nggak mau barengan aja?" Ucap Niko
"Nggak dulu deh nik. Soalnya beda arah juga" ucap celline yang ingin cepat-cepat pergi dari sana menyusul exsel
"Emang lho tahu kos-kosan Niko dimana?" Tanya Rere menyelidiki
"Nggak tahu sih, tapi gue yakin kita beda arah. Kalo nggak jarak antara rumah gue dan kos-kosan Niko pasti jauh. Udah dulu ya, kita duluan" ucap Celline menarik tangan Tasya dan buru-buru pergi dari sana
"Kayak ada yang aneh. Apa jangan-jangan dia mau ngejar dokter exsel ya, makanya buru-buru. Kalo benar, kita harus halangin dia Zhe" ucap Rere
"Nggak baik seudzon sama orang kayak gitu re. Siapa tahu apa yang di Katakan celiine itu benar adanya" ucap Rio
"Apanya yang benar? keliatan banget dia itu lagi alasan tadi. Dasar bibit pelakor awas aja kalo dia kegatelan sama dokter exsel. Gue cabik-cabik tuh muka!" Kesal Rere
"Doker exsel itu suaminya Shea, kenapa jadi lho yang panas sih re" ucap Rio mengajak rrambut rere karena gemas
"Apaan sih! Gue lagi nggak becanda ya!" Ucap Rere menepis tangan Rio
"Iya-iya kita tahu kok. Lagian, celline itu cewek berprestasi, mana mungkin dia mau jadi pelakor"ucap niko
__ADS_1
"Setinggi apapun prestasinya, kalo udah menyangkut perasaan smeua orang akan bodoh nik"
"Udahlah nggak usah di bahas lagi. Gimana kalo kita makan-makan dulu, laper nih gue" ucap zhea menengahi
"Kelaparan lho Zhe? Emnag nggak di kasih makan sama dokter exsel" sindir Rere
"Nyebelin lho ya!" Zhea menyor kepala Rere
"Nanya doang gue mah!"
"Kita pesan go food aja, sekarang kita balik ke kos-kosan dulu" ucap Rio
"Ide bagus" sahut Niko
Mereka pun pergi ke kos-kosan. Dengan menggunakan motor Niko dan Rio yang mereka titipkan ke zhea. Karena motor Rio di bawab oleh Rere dan motor Niko tadi di bawa oleh zhea. Sementara exsel, mengikuti zhea dari belakang menggunakan mobil.
"Kangen banget gue sama suasana di sini" ucap Rio ketika memasuki kos-kosan
"Lagian siapa suruh pindah segala!" Sahut Rere cemberut
"Ya maaf, re. Gue nggak mikir panjang waktu itu" ucap rio
Keempat sahabat itu bercerita panjang lebar tanpa terasa hari sudah beranjak sore.
"Udah sore, gue balik duluan ya" ucap zhea
"Cepat banget Zhe baliknya. Masih sore lho ini" ucap Rio
"Zhea itu udah nggak bisa kayak dulu lagi. Sekarang, dia harus pulang sebelum dokter exsel pulang ke rumah. Ceritanya, mau jadi istri yang baik" ucap Rere
"Ya, nggak ada salahnya kan. Selama ini juga dia ngelakuin semua yang terbaik buat gue, jadi gue juga harus bersikap baik dong sama dia"
"Udah seharusnya kayak gitu Zhe, re, kalo seorang gadis sudah menikah. udah sana Zhe cepetan lho pulang. Jangan sampai malah dokter exsel yang nungguin lho di rumah. Kita jadi nggak enak ntar sama dia" jelas Niko
Zhea hanya mengangguk kemudian beranjak pergi.
Tak perlu waktu lama, zhea sampai di rumah. dia terkejut melihat celline berada di sana.
"Lho? Ngapain di sini?" Ucap Zhe tanpa basa basi
"Saya nggak ada urusan sama kamu, saya hanya ingin bertemu Dengan Alex" ucap celline
"Dia belum balik" ucap zhea membuka kunci rumah
"Tunggu dulu!" Ucap Celine ketika zhea ingin melangkah masuk ke rumah
Zhea menatap Celline, mengangkat satu alisnya. Seolah-olah bertanya "ada apa?"
"Tinggalin Alex! Cuma saya wanita satu-satunya yang Alex cintai buka kamu. Lagi pula,kamu juga nggak cinta sama Alex kan? Kamu cuma numpang untuk berlindung padanya dari perjodohan orang tua kamu kan? Sekarang kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, jadi, tinggalin Alex. Dia berhak menikah dengan wanita yang dia cintai dan yang mencintainya"
__ADS_1