
Bab 253
Hari beranjak malam, hanya Rere yang menunggu zhea di rumah sakit.
"Dalam satu hari ini, 3 sacandal yang lho buat Zhe" ucap Rere fokus ke laptopnya
"Bukankah gue bakal bertambah populer sekarang?"
"Gila lho ya. Sekarang haus ke populeran lho?"
"Gue nggak begitu yakin. Sekarang gue pasti di maki-maki sama fansnya Tiffany dan nyonya lara sekarang"
"Para penggemar kalian saling serang sih sebenarnya"
Zhea hanya tersenyum smirk
"Lho yakin Zhe, mau hancurin karier nyokap lho dan Tiffany? Gue rasa ini agak keterlaluan. Kita cukup tuntut mereka aja"
"Gue yakin. Sebaiknya lho pulang sekarang gue bisa sendiri di sini. Lho juga harus gantiin gue besok di kantor"
__ADS_1
"Nggak apa-apa, gue bisa temanin lho"
"Pulang re, gue bilang pulang. Dan jangan ngebantah!"
Dengan berat hati Rere akhirnya menurut "oke deh. Besok pagi sebelum ke kantor gue usahain datang ke sini"
"Jemput gue sore hari aja. Gue di bolehin pulang besok sore"
Rere menganguk kemudian beranjak pergi.
Tepat pukul 12 malam, exsel diam-diam masuk ke kamar zhea. Dia sedari tadi menunggu zhea tertidur untuk mengecek kembali kondisi zhea.
Exsel memeriksa selang infus kemudian duduk di kursi samping brankar.
Exsel melihat zhea masih memakai gelang pemberiannya dulu tersenyum. Exsel menggenggam tangan zhea kemudian menciumnya. Zhea yang merasa ada pergerakan pun terbangun. Saat ingin membuka matanya zhea mendengar suara exsel, zhea berpura-pura tetap tidur ingin mendengar ucapan exsel.
__ADS_1
"Terimakasih masih memakai gelang ini. Aku sangat senang Zhe, dan aku bertambah yakin jika kita belum bercerai. Maaf, karena tidak bisa melindungimu. Jangan seperti ini lagi Zhe, hilangkan rasa dendam mu. Kamu hanya membuat masalah untuk dirimu sendiri. Aku tidak mau kamu jadi bahan pembicaraan orang-orang. Berhentilah jadi mesin Orang-orang itu. Kamu harus hidup Dengan kemauan kamu sendiri. Jika memang kita sudah bercerai aku akan menerimanya asal itu membuatmu bahagia. Kenapa meninggalkan ku di saat kamu harus melawan penyakit yang ganas seperti ini Zhe. Kenapa kamu tidak ingin membagi rasa sakit dan deritamu ke aku. Kenapa menyembunyikan semua ini, bangunlah di pagi hari, temui aku dan bilang bahwa kamu tidak baik-baik saja. Aku akan berusaha menyembuhkan kamu Zhe, sesulit apapun itu. Aku akan mempertaruhkan semuanya termasuk nyawaku sendiri, datanglah kepadaku maka aku akan memelukmu Dengan erat, Mengenggam tanganmu dan berdiri di sampingmu sampai maut memisahkan kita. Kita akan hidup bahagia bersama anak-anak kita nantinya"
"Kamu pernah bilang bahwa kehidupan kamu yang sekarang adalah ke palsuan. Berhentilah berpura-pura kuat, pura-pura sehat dan menipu semua orang seperti ini. Jujurlah pada diri sendiri Zhe, jangan seperti ini. AKU MOHON SAYANG"
Tes
Air mata zhea menetes mendengar semua ucapan exsel. "Gue juga ingin hidup bahagia sama lho sel. Tapi, gue nggak bisa" batin zhea
Zhea menggenggam erat tangan exsel, kemudian menggeliat Menganti posisi agar exsel tidak curiga bahwa dia hanya pura-pura tidur.
Exsel menatap lekat-lekat wajah zhea yang menghadapnya itu. "Aku merindukanmu ZHEA PRAMUDYA SIYAH MARGA . sangat rindu. Bisakah kita tinggal satu rumah lagi? Sehingga rindu ini bisa berhenti"
exsel tersenyum sambil terus menatap zhea.
"Andai watu bisa berhenti, aku ingin berada di posisi sekarang untuk selamanya" ucap exsel.
Hingga pukul 5 shubuh exsel tidak memejamkan matanya karena terus melihat zhea dan rasanya rindu itu semakin menggebu.
"AKU PULANG DULU SAYANG. JANGAN TERLUKA LAGI, SANGAT MENYAKITKAN BAGIKU MELIHAT KAMU TERLUKA DAN AKU TIDAK BISA BERBUAT APA-APA. MAAF, AKU MUNGKIN BUKAN SUAMI YANG BAIK BUAT KAMU SELAMA INI. CEPATLAH PULANG KE RUMAH DAN BILANG JIKA KAMU MASIH ISTRIKU. AKU MENUNGGU KEDATANGAN MU SAYANG. AKU PERGI DULU, JIKA TIDAK, KAU AKAN MARAH MELIHATKU NANTI. JIKA KONDISIMU SEKARANG STABIL, AKU TIDAK AKAN PERGI WALAU KAMU MENGUSIRKU SERIBU KALI. JANGAN MENYAKITI DIRI SENDIRI LAGI, KAMU MUNGKIN SUDAH TERBIASA TERLUKA. TAPI AKU TIDAK INGIN HARTA BERHARGAKU HARUS BERDIAM DI RUMAH SAKIT SEPERTI INI. KEMBALILAH KAPANPUN KAU MAU, AKU AKAN SELALU MENUNGGU " bisik exsel di telinga zhea. Dia mencium lama dahi zhea kemudian beranjak pergi meninggalkan ruangan zhea
Setelah exsel pergi, air mata zhea tak tertahankan lagi. "Gue juga sangat ingin kembali sel, tapi gue nggak bisa" batin zhea
Pagi ini media kembali gencar, Tiffany memposting kritik pedas untuk zhea:
__ADS_1
~Dia (zhea Pramudya siyahmarga) datang ke kediaman kami hanya untuk mencari Masalah. Jika kalian mengatakan pihak keluarga kami yabg bersalah, maka itu tidak benar. Dia yang datang ke mansion kami tanpa undangan. Dulu, dia tidak memakai nama belakang nya "siyahmarga" karena dia sangat membenci kedua orangtuanya karena mereka bercerai. Lebih anehnya lagi, zhea sangat membenci papanya (TUAN LEON MARGA) karena tuan Leon menikah lagi. Saya rasa tidak ada yang salah dengan itu, tapi dia (zhea) malah meretakkan hubungan mereka. Selama pernikahan tuan marga dan nyonya Cathlin, zhea tidak pernah pulang ke mansion. Dia juga sangat membenci nyonya Cathlin. Tidak ada hubungan yang baik yang zhea punya. Dia hanya ingin berbicara dengan sahabatnya dan tidak ramah terhadap orang lain. Bukankah itu terlalu sombong? Tapi sekarang, dia sudah menjadi seorang ceo sehingga Dia kembali memakai nama belakang marga. Tapi, dia tidak mengakui nama Siyah sebagai nama belakangnya. Saya rasa, mama tidak bersalah dengan mengekspos zhea yang sebenarnya adalah anak kandungnya. Kalian pasti terkejut, aku dan zhea adalah saudara tiri. Hubungan kami tidak baik, karena zhea adalah orang yang pembakang, tidak tahu aturan dan di kampus selalu membuat masalah. Ya, karena bokapnya berkuasa dia bisa bertahan di kampus, walaupun pada akhirnya tetap di keluarkan. Masalah yang terjadi kemarin, saya rasa itu di sengaja atau di rencanakan. Zhea mungkin memiliki dendam kepada keluarga kami sehingga mencoba membuat masalah seperti ini. Zhea meletakkan jari-jari saya ke lehernya, dan menuntut tangan saya untuk mencakarnya. Saya berani bersumpah saya tidak melakukan hal itu. Untuk mendorong adiknya (EL-RAZKA MARGA) itu suatu ke tidak sengajaan. Karena tiba-tiba dia memeluk kakiku.
Zhea itu tidak seperti yang terlihat, dia gadis kaku dan tak berperasaan. Bolak balik masuk rumah sakit sudah biasa baginya, tapi dia tidak memikirkan orang-orang di sekitarnya yang mengkhawatirkannya. Biar ku beritahu, Shea itu sosok perempuan yang (MATI RASA) semua keramahan yang dia tunjukkan ke media itu hanya topeng. Dia juga mengancam akan menghancurkan bisnis keluarga kami . Hanya ini yang ingin saya sampaikan, keluarga kami tidak bersalah. Untuk para fansku tenang saja, aku baik-baik saja sekarang. Terimakasih karena telah memperhatikan dan mengkhawatirkanku"