BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 248


__ADS_3

Bab 248


Hari beranjak sore, zhea pergi ke kos-kosan Niko untuk menemui Rere. Namun, Rere belum pulang dari kantor dan hanya ada Tasya di sana.


"Kenapa Rere belum pulang, Ini sudah hampir magrib. Apa di lembur" gumam zheapada dirinya sendiri


"Mungkin sebentar lagi kak Rere pulang kak" sahut Tasya


Zhea tidak menanggapi ucapan Tasya. Dia tidak ingin akrab dengannya. Baginya cukup Rere satu-satunya sahabat perempuannya. Karena dulu dia punya sahabat perempuan selain Rere, Yang tak lain adalah Cathlin yang sekarang menjadi ibu tirinya. Karena itu, zhea tidak ingin berteman dengan orang lain lagi cukup Rere, Niko dan Rio yang selalu bersamanya sejak dia kecil. Zhea hanya menjawab ucapan Tasya ala kadarnya jika mereka sedang bersama.


Tasya sebenarnya ingin menanyakan kenapa zhea tidak kekantor,dan malaj menunggu Rere di sana. Dia juga penasaran kenapa wajah zhea terluka. Namun,semua itu hanya dia pendam mengingat zhea yang sepertinya tidak mau berbicara dengannya.


Pukul delapan malam, Rere baru kembali ke kos-kosan.


"Lho baru balik?" Ucap Rere


"Seharusnya gue yang nanya kenapa lho nggak ke kantor dan nggak ada kabar. Gue di amukin bokap lho, sampai-sampai gue di hukum sampai lembur kayak gini. dan gue juga di cap sebagai sekretaris yang nggak BECUS!. Kalo gue nggak mikirin lho, ogah banget gue kerja sama bokap lho" ucap Rere kesal


"Lho kayak nggak tahu aja tuan marga kayak gimana"


"Eh, bibir sama dahi lho kenapa?" Tanya Rere ingin menyentuh dahi zhea namun zhea menepisnya. Karena tangannya juga terluka, zhea meringis perih


"Auuuu"

__ADS_1


"Ini tangan lho juga kenapa?. Zhe, lho itu sebenarnya kenapa sih?"


"Kecelakaan dikit re. Ini juga luka ringan doang. Gue nyetir dalam kondisi ngantuk" bohong zhea


."emangnya tujuan lho waktu itu kemana? Dan kenapa nggak suruh supir aja yang nyetir kalo ngantuk"


"Gue debat lagi sama tuan marga. Dan saat gue ingin ke sini kecelakaan deh. Udahlah nggak usah bahas itu lagi, gue juga nggak kenapa-napa sekarang. Oh iya, kapan lho dan Rio akan tunangan?"


"Niko dan Rio bulan depan wisuda. Setelah itu,. Baru kita pikirkin lagi. Gue dan Rio sih pengennya dari dulu nikah. Tapi, papa nggak setuju. Katanya kalo kita belum lulus, nanti yang ada aku akan merepotkan Rio"


"Apa yang di bilang om ada benarnya juga. Saat gue nikah sama exsel dulu, lho tahu sendiri kan gimana bekerja kerasnya dia buat ngidupin gue. Apalagi Rio yang masih pelajar"


"Gue juga mikirnya gitu. Makanya gue nurut sama bokap. Kalo gue nikah sama Rio terlalu buru-buru takutnya ntar ada sesuatu yang nggak baik terjadi. Kita berdua juga harus menyiapkan diri baik-baik sebelum menikah. Papa bilang, dia nggak bakalan ngasih aku uang sepeser pun ke kami jika sudah nikah. Tapi, dia bakal ajarin Rio berbisnis nantinya biar bisa gantiin dia . Makanya papa nggak mau Rio kesusahan di saat menempuh pendidikan. Papa juga nggak mau Rio terbebani nantinya. Jadi, kita bakal pikirin semuanya lagi, setelah Rio resmi lulus"


"Lho juga anak mereka Zhe. Lho, Niko, dan Rio itu udah mama papa anggap anak mereka sendiri"


Zhea hanya mengangguk. "Boleh iru nggak sih sama lho re? Lho punya orang tua yang selalu prioritasin lho, dalam kondisi apapun mereka. Lah gue? Orang yang udah ngelahirin gue bahkan nggak pernah anggap gue ada saat itu. Sementara orang yang selalu gue banggain, malah nikah sama sahabat gue sendiri. Lho juga bahagia karena bisa hidup sama orang yang lho sayangi. Sementara gue? Untuk berdiri di samping exsel pun rasanya sangat sulit. Padahal gue istrinya. LHO BENAR-BENAR BERUNTUNG RE, GUE JUGA IKUT SENANG LIHAT LHO BAHAGIA KAYAK GINI. GUE JUGA NGUCAPIN BANYAK-BANYAK TERIMAKASIH SAMA LHO. LHO SELALU ADA DI SAMPING GUE DALAM KONDISI APAPUN. WALAUPUN LHO MARAH, KECEWA DAN PERGI NINGGALIN GUE, TAPI LHO TETAP BALIK LAGI BUAT GUE. GUE JUGA SENANG, DIANTARA KITA BEREMPAT HANYA GUE YANG MEMPUNYAI NASIB BURUK. KEHIDUPAN NIKO DAN RIO JAUH LEBIH BAIK WALAUPUN ORANGTUANYA UDAH NGGAK ADA KE BANDINGKAN GUE. SYUKURLAH, DI SAAT-SAAT KEBAHAGIAAN GUE UDAH LENYAP DAN BAHKAN UNTUK BERHARAP PUN GUE NGGAK BERANI. LHO DI KASIH KEBAHAGIAAN PENUH SAMA YANG DI ATAS" BATIN ZHEA



"Zhe kok malah ngelamun sih?" Ucap Rere menyadarkan zhea


__ADS_1


"Buruan sana mandi. Bau tahu"


"Masih wangi kayak gini di bilang bau" ucap Rere mencium bajunya. "Oh iya, tasya mana? Kok nggak kelihatan?"


"Tidur kali di kamarnya"


"Lho jangan terlalu dingin sama Tasya Zhe. Dia itu beda sama celline. Awalnya gue juga nggak suka sama dia. Tapi sekarang, liat gue bisa dekat dan bahkan tinggal satu atap sama dia"


"Baguslah. Kalo gue nggak ada, dia bisa temanin lho" ucap zhea yang ntah kenapa perasaanya menjadi kacau


"Lho itu tetap yang pertama bagi gue Zhe. Dia itu cuma temen, sementara lho itu udah kayak sodara"


"Istirahatlah, gue pulang dulu" ucap zhea beranjak pergi


______________


Zhea pergi ke danau, untuk menenangkan diri, pikirannya benar-benar kacau.


"Apa gue juga harus jauhi mereka agar mereka nggak sedih kalo gue pergi untuk selamanya nanti? Rere dan Rio udah bahagia sekarang. Mereka udah berhasil menggapai cita-cita dan akan hidup saling melengkapi. Tinggal Niko, dia pasti juga bahagia karena udah berhasil jadi pembalap internasional. Tapi, dia nggak pernah dekat dengan wanita manapun selain gue dan Rere. Rio dan Niko nantinya juga nggak akan sama-sama lagi kalo Rio dan Rere nikah. Gue harus lihat Niko menikah, itu aja keinginan gue. Semoga aja, gue meninggal di saat Niko udah menikah" ucap zhea memandang danau yang tenang itu


Beberapa saat kemudian zhea duduk di bawah beringin besar. Hari semakin larut malam, Shea melihat bintang-bintang yang bersinar terang di langit sana.


"Jika gue meninggal apakah gue akan berada di Antara bintang yang bersinar di sana?. Sungguh indah. Sebenarnya gue takut, jika hari itu datang. Gue nggak mau pisah dari orang-orang yang gue sayang. Tapi, hidup pun seperti tak ada artinya lagi. Rio dan Rere akan hidup bersama, Niko juga akan berdampingan dengan pasangannya nanti. Kita nggak bisa kayak dulu lagi, dan gue sebagai wanita yang nggak sempurna bisa apa? Setiap pernikahan membutuhkan anak. Gue emang bisa melakukan apapun dengan uang, tapi tidak Dengan membeli kebahagiaan. Exsel, gue benar-benar minta maaf sama lho. Selama kita bersama, gue banyak salah dan selalu ngerepotin lho. Dulu, gue pengen banget cerai dari lho, dan lho selalu mohon agar gue tetap bertahan di samping lho. Gue emang bertahan sel, tapi lho nggak tahu itu. Lho pernah bilang ingin bahagia bersama keluarga kecil kita kan? Tapi maaf sel, kekurangan gue nggak bisa memenuhi keinginan lho" ucap zhea dan tanpa air matanya menetes

__ADS_1


__ADS_2