
BAB 247
Zhea terbangun, dia begitu terkejut melihatnya yang berada di rumah exsel. Zhea mencoba untuk duduk, namun tubuhnya terasa sangat sakit dan pusing di kepalanya.
"Gue kenapa bisa di sini?" Gumamnya menyenderkan kepala di headboard
"Kamu sudah bangun?" Ucap exsel
"Kenapa gue di sini?"
"Aku juga nggak tahu kenapa kamu bisa ke sini?"
"Maksud kamu?"
"Cobalah untuk mengingat-ingat kembali apa yang terjadi sama kamu tadi malam?"
Zhea mencoba mengingat tapi tidak bisa. Zhea memegang kepalanya karena pusing, dia meraba-raba kepalanya yang di perban. Dia juga terkejut melihat salah satu telapak tangannya terluka.
"Ini kenapa?" Gumam zhea
"Kamu juga nggak sadar bahwa kamu terluka?"
Zhea menggeleng
"Tadi malam kamu mabuk. Dan nabrak pagar rumah"
"What!" Pekik zhea
"Tenang saja, mobilmu sudah di bawa Adnan ke bengkel"
"Jam berapa sekarang?"
"Hampir jam 10"
"Gue harus ke kantor sekarang" panik zhea namun baru beberapa langkah, kepalanya terasa pusing, penglihatannya buram dan sakit di perutnya yang teramat.
"Nggak, please jangan sekarang. Gue harus bisa, exsel nggak boleh tahu tentang penyakit gue" batin zhea yang paham akan kondisi tubuhnya yang akan lemah jika tidak meminum obat
"Kenapa" exsel khawatir, memegang kedua bahu zhea
Zhea berkeringat dingin dan air matanya menetes menahan rasa sakit yang lebih sakit dari sebelumnya.
"Kenapa nangis? Apa sangat sakit?"
Zhea tidak bisa menahan lagi, dia batuk dan muntah-muntah darah di hadapan exsel.
"Zhea kamu kenapa?" Exsel bertambah panik
"Gu-e..." Zhea tidak bisa melanjutkan ucapannya, karena pingsan.
"Zhea...zhe.... zheaaa" ucap exsel menepuk-nepuk pipi zhea.
Exsel mengecek kondisi tubuh zhea "nggak ini nggak mungkin" gumam exsel kemudian langsung ke mengendong zhea dan membawanya ke rumah sakit.
__________
__ADS_1
"Dokter exsel kembali?" Ucap suster yang melihat Exsel. Sementara exsel tidak menjawab apapun, dia mendorong brankar zhea masuk ke ruangan
"Dimana Adnan?" Ucap exsel
"Dokter Adnan tidak ada di sini sekarang" ucap suster
Exsel akhirnya bertindak sendiri, untuk memeriksa zhea.
Beberapa jam kemudian, exsel membaca hasil pemeriksaan kesehatan zhea. Tangan exsel gemetaran setelah mengetahui penyakit zhea.
"Jadi, dugaanku benar" gumamnya. Exsel berlari ke ruangan zhea, namun ruangan itu kosong. Zhea sudah pergi dari sana.
"Zhea....zheaaaa" teriak exsel memeriksa kamar mandi. Melihat tidak ada zhea di sana, exsel berlari mencari zhea ke halaman rumah sakit.
Sementara itu, Zhea bersembunyi di ruangan sebelah kamarnya. Melihat exsel menjauh, zhea keluar dari tempat persembunyiannya dan pergi mencari jalan keluar. Zhea keluar dari rumah sakit, menggunakan pintu samping rumah sakit. Sementara exsel berada di parkiran rumah sakit.
Saat tersadar, ketika dia menyadari bahwa dia di rumah sakit, zhea ingin pergi karena tidak mau exsel mengetahui penyakitnya. Namun, ketika baru keluar dari kamar dia melihat exsel dengan cepat dia pun bersembunyi ke kamar sebelahnya.
______________
Zhea kembali ke mansionya. Cathlin yang melihatnya pun langsung khawatir.
"Zhea kamu kenapa?"
Zhea hanya menggeleng. Cathlin langsung memapah zhea ke kamarnya.
"Tolong hubungi Zein biar bawa obatku ke sini" ucap zhea lemah
"Jangan banyak tanya mama muda. Lakukan saja" ucap zhea memejamkan matanya
"Mama muda?" Ulang Cathlin tak percaya Dengan apa yang dia dengar
Sementara zhea yang terpejam hanya tersenyum tipis.
30 menit kemudian Zein pun datang. Zhea keluar dari kamarnya setelah berganti pakaian, dan melepas perban di kepala dan tangannya.
"Kamu kenapa Zhe?" Ucap Zein yang melihat dahi dan bibir zhea.yang terluka
"Kecelakaan"
"Kecelakaan? Kok bisa?"
"Gue mabuk, dan nggak tahu gimana ceritanya bisa nabrak pagar rumahnya exsel"
"Pagar rumah exsel?. Emang lho ngapain ke sana"
"Gue kan nggak sadar ke sananya"
"Coba lho ingat-ingat lagi apa yang terjadi sama lho"
__ADS_1
"Gue nggak ingat. Pusing gue kalo coba ngingatinnya" bohong zhea. Padahal dia sudah mengingat semuanya
"Ini obat lho. Bukannya kemarin baru beli? Lho nggak minum satu botol obat itu satu hari kan Zhe?"
"Enak aja. Yang ada langsung mati gue overdosis"
"Kali aja"
"Obat gue ketinggalan di mobil. Gue minta lho ambil mobil gue sama exsel. Sebelum dia meriksa tuh mobil dan nemuin tuh obat"
"Oke. Nanti gue minta Raka yang handle"
"Harus lho. Kalo Raka yang ambil ntar dia curiga lagi itu obat apaan"
"Benar juga"
"Dan satu lagi. Tolong ambil card gue sama pemilik club teman lho itu. Gue lupa ngambilnya tadi malam"
Zein hanya mengangguk kemudian dia teringat sesuatu "kamu mabuk? Berapa banyak alkohol yang kamu konsumsi? Kamu itu nggak boleh minum alkohol Zhe. Ntar penyakit kamu tambah parah"
"Buktinya sekarang gue baik-baik aja kan?"
_________
Benar dugaan zhea, exsel sekarang berada di bengkel dan memeriksa mobil zhea.
Exsel meremas botol obat itu, ntah apa yang dia rasakan dia hanya terdiam membisu.
Sementara itu, Zein baru sampai di bengkel. Karena tidak menemukan exsel di rumahnya, Zein inisiatif mencari mobil Shea di bengkel terdekat dan benar dugaannya.
Zein dan exsel bertemu. Zein terkejut melihat exsel yang memegang obat zhea.
"Jangan mengambil barang yang bukan milikmu" ucap Zein merebut obat itu dari tangan exsel. Exsel yang sedari terdiam akhirnya tersadar karena Zein merebut obat itu.
"Lho tahu zhea sakit?"
"Siapa bilang zhea sakit. Ini obatku bukan obat zhea"
"Benarkah? Tapi sayangnya aku sudah melakukan tes untuk kesehatan zhea. Dan dia sedang sakit parah sekarang. Dan obat ini, aku tahu ini obat apa. Kau tak perlu berbohong lagi"
"Karena kau sudah tahu, mari kita bicara di tempat lain"
Zein dan exsel menyelusuri jalanan.
"Apa yang ingin kamu bicarakan"
Zein lalu menceritakan semua tentang zhea . Dia juga menceritakan kenapa dia mengurungkan niat untuk menikahi zhea. Kecuali tentang pernikahan mereka. Zein tidak ingin ikut campur, biarlah zhea sendiri yang mengatakan pada exsel bahwa mereka tidak pernah bercerai.
"Jadi tidak ada yang tahu bahwa zhea sakit kecuali lho dan Cathlin?"
"Benar. Dia tidak ingin orang-orang terdekatnya khawatir. Dan lho, ketika bertemu dengan zhea bersikaplah kalo lho nggak tahu apapun. Itu akan membuatnya nyaman jika berada di sekitar lho nantinya"
__ADS_1
"Kenapa lho nggak ngebujuk zhea untuk berobat. Penyakit ini sangat beresiko"
"Jika dia mau, udah gue bawa dia berobat tapi dia nggak mau. Dan obat ini, dengan susah payah gue bujuk dia supaya mau minumnya setiap hari. Lho udah pernah hidup sama zhea, lho pasti tahu zhea bagaimana"