BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 147


__ADS_3

Bab 147


Rio dan Niko berada di perpustakaan, menyelesaikan tugas mereka. Tasya dan Celine, datang menghampiri mereka.


"Kak Rio, kita kan sama-sama mahasiswa baru di sini, gimana kalo kita lihat-lihat universitas di sini" ucap tasya


"Lho aja, gue lagi sibuk. Lagian, ini tuh udah larut malam, kenapa masih keluyuran. Bukannya istirahat di asrama.gikana kalo asramanya di kunci, nggak bisa masuk kalian nanti"


"Ayolah kak. Atau kalo nggak, aku tungguin kakak sampai selesai deh. Lagian, aku nggak tinggal di asrama. Aku ngikut ngekos sama kak celline"


"Ini udah larut malam. Gue antar lho pulang aja" ucap Rio membereskan buku-bukunya


"Ya, kok pulang sih kak"


"Ini tuh udah larut malam, dan kamu tuh cewek"


"Gimana kalo besok aja kita lihat-lihat universitasnya, atau kalo nggak kita jalan-jalan ke tempat-tempat lain"


Rio menghela nafasnya kasar, awalnya dia ingin menolak, tapi setelah melihat wajah Tasya yang cemberut dia jadi tidak tega menolak.


"Oke" ucap Rio singkat. Tasya tersenyum kesenangan.


------------


Di bagian lain negara, zhea dan exsel mendatangani Perusahaan tempat zhea dan Adnan membeli alat-alat medis.

__ADS_1


"Saya ingin bertemu dengan pemilik perusahaan ini" ucap exsel


"Maaf nona apakah sudah membuat janji" ucap karyawan


"Belum. Tapi ini sangat penting"


"Jika belum ada janji sebelumnya, maka tidak bisa bertemu. CEO kami orang yang sangat sibuk"


"CK. Panggil dia sekarang, atau saya tuntut Perusahaan ini karena kasus penipuan" ucap zhea


"PENIPUAN?" ucap Raka, yang mana Perusahaan itu adalah perusahaan milik Sebastian yang di teruskan oleh Zein


"Lho!"


"Gue mau bertemu dengan pemilik perusahaan ini"


"Perusahaan ini milik Zein, jika ingin bertemu akan aku antarkan ke ruangannya"


"Zein, ada yang ingin bertemu" ucap Raka yang memasuki ruangan Zein diikuti oleh zhea dan exsel.


"Lho nggak lihat gue lagi si...." Zein tidak lagi melanjutkan ucapannya ketika melihat zhea.


"Oh, zhea. Apa yang membuatmu datang kemari? Apa kau menyetujui permintaanku" sambungnya.


"Jangan harap! Gue ke sini ingin membahas tentang alat-alat rumah sakit, yang kita beli dari perusahaan lho, kenapa tiba-tiba semuanya rusak"

__ADS_1


"Alat medis? Kau membelinya dari perusahaan kami? Kapan?" Ucap Zein berpura-pura tidak tahu. Padahal, dialah yang sengaja menukar alat-alat itu dengan alat yang rusak, ketika di kirim ke perusahaan


"Itu sekitar 2 Minggu yang lalu. Dan kami, baru akan menggunakannya kemarin, tapi semua alatnya rusak"


"2 Minggu yang lalu, kau tidak salah membicarakannya sekarang zhea? Terlebih lagi, alat-alat yang kalian beli itu tidak ada garansinya"


"Ini pasti perbuatan lho kan!"


"Lho, emangnya aku melakukan apa. Tapi, aku ada penawaran untukmu"


"Sudahlah zhea, tidak ada gunanya membicarakan hal ini padanya. Lebih baik, kita ke kantor agama mengambil buku nikah kita" ucap exsel


"Hey, kenapa buru-buru sekali. Apa kau takut zhea lebih memilihku dan meninggalkanmu"


"He, dengarkan baik-baik, sampai kapanpun gue nggak bakalan mau sama lho"


"Ya terserah. Kalo lho nggak mau, gue nggak bakalan ngeganti alat-alat medis rumah sakit kalian"


"Lebih baik kita pergi dari sini. Aku akan cari uangnya, untuk membelikan alat-alat yang baru" ucap exsel menarik zhea pergi dari ruangan Zein.


"Memangnya kau mampu hah! Kau pikir biaya dari alat-alat itu murah? Zhea pikirkan lagi penawaranku, jika ingin rumah sakitmu aman" teriak Zein.


"Sudahlah Zein mereka sudah pergi. Sepertinya, semua rencanamu sia-sia"


"Kau itu sahabat atau musuh sih. Bukannya support gue, malah ngejatuhin mental gue aja"

__ADS_1


__ADS_2