BAD GIRL

BAD GIRL
Cepet tua


__ADS_3

Bab 98


Exsel dan Adnan sudah berada di rumah sakit Singapore. Mereka berdua duduk di kursi tunggu. Sementara Sarah sedang di rawat oleh Rayn temannya Adnan di ruang UGD


Exsel sangat sangat khawatir dengan kesehatan mamanya. Terlihat dari raut wajahnya yang sedari tadi hanya menunduk menunggu dokter keluar.


"Tenang sel. Kita sudah berusaha melakukan yang terbaik, dan sekarang kita do'akan Tante dan pasrahkan semuanya pada yang di atas" ucap Adnan menepuk-nepuk bahu exsel


Exsel hanya mengangguk menanggapi ucapan Adnan.


--------


Jam menunjukkan pukul dua siang. Rio dan Rere baru kembali dari kampus.


"Lho zhea belum pulang dari latihan" ucap Rere yang tak melihat keberadaan zhea di dalam kos-kosan.


"Lho kayak nggak tahu zhea aja. Dia itu, tiap Latihan nggak ingat waktu"


"Gue Telpon aja deh. Lagian, kita tuh harus berkemas-kemas sekarang" ucap Rere dia kemudian menelpon zhea namun tidak di angkat.


"Ya, nggak di angkat lagi. Nih anak satu benar-benar ya"


"Kirimin pesan aja, suruh dia pulang"


"Iya deh. Tapi, gimana kalo nggak dia baca"


"Kirim aja dulu, siapa tahu di baca"

__ADS_1


Rere pun mengirimkan pesan pada zhea.


"Udah" ucap zhea mendudukan dirinya di sofa.


"Lah, kok malah nyantai sih. Buruan berkemas, sekalian kemasin juga barang-barang milik zhea"


"Ihhhh, sih zhea tuh benar-benar deh. Pasti dia sengaja nih, nggak pulang-pulang. Biar gue yang beresin barang-barangnya dia"


"Udah, nggak usah cerewet. Kalo lho terus ngomong di sini, pekerjaan lho nggak bakalan selesai Rere analista"


Dengan langkah yang sangat berat, Rere memasuki kamarnya dan zhea.


Rere mengemasi barang-barangnya di dalam dua koper dan satu tas kecil. Sementara barang-barang zhea hanya satu koper.


"Ternyata barang-barangnya zhea nggak terlalu banyak. Bagus deh kalo gitu" ucap rere beranjak ke ruang tamu.


"Itu kali cowok. Kalo kita cewek ya bedalah"


"Nadanya di mana coba"


"Ini ya. Tas kecil ini isinya pelaratan make up gue. Koper yang ini isinya gaun-gaun yang baru lho beli kemarin, koper satunya lagi piyama-piyama gue dan satu koper ini punya zhea. Gue nggak tahu dia mau bawa apa aja, jadinya semua baju dia gue masukin ke dalam koper"


"Tau akh, ribet lhu. Terus zhea gimana? Udah Telpon dia"


"Gue udah ada di sini" ucap zhea yang baru datang


"Enak loh ya. Setelah gue selesai kemasin barang-barang lho, lho baru nonggol" ucap Rere berkacak pinggang

__ADS_1


" Uh tu tu tu... Rereku lagi marah. Jangan marah-marah ntar cepat tua. Mau lho umur 19 tahun tapi kayak tante-tante umur 40-an" goda zhea


"Ihh amit-amit deh"


"Yaudah Yok kita ke bandara sekarang. Takutnya nanti ke jebak macet"


"Pakai mobil aja, barang-barang Rere banyak banget. Mana bisa di bawa pake motor"


"Satu koper ini milik lho ya Zhe"ucap Rere mendorong koper milik zhea ke arah zhea


"Lagian ribet amat bawa-bawa koper, udah kayak mau pindahan aja. Masukin aja beberapa baju yang di perlukan ke dalam tas kayak Rio simpel kan"


"Ehhh, orang kayak kalian tuh nggak bakalan ngerti. Udah deh, cuss berangkat ke bandara" ucap Rere melenggang pergi masuk ke dalam mobil.


Rio dan zhea yang sudah tidak heran lagi dengan sifat Rere hanya menggelengkan kepala, dan ikut masuk ke dalam mobil.


Zhea dan Rere duduk di jok belakang.


"Kalian nggak ada yang mau pindah ke depan gitu"


"Nggak. Lho sendirian aja di depan"


"Kalo lho Zhe?"


"Zhea juga nggak boleh di depan. Ntar gue nggak ada teman ngobrolnya terus nggantuk gimana"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️

__ADS_1


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻


__ADS_2