BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 119


__ADS_3

Bab 119


"Dan lho Zein, dengan sikap lho kayak gini lho pikir gue mau nikah sama lho. CEO kaya raya yang sombong dan tidak berperasaan seperti ini yang tuan marga bangga-banggakan. Buka mata lebar-lebar, lihat sisi keegoisannya. Menggunakan segala cara untuk mendapatkan apa yang dia inginkan, tanpa berpikir itu akan merugikan orang lain. Persetanan dengan bisnis dan Perusahaan kalian gue nggak peduli. Seberapa banyak pun harta lho Zein, gue sama sekali nggak tertarik sama lho. Awalnya gue pikir lho itu orang baik, ternyata lho itu seorang penindas"


"Zhea sudah cukup kau sudah terlalu banyak bicara!" Bentak Leon


"Kenapa? Tuan marga yang terhormat ini takut kerja samanya batal. Bukankah tuan ingin menikahkan saya dengannya karena bisnis"


"Tutup mulut kamu zhea. Semua ini papa lakukan untuk kebaikan kamu. Jika kamu menikah dengan Zein, hidup kamu akan terjamin. Zein lebih segala-galanya dari pada lelaki pembalap itu"


"Heh, kebaikan apa yang anda bicarakan. Kebaikan untuk menambah kekayaan kalian begitu. Maaf, gue bukan orang yang gila harta seperti nyonya lira dan nyonya cathlin"


PLAKKK


Satu tamparan keras di dapatkan zhea dari Leon. Exsel yang melihat kejadian itu, melihat darah segar keluar dari sudut bibir zhea

__ADS_1


"Jaga omongan kamu zhea, jangan sama-sama kan cathlin dengan mama kamu itu. Dia itu berbeda"


"Woww, anda sangat menyanyangi istri anda rupanya. Di omongin sedikit saja, anda sudah naik pitam begini. Dan mama? Mama apa yang anda bicarakan? Saya hanya mempunyai mama di usia 7 tahun, jika anda lupa " ucap zhea. Exsel mengenggam tangan zhea, mengeleng-gelengkan kepalanya meminta zhea Berhenti melawan.


"Dengar zhea, suka ataupun tidak. 2 Minggu lagi kamu akan menikah denganku, dan Minggu depan adalah acara pertunangan kita. Ini bukan tentang persetujuanmu, dan jika kau menolak, ayahmu akan membayar denda 5x lipat dari mahar yang dia pinta" ucap zein


"Pembicaraan kalian sudah sampai ke mahar rupanya. Lakukan perjanjian apapun yang kalian sukai. Aku tetap tidak ingin menikah"


"Baik, jika itu keputusanmu. Bearti kau harus membayar 5M kepadaku, jika menolak"


"Zhea berhenti" ucap exsel melepaskan genggaman zhea di tangannya


Zhea menoleh ke belakang sekilas, kemudian beranjak pergi meninggalkan exsel. Dipikirannya, exsel tidak ingin di lihat oleh orang lain sednag bersamanya


"Zhea, Berhenti. Ayo, keruanganku dulu, obati bibirmu"

__ADS_1


"Tidak perlu"


Zhea masuk ke kelas, di Susuli oleh exsel.


"Dokter dan zhea kok, barengan gitu masuknya, apa kalian ke kampus barengan" salah satu mahasiswi


"Cuma kebetulan" ucap zhea duduk di mejanya


"Bohong tuh. Tadi, gue lihat dokter sama zhea di parkiran. Mereka tuh perginya barengan bukannya kebetulan. Kenapa bohong sih Zhe, emangnya kalian berdua ada hubungan apa" ucap Deby


"Mereka tuh nggak ada hubungan apa-apa. Iya kan kak exsel" ucap Tiffany, yang panas mendengarkan ucapan deby


"Apa yang kalian bicarakan! Jangan campuri urusan pribadi orang lain, kalian di sini untuk belajar, bukannya mencari-cari bahan pembicaraan" ucap exsel


"Dengarin tuh" sahut Tiffany

__ADS_1


"Ini juga berlaku untuk kamu Tiffany dan Kalian semuanya. Belajar yang benar, agar uang yang ornag tua kalian keluarkan untuk membiayai pendidikan kalian tidak terbuang sia-sia"


__ADS_2