BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 205


__ADS_3

Bab 205


"Kalian benar-benar cocok. Satunya ganteng satunya lagi cantik" sahut yang lainnya


"Benar tuh. Kak zhea beruntung banget, dikelilingi cowok-cowok ganteng. Masa kecilnya di jaga raja balap kita, gedenya nikah sama dokter tampan" imbuh yang lainnya


Zhea hanya tersenyum masam mendengar ucapan-ucapan dari para fansnya.


"Kak zhea kenalin ke kita dong suaminya"


"Apalagi sih yang mau di kenalin, perasaan dari tadi Rere udah sebutin deh nama exsel. Plus pakai dokter lagi di depannya" batin zhea


Namun zhea tetap memperkenalkan exsel ke mereka. Dan Mereka pun merekam serta mengambil foto-foto zhea dan exsel.


"Semuanya, kenalin, ini exsel Alexander. Dia seorang dokter dan dosen" ucap zhea mencoba tersenyum ramah


"Wah udah ganteng, pintar, berprestasi. Pokoknya paket komplit deh. Kak zhea beruntung banget deh nikah sama kak exsel"


Zhea hanya tersenyum, "kak exsel kak exsel, emangnya sejak kapan exsel punya banyak adik" gerutu zhea dalam hati


"Kak exsel boleh foto bareng nggak" ucap salah satu fans zhea berdiri di samping exsel dan siap mengambil foto. Namun, zhea melepaskan genggaman tangannya dari exsel dan merampas hp fansnya itu.


"Maaf ya. Kita harus pulang dulu, adik kita juga sudah tidur. dan suami saya ini pastinya juga capek" ucap zhea mengembalikan hp fansnya itu, kemudian masuk ke dalam mobil.


Exsel hanya tersenyum ke para fansnya zhea kemudian ikut masuk dan mobil pun meninggalkan arena sirkuit.


"Demi apa? Gue lagi nggak salah lihat kan? Zhea cemburu sama dokter exsel. Dan cemburunya itu, ke fans-fansnya dia sendiri. Gila sih ini, gue yakin nggak lama lagi bakalan bucin akut lho Zhe sama dokter exsel. Bagus deh, jadi gue nggak perlu ngasihanin lho yang harus jadi janda muda nantinya. Gue harus kasih tahu ke Rio Niko soal hari ini" batin Rere


"Ya, kak zhea kok pergi. Kak Rere di tinggal sendiri, apa kakak nggak ada rencana buat nikah juga kayak kak zhea"


"Sekarang sih belum" ucap Rere mengulum senyumnya


"Kenapa nggak nikah sama kak niko atau Kaka Rio aja kak. Kalian kan udah temanan dari kecil"


"Mereka itu, udah gue anggap seperti sodara sendiri. Lagi pula mereka nggak mungkin juga tertarik dengan adik kecil mereka ini" ucap Rere ragu-ragu


"Em, tapi kakak dan kak Rio terlihat sangat cocok. Kami sangat mendukung kalian, semoga saja kalian sampai menikah"


"kalian nggak boleh berekspektasi lebih itu, takutnya nanti akan mengecewakan kalian"


"Kok kak Rere ngomong gitu? Apa kakak nggak suka sama kak Rio"


"Baik Rio maupun Niko. Mereka itu udah gue anggap sebagai sodara laki-laki gue sendiri. Udahlah kok jadi ngebahas soal ini. Yang menang balapan kan zhea? Gue pulang duluan, kalian pulanglah juga dan hati-hati"

__ADS_1


"Kak Rere juga hati-hati" ucap para fans bersamaan


"See you" ucap Rere melambai-lambaikan tangan ke mereka



Zhea dan exsel berada di kamar. Saat zhea ingin masuk mandi, langkahnya terhenti saat exsel memanggilnya


"Zhe, boleh minta waktunya sebentar. Ada yang ingin aku omongin" ucap exsel setelah meletakkan El-razka di kasur.


"Aku mandi dulu" ucap zhea melanjutkan langkahnya ke kamar mandi. Sementara exsel hanya mengangguk


"Ayo bicara di luar. Kalo ngomong di sini, takutnya el-razka terbangun nanti" ucap zgea keluar dari kamar mandi setelah 10 menit.


Di sinilah mereka sekarang, berada di ruang tamu.


"Mau ngomong apa?" Ucap zhea mendudukkan dirinya di sofa


"Apa hari ini sangat melelahkan?"


"Lumayan"


"Kalo begitu istirahatlah. Besok saja ngomongnya. Ini juga nggak terlalu penting"


"Apa kamu lihat aku dan Tiffany di perpustakaan tadi?"


"Liat"


"Ini nggak seperti yang kamu lihat Zhe. Tiffany tiba-tiba aja jatuh ke pangkuan aku. Aku nggak bohong Zhe" jelas exsel


"Apa hanya ini yang mau kamu omongin?"


"Kamu boleh nggak peduli Zhe. Tapi aku merasa harus jelasin ini sama kamu"


"Kenapa?"


"Karena kamu istri aku. Aku nggak mau di rumah tangga kita ada kesalahan pahaman"


Zhea melihat ke arah exsel, setelah mendengar ucapannya. Ntah mengapa hatinya menghangat mendengar ucapan exsel itu.


Sementara exsel dari tadi dia memiringkan tubuhnya agar bisa menghadap dan melihat zhea dari dekat. Mereka berada berdua duduk di satu sofa panjang.


"Dan, masalah tadi. Apa nggak apa-apa kamu ngakuin aku ke media bahwa aku ini suami kamu" sambungnya

__ADS_1


"Kenapa? Kamu keberatan? Lagian, kenapa kamu bisa ada di sana"


"Nggak, aku nggak keberatan sama sekali, justru aku malah senang, karena kamu nggak marah aku ke sana dan bilang ke fans-fans kamu kalo aku suami kamu. Makasih ya" ucap exsel tersenyum manis


Zhea terpanah melihat senyuman exsel, dia baru menyadari bahwa suaminya itu sangat berkali-kali lipat ketampanannya ketika sedang senyum.


"Zhe, kok kamu liatin aku begitu? Apa ada yang salah?" Ucapan exsel berhasil menyadarkan zhea yang terhipnotis senyumannya itu.


Zhea memalingkan wajahnya dari exsel, ntah kenapa dia tiba-tiba merasa gugup.


"Heum" zhea berdehem untuk mengurangi kegugupannya


"Nggak ada yang salah. Tapi, jika ada yang nanya ke kamu bekerja di RS mana atau mengajar di kampus mana. Jangan jawab apapun, apalagi sampai menanyakan alamat rumah"


"Kenapa?"


"Itu mungkin para fans, jadi jangan jawab apapun jika mereka bertanya. Kamu cukup menghindari mereka. Karena jika mereka tahu keberadaan kamu, mereka akan selalu ganggu kamu nantinya"


"Mereka kan fans kamu. Jadi nggak mungkin mereka nyari aku"


"Aku bisa lihat, semua fans ku itu menyukaimu. Jadi, jika kamu ingin tenang hindari mereka. Jika mereka tahu kamu dimana, maka mereka akan mendatangi kamu setiap harinya. Jika sudah begitu, kamu akan terjebak sama mereka dan pekerjaan kamu akan terbengkalai nantinya"


"Aku ngerti. Tapi, apa selama ini mereka nggak tahu tempat tinggal kamu?"


"Sebagian dari mereka mungkin mengira aku tinggal bersama tuan marga. Lagi pula, aku selama ini hidup berpindah-pindah, pastinya mereka tidak akan menemui tempat tinggalku"


Exsel mengangguk paham. "Pasti kamu senang banget ya, secara fans kamu banyak gitu" ucapnya


"Nggak terlalu"


"Kenapa?"


"Di saat berada di arena balapan memang senang. Karena banyaknya support yang membuatku semakin semangat. Tapi, jika balapan sudah selesai, mereka akan mengerumuni kita sampai-sampai kita berdesakan. Dan mereka akan menginterview, jika kita tidak meladeni mereka, maka kita akan kejar-kejaran sama mereka layaknya boronan polisi"


"Sampai segitunya?"


"Heum. bahkan, pernah kita di wawancarai sama mereka 5jam lamanya. Maka dari itu, aku minta kamu menghindari mereka dan jangan jawab apapun mengenai keberadaan kita"


Exsel tidak menyangka zhea akan berbagi pengalaman dengannya. Walaupun pada kenyataannya, exsel juga selalu di kejar-kejar wanita sejak SMA.


Di pikirkannya tadi, zhea akan marah besar, karena dia datang ke sirkuit. Dan dia dengan terpaksa memperkenalkannya pada mereka.


Itulah sebabnya dia ingin mengajak zhea bicara. Dia takut zhea marah dan meminta cerai darinya

__ADS_1


Sungguh, dia sangat takut hal itu terjadi. Ntahlah, hidup seperti orang asing saja, exsel sangat mensyukurinya. Dia tidak berharap banyak, cukup zhea selalu berada di sampingnya. Urusan cinta, ah biarlah berjalan sebagaimana mestinya. Karena dia sendiri, tidak mengerti dengan perasaannya.


__ADS_2