BAD GIRL

BAD GIRL
Jangan Memancing-mancing emosi saya


__ADS_3

Bab 75


"Ada apa" ucap zhea ketus


"Cepat datang ke rumah sakit blue hospital. Papamu membutuhkanmu, dia kecelakaan" ucap cathlin di seberang sana dengan Idak tangis.


Tanpa sepatah katapun, zhea mematikan sambungan telpon, menaiki motornya lalu beranjak pergi.


"Zhea, mau kemana" ucap Rere.


"Lho tunggu di sini. Gue mau nyusul zhea dulu" ucap Rio


"Gue ikut"


"Lho nggak bisa dengarin ucapan gue. Gue bilang tunggu di sini ya tunggu di sini. Jangan sampai lho dan zhea tereliminasi karena nggak ada di sini nanti" ucap Rio melajukan motornya.


15 menit kemudian, zhea pun sampai di ruang sakit. Semua orang di rumah sakit sudah tahu bahwa dia adalah pemilik rumah sakit itu.


Tanpa harus repot-repot bertanya lagi, seorang suster mengantarkannya keruang ICU. di depan ruangan Leon ada beberapa pengawal, cathlin yang menangis, el razka yang di gendong baby sisternya dan ada tiffany, lira dan thomas.


"Bagaimana keadaannya" ucap zhea mencoba mengendalikan emosinya


"Zhea, kau datang. Papamu mengeluarkan banyak darah, dan dia membutuhkan darah sekarang juga" ucap cathlin


"Kalian tidak harus memanggilku kan jika hanya masalah darah, setiap rumah sakit memiliki stok darah"

__ADS_1


"Nona, golongan darah O negatif itu sangat langkah. Dan waktu nona kecelakaan beberapa Minggu lalu dokter exsel yang selalu mendonorkan darah untuk nona. Tapi sekarang dokter exsel tidak ada di rumah sakit" ucap suster


"Ambil darahku. Tapi setelah ini, kalian jangan hubungi saya lagi" final zhea.


Rio datang menghampiri zhea "ada apa" ucapnya


Zhea mengeleng-gelengkan kepalanya.


"Ayo nona, tuan membutuhkan darah secepatnya"


Zhea dan suster itupun masuk ke ruangan untuk mengambil darah. Setelah selesai zhea buru-buru keluar.


"Ayo kita pergi" ucap zhea pada rio


"Lho pikir lho bisa halangin gue"


"Jangan keras kepala Zhe" ucap Rio


"Zhea, tetaplah di sini. Papamu membutuhkanmu" ucap cathlin.


"Kalian sudah cukup menemaninya di sini. Lagi pula, apa yang terjadi sampai dia bisa kecelakaan. Dan kalian semua, untuk apa kalian di bayar jika tidak bisa menjaganya" bentak zhea pada pengawal-pengawal yang ada di sana.


Jauh di lubuk hati zhea terasa sakit melihat orang yang sangat di sayanginya terbaring tak sadarkan diri. Namun, dia tidak bisa menunjukkan itu di depan orang-orang.


"Mereka yang menabrak mas Leon" ucap cathlin menunjuk ke arah Tiffany sekeluarga.

__ADS_1


"Apa" teriak zhea


"Aku juga nggak tahu gimana ceritanya. Tapi, yang pastinya merekalah yang membuat papamu menjadi seperti ini".


Zhea berjalan mendekati Thomas "apa mau kalian?" Ucap zhea penuh penekanan.


Exselpun datang, karena di hubungi pihak rumah sakit untuk mendonorkan darahnya juga.


"Berapa banyak darah yang di butuhkan pasien" ucap exsel


"Nona zhea sudah mendonorkan darahnya" ucap suster


"Saya tidak sengaja menabraknya. Ini murni ketidak sengajaan"


"Kau sudah merebutnya, dari kehidupan kami. Dan sekarang kau bilang kecelakaan ini tidak sengaja. Bukankah ini tidak terlalu masuk akal" ucap zhea menunjuk ke arah lira.


"Jangan membawa-bawa masa lalu. Tidak ada yang merebut di sini"ucap Thomas


"Ah iya, saya lupa karena dia sendiri yang bersuka rela hidup bersama anda yang bergelimangan harta"


"Zhea tutup mulutmu" teriak lira


"JANGAN MEMANCING EMOSI SAYA. KALIAN BERUNTUNG KARENA AKU SEDANG TERBURU-BURU. TAPI, AKU AKAN MENCARI KALIAN NANTI" ucap zhea penuh penekanan


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️

__ADS_1


__ADS_2