BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 229


__ADS_3

Bab 229


"Tolong dokter pikirkan lagi tentang ini. Saya harap, perceraian antara kalian tidka pernah terjadi. Kita akan kembali ke AS hari ini, awalnya kita ingin tetap di sini, karena tidak mungkin meninggalkan zhea di saat seperti ini. Tapi, baik zhea maupun dokter sepertinya sudah menyerah Dengan pernikahan kalian. Kalian saja sudah ada niatan untuk bercerai. Untuk apa lagi kita di sini, dan berharap kalian bisa bersama-sama kembali? Sedangkan, Kemungkinan untuk itu saja tidak ada " ucap Niko


"Saya benar-benar berharap dokter masih ingin mempertahankan zhea" ucap Rio


"Ingatlah dok, untuk tidak datang ke mansion terkutuk itu seorang diri"ucap Rere


Exsek hanya mengan


"Kamu juga ikut ke AS Rere?"


"Hum, alasan saya di sini karena zhea. Tapi sekarang zhea sudah kembali dan hidup dengan aman di mansionya. Tidak ada alasan lagi buat tinggalkan dok?"


"Zhea mungkin butuh teman untuk bercerita. Jika kamu ikut pergi, dia benar-benar sendiri, apalagi dia tidak punya teman lain selain kalian bertiga"


"Saya pergi untuk kembali dok. Saya sengaja pergi, agar zhea memikirkan baik-baik apa yang harus dia lakukan"


Exsel hanya mengangguk


"Kalau begitu, kita pamit dok. Sampai ketemu" ucap Niko


Lagi-lagi exsel hanya mengangguk.


"Apa kita benar-benar harus berpisah?" Ucap exsel menatap fotonya dan zhea yang dia letak di meja kerjanya


________________


Zhea berada di kos-kosan Niko, beberapa kali dia mengetuk-ngetuk pintu namun tidak ada jawaban.



"Mereka nggak mungkin udah berangkat kan" gumam Zhe.


"Kita kebandara sekarang, kalian cari mobil lain" ucap zhea buru-buru naik ke mobil dan meninggalkan 2 orang yang mengawalnya.


"Nona... cepat cari taksi. Jangan Sampai Nona kabur" ucap salah satu dari mereka


20 menit kemudian zhea sampai di bandara. Dia berlari dari satu ruangan ke ruangan lainnya mencari ketiga sahabatnya itu.


"Nggak, mereka pasti belum terbang. Ini belum jadwalnya kan" ucap zhea hampir frustasi namun dia tetap berlari dan melihat-lihat arah sekitarnya.


"Nona, ayo kita pulang ke mansion. Tuan sedang menunggu nona di sana"


"Kau tidak lihat aku sedang mencari sahabatku! Apa kau gila! Jangan harap gue bakal pulang sebelum ketemu sama mereka" teriak zhea dengan nafas yang tersengal-sengal karena berlarian sedari tadi.


Beberapa saat kemudian, dari kejauhan zhea melihat sosok ketiga sahabatnya itu. Zhea berlari menghampiri mereka


"Rere...."

__ADS_1


"Niko...."


"Rio..."


Mendengar suara yang familiar dan nama mereka di sebut pun ketiganya melihat ke sumber suara


"Zhea" ucap Niko lirih


Shea langsung memeluk ketiga sahabatnya itu "syukurlah, kalian masih di sini" ucapnya


"Heum, penerbangan kami 10 menit lagi" ucap Niko


"Re, lho juga pergi?" Ucap zhea yang melihat Rere memegang kopernya


"Heum".


"Lho ninggalin gue di sini sendirian re? Lho pernah bilang nggak bakal ninggalin gue dan bakal bawa gue kemanapun lho pergi"


"Itu dulu. Tapi, sekarang udah nggak ada alasan lagi buat tinggalkan Zhe?"


"Kalo lho pergi, nanti gue sama siapa re?"


"Keluarga lho dan calon suami lho yang kaya raya itu"


"Re..."


"Udahlah Zhe, gue kecewa banget sama lho. Memang ini kan yang dari awal lho mau? Lho jahat Zhe, benar-benar jahat. Lho bakalan Nyesal jika ngelepas dokter exsel. Karena apa? Karena ada Tiffany dan celline yang siap gantiin posisi lho. Dan satu lagi, lho benar-benar ingin ceraikan? Kita udah ceritain semuanya ke dokter exsel. Dan dia setuju buat cerai. Lho senangkan sekarang Zhe?. Kalo gue jadi lho, gue nggak bakalan lepasin dokter exsel, dia itu orang baik Zhe. Lho nya aja yang bodoh, dan terlalu mikirin hal-hal yang belum tentu terjadi. Tapi, nggak ada sedikitpun lho mikirin perasaan dokter exsel Zhe. Jika bokap lho bilang exsel nggak baik buat lho, tapi sebenarnya lho yang nggak baik buat dia "


"Re...." Ucap Niko


"Kak Rere, maaf ya aku telat. Soalnya jalanan macet. Untung nggak ketinggalan pesawat" ucap Tasya


"No problem. Ayo kita pergi" ucap Rere menarik tangan Tasya masuk ke dalam pesawat


"Kita pergi dulu Zhe, pesawat udah mau lepas landas. Lho, jaga diri baik-baik" ucap Niko memeluk Shea sebentar, kemudian bergantian dengan Rio


"Pikirkan lagi dengan kepala jernih tentang pernikahan lho zhe" ucap Rio melepaskan pelukannya


Niko dan Rio masuk ke dalam pesawat. Rere melihat Zhea dari jendela pesawat, namun saat zhea melihatnya dia memalingkan wajahnya.


"Gue pergi agar lho bisa mikir Dengan baik, kalo keputusan lho itu salah Zhe" batin rere


__________________


"Dari mana saja kamu zhea? Papa sudah 2 jam menunggu kamu. Kamu tahu, papa ini sibuk, banyak pekerjaan yang harus di selesaikan" ucap Leon ketiga zhea memasuki mansion


"Saya malas debat" ucap Shea malas


"Siapa yang ngajak kamu berdebat"

__ADS_1


"Katakan, ada apa mencari saya?"


"Ini, surat perceraian kalian. Tanda tangani dan pinta dokter itu juga menandatanganinya. Kalo dia nggak mau, maka kami akan mendapatkan tanda tangannya secara paksa" ucap Leon


"Woww Kerja kalian sangat cepat" ucap zhea mengambil berkas itu


"Bukankah kamu sendiri yang bilang, lebih cepat lebih baik"


"Anda benar tuan" zhea lalu melangkah pergi


"Mau kemana kamu? Papa belum selesai bicara zhea"


"Meminta tanda tangan calon mantan suamiku, bukan kah itu yang anda mau tuan. Bukankah lebih cepat lebih baik. Oh ya satu lagi, anda bilang anda sibuk kan? Kembalilah ke kantor sekarang. " ucap zhea tersenyum sinis kemudian melangkah pergi.


"Tanda tangani dulu surat perceraian itu, baru kamu bisa pergi"


Zhea lalu menandatangani berkas itu. "And puas sekarang?" Ucap zhea kemudian melangkah pergi


_______


30 menit zhea menunggu exsel di ruangannya, karena exsel sedang memeriksa pasien. Dia melihat fotonya dan exsel di meja, mengambilnya lalu tersenyum.


Exsel yang tidak tahu jika ada zhea di ruangannya, karena zhea duduk membelakanginya. Dan zhea juga meminta kepada pengawalnya untuk menunggunya di luar rumah sakit


Mendengar pintu di buka, zhea langsung memutar kursi. Saat itu exsel sedang melepas jasnya ingin berganti pakaian


Zhea memalingkan wajahnya, melihat exsel menarik bajunya ke atas.


"Hemm" Shea berdehem keras


Exsel melihat ke arah zhea, dia dengan cepat menurunkan kembali bajunya dan memeluk erat zhea. Sudah hampir satu Minggu dia tidak melihat istrinya itu."Kamu kembali?" Ucapnya


Zhea menahan dirinya agar tidak membalas pelukan exsel.


"Kita harus bicara sel"


"Ayo kita pulang. Dan bicara di rumah" ucap exsel menggenggam tangan zhea


Zhea melepaskan tangan exsel darinya.


"Jangan bersikap seolah-olah kamu tidak mengetahui apapun sel"


"Maksud kamu?" Exsel sengaja bersikap seolah-olah dia tidak mengetahui apapun. Dia ingin mendengar langsung apa yang di ceritakan ketiga sahabat zhea itu dari mulut zhea sendiri


"Niko, Rere dan Rio. Mereka sudah memberi tahumu kan?"


"Aku tidak mempercayai mereka" ucap exwel duduk berhadapan dengan zhea


"Kamu harus mempercayai mereka sel. Karena apa yang di ceritakan mereka itu benar adanya"

__ADS_1


"Apa kamu tahu apa yang mereka ceritakan padaku?"


"Mari berpisah secara baik-baik sel" ucap sel menyondorkan berkas perceraian mereka


__ADS_2