BAD GIRL

BAD GIRL
Bab 111


__ADS_3

Bab 111


"Berani-beraninya lho Yo, Ninggalin gue sama Rere. Pantes aja lho ngomong kayak gitu tadi malam"


"Gue ngelakuin ini demi masa depan gue Zhe. Dan demi kebaikan Rere juga"


"Kebaikan Rere apanya. Yang ada Rere bakalan ngamuk kalo tahu lho pergi. Lho nggak boleh pergi Yo. Gue sama Rere butuh lho di sini. Masalah balapan lho, kan gue udah bilang kiata akan datang lebih awal di saat pertandingan lho ntar"


"Masalahnya bukan hanya tentang pertandingan Zhe. Pertandingan itu juga di luar rencana gue. Gue awalnya mau ikut pertandingan tahun depan, tapi kalian yang maksa buat gue untuk ikutan. Itu bukan alasan gue buat pindah ke sana Zhe"


"Terus apa alasannya. Tega ya lho Yo mau ninggalin kita. Padahal dulu, lho bilang mau nunggu Niko balik dulu baru mau ke AS"


"ini gue lakuin agar Rere bisa mandiri Zhe. Kalo gue terus ada di samping dia, dia bakalan terus bergantung sama gue. Gue bukannya nggak suka dia manja dan gue, gue malah senang nurutin kemauan dia. Tapi, di sini bukan cuma ada gue dan dan dia Zhe. Orang yang mau ngedekatin gue atau pun Rere akan mikir-mikir lagi dengan kedekatan kita. Pada akhirnya, baik gue dan Rere nggak ada satupun yang berani ngedekatin. Gue nggak mau hal itu terjadi Zhe, gue dan Rere juga nggak bisa terus bersama kayak dulu. Sekarang kita udah dewasa, dan kita memiliki keterbatasan. Lho ngerti kan Zhe, apa yang gue omongin"


Zhea hanya diam mencerna ucapan Rio. Karena apa yang di katakan Rio ada benarnya.


"Lho boleh marah Zhe, Lho boleh pukul gue. Tapi, maaf Zhe gue nggak bisa ngebatalin pergi ke AS"

__ADS_1


"kenapa harus pergi kayak gini. Kenapa nggak di omongin baik-baik kayak Niko dulu. Gue Bahkan takut nggak bisa ketemu sama lho tadi. Lho nggak mikirin prasaan gue ataupun zhe. Dan Niko apa dia juga tahu lho pindah ke sana" tanpa terasa air mata zhea berjatuhan. Ini Dejavu baginya. 5 bulan yang lalu dia mengantar kepergian Niko dan sekarang harus melepaskan Rio juga


Rio memeluk zhea, menenangkan sahabatnya itu. "Niko nggak tahu apapun Zhe. Maaf, udah buat lho sedih. Ini adalah yang terbaik. Jaga diri lho dan Rere baik-baik. Sampai jumpa 3 bulan lagi" ucap Rio melepaskan pelukannya kemudian menatap zhea dan menghapus air mata sahabatnya itu.


"Udah jangan nangis. Ini pertama kalinya lho, gue lihat lho nangis. Ternyata jelek ya kalo lho lagi sedih kayak gini" ucap Rio mencairkan suasana


"Ishh apaan sih Yo." Ucap zhea tertawa


"Nah gitu dong senyum, kan tambah cantik. Lagian lho sama Rere kan bisa jengukin gue sama Niko kapan pun. Begitu juga dengan kita, jika liburan kita akan balik kesini. Ini bukan perpisahan untuk selamanya, cuma 2 tahun kok Zhe. Itupun kita masih bisa bertemu"


"Tetap aja beda rasanya kalo nggak ada kalian"


"Gue harus kasih tahu Rere. Bagaimanapun rere harus tahu kepergian Rio. Kalo nggak ntar dia ngamuk lagi sama gue"


Zhea langsung menghubungi Rere tanpa menunggu lama Rere menerima panggilan telponnya, walau tidak melihat siapa yang menelepon


"Ya, siapa" ucap Rere masih dalam keadaan setengah tidur.

__ADS_1


"Lho masih tidur ya re"


"Ternyata lho zhe, ada apa?"


"Rio ninggalin kita re. Dia juga pindah kuliah ke AS. Hari ini keberangkatannya",


"What kok bisa?" Ucap Rere beranjak duduk


"Gue juga nggak tahu. Gue di aksih tahunoleh kepala dosen, untungnya gue bisa ketemu dia di bandara kalo dan sekarang dia udah berangkat"


"Tunggu dulu, lho nggak lagi becandakan Zhe. Masa baru di tinggal gue sehari aja Rio udah kabur",


"Gue nggak lagi becanda re. Ngapain juga becanda soal beginian"


"Tapi.. bagaimana bisa. Gue tutup dulu, gue bakalan susul dia ke AS" ucap Rere memutuskan sambungan telpon.


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️

__ADS_1


DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️


__ADS_2