BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 233


__ADS_3

Bab 233


"Gue ragu nan"


"Apanya yang di raguin sih sel. Biar lho dapat kejelasan dari hubungan lho"


"Gue coba dulu" exsel lalu menelepon zhea, satu kali, dua kali, bahkan sampai belasan panggilan pun exsel lakukan namun tak ada jawaban.



"Nggak di angkat juga?" Ucap Adnan yang melihat wajah khawatir dari exsel


Sementara exsel hanya mengangguk pelan.


"Gue pergi dulu, tolong beresin semua barang-barang gue DAn kirim ke rumah" ucap exsel dengan tergesa-gesa pergi.


"Eh sel!" Teriak Adnan


"Gue nggak tahu dan gue emang nggak ngerasain apa yang udah lho lewati dari pernikahan lho ini. Yang jelas, hanya luka, derita dan perjuangan dan pengorbanan lho yang sia-sia. Mungkin, perceraian ini memang yang terbaik untuk kalian sel" gumam Adnan


Exsel berada di sekitar mansion keluarga marga. Dia mengintai mansion itu dari dlama mobil, berharap bisa melihat zhea. Sambil terus menghubungi zhea.


"Angkat dong Zhe, please. Beri gue penjelasan, jika memang tidak ada hubungan lagi di antara kita, gue janji nggak bakalan terlihat lagi di mata lho" gumam exsel sambil terus menghubungi zhea


Di lain arah, Rere masuk ke perkarangan mansion. Para pengawal pun tidka mencegahnya lagi.


Rere melangkah malas memasuki mansion yang di huni para iblis itu menurutnya. Saat sampai di ruang utama, ada Cathlin yang sedang menyuapi El-razka, dan baby sister yang sedang mengemasi mainan El-razka.


"Gue ke sini cuma mau ngasih ini ke zhea" ucap Rere meletakkan surat panggilan itu lalu tanpa duduk lagi ingin melangkah pergi.


Namun baru dua langkah dia berjalan, uavaon cathlin menghentikan langkahnya.


"Kamu tidak melihat zhea dulu"


"Gue sibuk!" Ketus Rere


"Zhea sakit beberapa hari ini. Apa kamu tidak mau menjenguknya"


Tanpa menjawab lagi Rere terus saja melangkah.


"Bi, tolong gendong el-razka sebentar. Saya harus ke kamar zhea sekarang" ucap cathlin


Cathlin dengan setengah berlari menuju kamar zhea.


"Zhea bangun. Ini ada surat dari kampus" zhea tak bergeming


"Zhea, Rere baru aja ngasih surat ini" sambungnya


"Rere? Dia udah balik? Dimana dia sekarang" ucap zhea langsung semangat ektika mendengar nama sahabatnya itu.


"Dia sudah pergi" ucap Cathlin, zhea langsung berlari untuk mengejar Rere. Dia seperti mendapatkan kekuatan, sakit yang di rasanya dia tahan agar bisa bertemu dengan sahabatnya itu. Sungguh, dia benar-benar butuh sahabat-sahabatnya sekarang.

__ADS_1


"Kamu pasti merindukan mereka. Seandainya kamu memilih jujur, semua orang yang sayang sama kamu aku selalu ada di samping kamu sekarang zhea. Bukan seperti sekarang" batin cathlin



Rere sudah keluar dari halaman mansion, menggunakan motornya


"Tahan dia" teriak zhea


Terjadilah kejar mengejar antara Rere dan para pengawal mansion itu. Merasa jengkel karena di Jawakejar-kejar, Rere pun berhenti.


"Mau kalian apa sih hah!" Bentak Rere kesal



Zhea keluar dari mansion dengan tertatih-tatih, larinya tak sekencang dulu bahkan dia memegangi perutnya yang terasa nyeri karena berlari.



Melihat Zhea pun, Rere langsung menghampirinya.


"Lho kenapa Zhe? Apa mereka nyiksa lho? Atau lho nggak di kasih makan?" Panik Rere


"Please re, jangan tinggalin gue sendiri. Gue takut re, gue nggak sanggup" ucap zhea memegang kedua tangan Rere dan air mata tanpa terasa mengalir di pipinya


Jelas hal itu membuat Rere merasa ada hak buruk terjadi pada zhea. Karena zhea tidak pernah meminta ataupun memohon sambil menangis seperti ini padanya dari mereka kecil"


"Tenang Zhe, gue udah ada di sini buat lho" ucap Rere memeluk zhea.


Exsel yang juga melihat zhea langsung keluar dari mobil. Langkah kakinya mendekat ke arah zhea, namun pada saat itu zhea di bawah oleh para pengawal masuk ke mansion karena tak sadarkan diri.



Cathlin membantu Rere membaringkan tubuh zhea.



"Zhea kenapa sebenarnya?" Ucap Rere


"Kondisi kesehatannya tidak begitu baik beberapa hari ini" jelas Cathlin


"Kok bisa? Dia ini jarang sakit lho, tiba-tiba pingsan gitu. Apa kalian mengurungnya?"


"Kamu bisa langsung tanyakan pada zhea nanti. Yang jelas dia benar-benar tertekan sekarang"


"Apa keputusan gue pergi ke AS itu salah?" Gumam Rere


"Biarkan zhea istirahat dulu. dan Tolong, tetaplah di sini sampai zhea sadar" ucap Cathlin beranjak pergi dan Rere hanya mengangguk



Rere duduk di ranjang bersebelahan dengan zhea. Dia meletakkan punggung tangannya di dahi zhea "nggak panas" gumamnya.

__ADS_1



Exsel kembali ke rumahnya, dia menatap nanar di sertiap sudut ruangan itu yang mengingatkannya pada zhea. Rumah yang hampir 2 Minggu ini tak ingin dia huni, karena tidak ingin terus mengingat zhea, exsel menyibukkan diri dengan bekerja 24 jam di rumah sakit.



Exsel duduk di sofa, dan terus mencoba menghubungi zhea. Dia juga banyak mengirimkan pesan ke padanya.



"Apa hanya sebatas ini pernikahan kita Zhe? Apa kehadiranku selama 6 bulan ini nggak ada artinya sama sekali di hidupmu? bahkan di saat kita sudah tidak mempunyai hubungan lagi pun kau tidak memberitahuku. Apa yang terjadi sebenarnya di mansion itu, seandia aja kamu ngajak aku pergi dari sini. Aku akan bawa kamu sejauh mungkin dan mereka tidak akan menemukan kita" ucap exsel terus menatap layar hpnya yang mana di sana tertera fotonya dan zhea.



Hari berganti, zhea tersadar sementara Rere masih terlelap karena semalaman dia memikirkan apa yang terjadi pada zhea.


"Syukurlah lho masih ada di sini" gumam zhea. Dia lalu membaca surat yang di beri Cathlin kemari.


Tidak ingin Rere khawatir dan curiga, zhea mengambil beberapa botol yang di kasih oleh dokter viola dan masuk ke kamar mandi. Zhea membuang semua obatnya itu ke dalam toilet. Kecuali satu botol pil vitamin.



"Setidak gue harus minum ini, agar mereka nggak curiga" gumam zhea lalu menelan satu vitamin itu.



Zhea masuk ke kamar mandi, agar lebih fresh. Zhea mengoleskan sedikit make up agar wajahnya tidak terlihat pucat. Setelah selesai, dia pun membangunkan Rere.


"Re, Rere bangun"


"Lho udah sadar" ucap Rere membuka malas matanya


"Heum. Cepat mandi, kita harus ke kampus kan. Ini udah jam 9 pagi"


"What. Gue pinjam baju lho ya" ucap Rere berlari ke kamar mandi.


Zhes hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.


Zhea mengambil hpnya, dia melihat banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari exsel.


Zhea membaca satu persatu pesan dari exsel : "Zhea kamu dimana?"


"Zhea, aku berada di dekat mansionmu. Ayo berbicara sebentar"


"Aku menunggumu di sini zhea"


"Zhea, kamu tidak apa-apa kan? Aku lihat kamu pingsan dan seperti Manahan sakit tadi?"


"Zhea, sebenarnya apa yang terjadi?"


"Ayo bertemu. Sebentar saja, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan tentang kita"

__ADS_1


"Jika kamu membaca pesan ini, tolong segara hubungi aku"


Zhea hanya membaca pesan itu tanpa membalasnya. "jadi, kamu datang sel? Tapi sebaiknya kamu tidak mencariku" ucap zhea lirih


__ADS_2