BAD GIRL

BAD GIRL
Rencana pertemuan


__ADS_3

Bab 92


"Memang sebaiknya lho ngebujuk exsel buat pergi ke Singapore"


"Tapi, permasalahannya perawatan di sana sangat mahal. Gue nggak mau ngebebanin exsel nantinya, bagaimana jika exsel tidak mempunyai cukup uang untuk biaya pengobatan Tante di sana. Karena kita tidak tahu berapa lama Tante akan di rawat di sana nantinya"


"Ambil ini. Gunakan ATM ini untuk biaya pengobatan Tante Sarah. Gue yakin, berapa pun biayanya uang isi ATM itu akan cukup untuk membiayainya" ucap zhea meletakkan Kartu card-nya di hadapan exsel


"Kau yakin?"


"Tentu saja. Lakukan apa saja yang terbaik untuk Tante Sarah. Jika ada apa-apa langsung hubungi gue. Dan jangan bilang-bilang ke exsel bahwa gue yang membiayai pengobatan Tante Sarah. Intinya jangan bilang apapun pada exsel"


"Baiklah, saya mengerti. Ayo bertukar nomor telpon, agar bisa saling menghubungi"


Setelah bertukar nomor telpon, zhea lalu keluar dari ruangan Adnan.


Zein yang melihat zhea pun langsung menghampirinya.


"Ngapain lho di sini" ucap zhea ketus


"Tadi, om Leon nyuruh aku buat nemenin kamu"


"Ck" ucap zhea memutar bola matanya


"Ada urusan apa kamu ke sini pagi-pagi seperti ini"

__ADS_1


"Gue mau ngapain aja di sini,itu bukan urusan lho"


"Oke. Apa kamu sudah makan?"


"Basi banget sih pertanyaan lho. Lebih baik, lho pergi deh dari hadapan lho"


"Bisa ngomong sebentar, ini tentang perjodohan kita"


"Apa! Ngomong aja, dari tadikan lho juga udah ngomong"


"Tapi, gue lapar. Temenin gue makan dulu ya. Di kantin rumah sakit ini juga nggak apa-apa"


"Ya, terus lho mau di mana lagi" ucap zhea beranjak menuju kantin rumah sakit.


Setelah sampai di kantin rumah sakit, zhea langsung duduk sementara Zein pergi memesan makanan.


"Gue nggak lapar, udah to the point aja


,apa yang mau lho omongin"


"Bentar zhe, nggak perlu buru-buru. Tunggu sampai aku habiskan makanan ini dulu"


"5 menit. Jika dalam waktu lima menit, lho belum juga selesai makan. Gue bakalan pergi, dan nggak mau tahu lagi tentang perjodohan-perjodohan kita itu"


"Kalu gitu, aku cerita sambil makan aja" ucap Zein mulai makan

__ADS_1


"Jadi apa yang mau lho omongin. Cepat ngomong jangan buang-buang waktu. Gue ada urusan"


"Apa kamu mau pergi ke kampus. Aku antarin aja gimana"


"Gue bisa sendiri! Udah deh nggak perlu bahas-bahas masalah lain, kalo emang nggak ada yang mau di omongin gue pergi sekarang" ucap zhea beranjak pergi.


"Duduk duku. Aku akan ceritakan" uacp Zein dengan cepat mengenggam tangan zhea.


Zhea pun kembali duduk,dengan tangan bersidekap di dada dan kaku yang di silangkan


"Keluargaku sudah menyetujui perjodohan yang papamu anjurkan kepada kami"


"Mereka menerimanya, bukankah kau bilang ingin mencarikan cara untuk membatalkan perjodohan ini. Kenapa, mereka malah menerimanya"


"Mungkin, karena papaku, dan papamu berteman baik dan mempunyai kontrak kerja sama"


"CK. Jadi,mereka ingin menikahkan kita karena urusan pekerjaan mereka. Dasar penggila harta"


"Keluarga kita ingin mengadakan pertemuan. Apa kau bersedia untuk datang"


"Gue sibuk. Tapi, gue cuma punya waktu luang malam ini, di jam delapan."


" aku akan mengabari mereka nanti dan meminta mereka untuk menyiapkan pertemuan kita nanti. "


"Jika tidak ada lagi yang ingin di bicarakan, gue pergi dulu" ucap zhea beranjak pergi

__ADS_1


"Sampai jumpa nanti malam" ucap Zein senyum kesenangan


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻


__ADS_2