BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 238


__ADS_3

BAB 238


"2 Minggu lagi acara pertunangan kita Zhe. Tapi sebelum itu, kita ada perjalanan bisnis besok ke Jerman. Sehabis dari Jerman kita mengadakan pertunangan " ucap Zein



"Jam berapa penerbangan"


"10 pagi"


"Baiklah, Rere akan ikut. Dia bakal jadi asisten pribadi gue mulai sekarang"



"Itu bagus. Kamu jadi ada temannya saat melakukan perjalanan bisnis"



Hari berganti, zhea, Rere, Zein dan raka baru menyelesaikan meeting mereka di Jerman.



"Kalian berdua, pergilah cari makanan untuk kita makan siang" ucap Zein


Rere dan Raka hanya mengangguk, kemudian beranjak pergi.


"Kita mau mengadakan pertunangan di negara mana Zhe?" Ucap Zein


"Gue nggak bisa nikah sama lho Zein" ucap zhea menerawang jauh


"Maksud kamu? Kamu jangan bercanda zhea!"


"Gue serius Zein. Lho orang baik, tuan marga benar akan hal itu. Lho lebih pantsa cari cewek lain yang sepadan dengan lho"


"Apa karena kamu sudah menikah dulunya? Itu yang membuat kamu ragu. Aku nggak mempermasalahkan itu sama sekali Zhe, aku terima kamu apa adanya" ucap Zein menggenggam tangan zhea.


"Lho yakin?"


"Gue yakin seratus persen Zhe"


Zhea melepaskan tangan Zein darinya, dia berdiri dan melihat bangunan-bangunan indah di sana.



"Gue sakit parah Zein. Dan gue mandul" jujur zhea


"Apa? Nggak Zhe, kamu pasti bohong. Kamu selama ini terlihat baik-baik aja. Kamu pasti ngomong kayak gini agar kita bakal nikah kan?"


"Menurut lho, apa alasan gue mau bercerai dengan exsel?"


Zein terdiam, memikirkan ucapan zhea.


"Lho lagi becanda kan Zhe?"


"Gue serius Zein. Lho bisa tanya sama dokter viola, dan kalo lho masih nggak percaya kita bisa melakukan tes lab di sini. Dan di rumah sakit manapun yang lho mau"

__ADS_1


"Kenapa baru bilang sekarang jika memang benar kamu sakit"


"Sejauh ini nggak ada yang tahu kecuali dokter viola dan mama Cathlin. Gue minta mereka buat ngerahasiain ini. Gue nggak tahu, sampai kapan bisa bertahan hidup. Yang pasti, jika gue mempunyai kesehatan dan tidak mempunyai kekurangan. Tempat gue bukan di sini sekarang, melainkan pergi yang jauh dari kalian bersama exsel "


"Aku tetap nggak percaya Zhe. Ayo kita lakukan tes kesehatan di rumah sakit terbesar di sini"


Zein dan zhea pergi ke rumah sakit melakukan hasil lab. Mereka menunggu sampai 1 x 24 jam sampai hasil lab itu keluar.


Zein membaca hasil lab itu, dia terdiam tidak tahu harus berkata apa-apa lagi.


"Jadi, kamu benaran sakit Zhe?"


Zhea hanya mengangguk



"Kamu pasti bisa sembuh Zhe. Aku bakalan cari dokter terhebat buat nyembuhin kamu" ucap Zein menggenggam tangan zhea



"Penyakit gue udah parah Zein, percuma juga jika di obati"


"Nggak Zhe, kamu nggak boleh patah semangat kayak gitu. Kamu pasti bisa sembuh"


"Tapi gue nggak menginginkan kesembuhan Zein. Gue hanya berharap gue bisa bertahan sampai gue bisa mewujudkan impian tuan marga"


"Kenapa kamu nggak mau sembuh?"


"Gue mempunyai kekurangan lain. Dan nggak ada yang gue harapan lagi sekarang. Maka dari itu Zein, lho jangan terlalu berharap sama gue. Gue benaran nggak bisa nikah sama lho"



"Walau tidak memiliki keturunan?"



Zein terdiam, dia pastinya mengharapkan keturunan untuk mewarisi kekayaannya.



Zhea tersenyum miris Kemudian berucap "lho butuh seorang pewaris Zein. Dan gue nggak bisa ngasih itu ke lho. Banyak wanita sempurna lainnya yang mau sama lho. Lagi pula selama ini gue belum bercerai dengan exsel"


"Belum bercerai? Maksud kamu? Bukankah kamu bilang sudah resmi bercerai dan persidangan itu...."


"Tidak ada persidangan Zein. Gue dan exsel memang menandatangani surat perceraian itu. Tapi sebelum gue ngirim surat itu ke pengadilan, mama Cathlin merobek dan membuangnya. Foto yang kalian lihat itu, juga mama Cathlin yang ambil"


"Apa? Jadi selama ini kamu berbohong sama kami Zhe!" Banyak Zein


"Nggak hanya sama kalian, gua juga bohong ke Exsel dengan mengatakan bahwa kami telah resmi bercerai"



"Maksud kamu?" Ucap Zein yang tidak mengerti dengan ucapan zhea


__ADS_1


"Hanya gue dan mama Cathlin yang tahu bahwa gue dan exsel masih sepasang suami-istri"



"Kenapa kamu tidak mengatakan yang sebenarnya ke dokter itu?"


"Untuk melindunginya. Gue nggak mau lho ataupun tuan marga menyakitinya. Seperti waktu itu"


"Jadi dia beranggapan kalo kalian sudha bercerai"


Zhea hanya mengangguk


"Kenapa kamu lakuin ini semua Zhe?"


"Gue nggak mau orang-orang sedih dan kepikiran sama gue, kalo tahu gue sakit. Gue nggak mau ngancurin harihari-hari mereka dengan menghawatirkan keadaan gue. Terutama exsel, gue nggak mau dia kembali terpuruk seperti mama Sarah meninggalkannya dulu. Gue bilang ini ke lho, agar lho nggak terlalu berharap sama gue"


Zein hanya mengangguk lemah


"Gue mohon Sama lho Zein. Jangan kasih tahu soal ini ke siapapun terutama tuan marga. Berjanjilah Zein" ucap Zhe menggenggam tangan Zein


Zein hanya menggeleng


"Gue mohon Zein, jangan kasih tahu mereka. Pleaseee"


Karena tidak tega melihat Shea yang memohon akhirnya Zein mengiyakan ucapan Zhea.



"Baiklah aku berjanji. Tapi bagaimana dengan suamimu? Bukankah dia sudah pergi? Bagaimana jika dia menikah dengan wanita lain, karena beranggapan tidak ada hubungan lagi denganmu"


"Dulu exsel pernah berjanji akan menikah sekali seumur hidup. Tapi gue benar-benar rela jika dia menikah lagi. Dia berhak bahagia Zein, karena selama bersama gue hanya kecewaan yang dia dapat. Dan gue yang bakal penuhi janji dia, dengan menikah satu kali seumur hidup"


"Sebegitu cintanya kamu sama dia. Sampai-sampai kamu rela melakukan hal gila seperti ini"



Zhea hanya mengangguk, air matanya menetes jika mengingat tentang exsel



Zein memeluk zhea "Kamu harus hubungi dia Zhe. Dan bilang kalo kalian belum bercerai. Dia pasti kembali" ucapnya



"Gue nggak bisa Zein. Gue sakit dan gue banyak kekurangan. Gue nggak mau nyusahin orang-orang dengan penyakit gue"


"Tenanglah, ada aku. Aku bakal selalu ada di samping kamu dalam kondisi apapun. Sekarang kita kembali ke hotel, Raka dan Rere pasti nyariin kita sekarang" ucap Zein menghapus air mata zhea. Zhea hanya mengangguk


Dari kejauhan seseorang memperhatikan interaksi keduanya. Dia adalah exsel. selain melanjutkan S3 nya, Exsel juga menjadi dokter magang di rumah sakit itu.



Exsel tidak bisa mendengar ucapan keduanya karena jaraknya yang terlalu jauh. Dia hanya bisa melihat interaksi keduanya.Exsel mengikuti mereka dari kejauhan sampai mereka berada di parkiran. Sebelum Shea masuk ke dalam mobil, dia menoleh kebelakang karena merasa ada yang mengikuti. Exsel pun buru-buru bersembunyi.


Mobil Zein dan zhea menjauh. Sementara exsel hanya menatap nanar mobil itu.

__ADS_1


"Sepertinya, pilihan ku untuk tidak muncul lagi di hidupmu adalah pilihan yang benar Zhe. Semoga kamu selalu bahagia" lirih exsel memendam kepedihan


__ADS_2