
Bab 244
Setelah menjelaskan materinya. Zhea mengadakan sesi tanya jawab kepada semua mahasiswa di sana.
Sementara exsel, menunggu gilirannya di samping panggung aula kampus
Tiffany, silya dan Debby pun ikut melihat materi yang akan zhea dan Exsel ajarkan. Karena memang mereka berada di semester terakhir.
Zhea dan Rere yang melanjutkan pendidikan melalui homeschooling juga belum mendapatkan sertifikat kelulusan mereka.
Exsel dan zhea menjelaskan materi mereka secara bergantian.
"Ada yang ingin di tanyakan?". Ucap zhea mengakhiri materinya
Beberapa orang mahasiswi mengangkat tangannya.
"Oke, kamu dulu" ucap zhea menunjuk salah satu mahasiswa terdepan
"Kak zhea, apakah kakak nggak capek menggapai 2 cita-cita dalam waktu yang bersamaan. Apalagi kakak masih muda. Kakak juga belum menerima lulusan wisuda kan? Itu bearti usia kita hanya beda 2 tahun. Apa ada tips buat kami agar bisa sukses seperti kakak" ucap mahasiswa itu
"Pertanyaan yang bagus. Siapa nama kamu?"
"Raditya kak. Dari fakultas hukum"
"Kak zhea apa nggak capek mengapai cita-cita dalam satu waktu. Jawabannya sangat capek dan buat frustasi. Tapi, cita-cita itu bukan di gapai dalam satu waktu, hanya saja tercapainya sama-sama di tahun ini. Untuk balapan, saya sudah mendalami dunia perbalapan sejak usia tujuh belas tahun. Yang mana, saya sudah 5 tahun berkutat dengan motor dan di tahun kelima ini, saya bisa mewujudkan impian saya menjadi seorang pembalap internasional. Semua orang yang ada di sini, khususnya yang berada di semester delapan pasti tahu bagiamana saya dulunya"
"Kak, benarkah berita yang kami dengar bahwa kakak sering membuat onar di kampus. Sampai-sampai orang tua kakak mencabut smeua fasilitas kakak di kampus dan kakak harus membayar semua uang dari awal pendaftaran kuliah sampai semester 4"
"Semua itu benar. Saya sering bolos untuk balapan. Bolos karena nggak nyelesain tugas, bolos karena nggak suka sama dosennya. Bahkan saya di keluarkan dari kampus di semester 4"
"Katanya kakak bisa lagi masuk ke kampus karena bantuan dari pengusaha muda bernama Zein. Dan dua bulan setelah itu, barulah kakak melanjutkan kuliah dengan homeschooling"
"Semua informasi itu benar"
"Kenapa kakak memilih homeschooling di bandingkan kampus"
"Karena terlalu capek dan tidak bisa membagi waktu untuk bekerja, latihan balapan, kuliah tepat waktu dan istirahat"
Exsel hanya menatap kagum ke arah zhea yang dengan tenang menjawab pertanyaan dari mahasiswa/mahasiswi di bawah tingkatnya
__ADS_1
Sesekali zhea melihat kearahnya dan pandangan mereka bertemu. Tapi, zhea kembali fokus menjawab
"Berapa lama waktu yang kakak butuhkan untuk menjadi seorang pemimpin perusahaan"
"Sebenarnya saya sangat membenci orang-orang kantoran, karena alasan tertentu. Dan sialnya, saya harus bekerja di sana karena tidak ada pilihan lain. Saya tidak mengerti sedikit pun tentang bisnis, hingga butuh waktu 6 bulan untuk beradaptasi. Selama berbulan-bulan, saya belajar mendalami ilmu perbisnisan dan kehilangan banyak waktu istirahat. Hingga pada sampai titik ini dalam waktu hampir dua tahun saya bisa memimpin perusahaan. Walaupun, awalnya selalu di dampingi oleh Zein, Raka dan Rere"
"Zhea selalu menyebutkan nama Zein di setiap acaranya. Apa mereka akan segera menikah?" Batin exsel
"Dan untuk tips agar sukses, sebenarnya itu tergantung dari keinginan sendiri. Usaha, belajar, dan do'a. Ada masanya kita berada di posisi paling terpuruk, berhentilah sejenak tapi jangan terlalu lama.dan kembalilah melangkah. Jika putus asa Dengan keadaan menangis lah, jika itu bisa membuatmu merasa lebih baik dan lega. Setelah itu, semangatlah untuk menggapai cita-cita. Jadikan satu alasan yang mengharuskan kamu untuk menggapai cita-citamu. Sehingga kamu terus semangat menjalani prosesnya"
"Apa kakak dan CEO Zein mempunyai hubungan spesial?"
Zhea tersenyum "sayang sekali, wkatu kita sudah habis. Semoga kalian semua bisa sukses dan meraih impian kalian" ucap zhea kemudian turun dari aula.
Exsel dan zhea berpapasan, namun zhea langsung membuang wajahnya.
Exsel menjelaskan materinya, kemudian sama seperti zhea membuka sesi tanya jawab.
"Seorang dokter harus berani. Seorang dokter fropesional tidak membawa emosi dan keraguan saat berada di Operasi"
"Apakah profesor pernah mempunyai perasaan sedih ketika melihat pasien yang tak bisa terselamatkan"
"Tentu saja. Terutama saat mama saya meninggal waktu itu. Saya benar-benar terpuruk. Saya akan lemah, Jika yang saya tangani adalah bagian dari keluarga saya"
"Apa motivasi profesor sehingga dokter ingin menjadi seorang dokter"
"Almarhum papa saya dulu juga seorang dokter. Saya termotivasi dari beliau"
Exsel menjawab banyak pertanyaan dari mahasiswa dan mahasiswi. Hingga akhirnya mahasiswi menanyakan tentang seratus exsel.
"Profesor. Apa profesor sudah menikah?"
Exsel tidak menjawab, dia hanya memperlihatkan Cincinnya.
"Profesor dan zheakan dulu pernah menikah. Dan dengar-dengar belum 1 tahun kalian udah cerai apa benar prof?" Ucap Debby
__ADS_1
"Iya dok. Terus, apakah Cincin yang melingkar di jari manis profesor itu bukti kalo profesor sudah menikah lagi,?" Sahut silya
"Jangan gila! Mana mungkin kak exsel nikah lagi" ucap Tiffany
"Sebaiknya kalian jangan terlalu mengurus urusan pribadi orang lain. Belajarlah yang giat, agar bisa sukses" ucap exsel
Lain halnya dengan Zhe ayang hanag terfokus pada cincin exsel. "Cincin pernikahan? Jadi exsel benaran udah nikah lagi? Sama siapa? Apa sama celline?" Batin zhea menebak-nebak
Karena acara di kampus dilakukan secara live. Scandal pernikahan zhea dan exsel pun heboh.
Para wartawan Yang sedari tadi ingin mewawancarai zhea dan exsel seketika menerobos masuk ke kampus setelah menonton live dari hp mereka.
Adnan datang untuk membantu zhea dan exsel bersembunyi.
"Ikut gue" ucap Adnan exsel pun mengangguk. Saat melewati zhea dia menggenggam tangan zhea sehingag zhea terseret ikut dengannya.
Adnan mengenap-,endap membawa exsel dan zhea ke ruangannya.
"Kalian tunggulah di sini. Gue akan kunci pintunya dari luar agar nggak ada yang bisa lihat kalian. Tutup semua gordennya" ucap Adnan kemudian beranjak pergi dan mengunci pintu.
"Gue sengaja gunain kesempatan ini, agar kalian bisa bicara dan menyelesaikan apa yang belum selesai" ucap Adnan setelah mengunci pintu dan beranjak pergi dari sana
Exsel dan zhea buru-buru menutup gorden. Zhea duduk di kursi Adnan mengatur nafasnya. sedangkan Exsel duduk menghadapnya.
"Aku meminta surat resmi perceraian kita setahun yang lalu. Dan kamu belum mengirimkannya" ucap exsel membuka pembicaraan
"Gue malas bahas masalah itu. Lho nggak bosan apa? Setiap bertemu nanyain soal itu Mulu"
"Ini menyangkut kehidupan kita selanjutnya Zhe. Gue harus tahu kejelasan pernikahan kita"
"Kita udah cerai satu setengah tahun yang lalu sel.sirat perceraian itu udah gue buang dan pengadilan juga nggak nyimpan berkas perceraian kita"
__ADS_1
"Jangan bohong! Pengajuan perceraian kita bahkan tidak terdaftar di pengadilan agama manapun di Jakarta ini"
Deg