
Bab 179
Zhea dan Niko, mendengar pembicaraan celline dan exsel dari atas tangga.
"Lex, yang lho omongin tadi, pasti bohong kan?"
"Gue nggak bohong Cell, ini buktinya" ucap Adnan menunjukkan cincin pernikahan mereka.
"Tapi, gimana dengan janji kita? Lho tega banget sih sel, khianatin gue"
"Gue nggak berkhianat Cell, karena kita emang nggak ada hubungan lagi"
"Tapi, kita udah janji bakalan nikah setelah gue lulus"
"Sekarang gue udah nikah sama zhea, maaf, karena nggak bisa nepatin janji itu"
",Kenapa?"
"Kenapa lho bilang. Itu karena aku sudah menikahi zhea, lho tahu sendiri kalo gue hanya akan nikah satu kaki seumur hidup gue"
"Terus gimana dengan gue Lex, selama ini gue nggak tergoda sama cowok manapun demi lho"
"Oh ya, benaran demi gue"
"Iya, Lex. Itu karena gue serius sama lho"
"Kalo lho emang serius sama gue lho nggak bakalan mutusin hubungan kita yang udah terjalin lama hanya alasan jarak. Dan jika emang benaran serius, kenapa semenjak pergi ke sini lho nggak ngabarin gue. Jangan kan buat ngabarin gue, gue ngehubungi lho aja nggak bisa"
"Itu karena gue kecopetan waktu itu Lex. Semuanya diambil, jadi gue nggak bisa ngabarin lho"
__ADS_1
"Cuma itu alasan lho, tapi sekarang lho udah punya semuanya kan? Kenapa lho tetap nggak hubungi gue kalo emang lho serius sama gue"
"Itu karena gue udah lupa nomor lho Lex, lho juga nggak punya akun sosial media, jadi gue susah buat hubungi lho" jelas celline yang sudah sedari tadi menangis
"Alasan lho sangat nggak masuk akal"
Zhea dan Niko hanya menyimak pembicaraan mereka.
"Ngapain sih nik ke sini, buat dengarin Omongan mereka. Buang-buang waktu tahu nggak" ucap zhea beranjak pergi dari sana
Exsel yang mendengar suara zhea melihat ke atas, diapun berniat untuk menghampiri zhea dan menjelaskan semuanya. Tapi, celline menahannya agar tidak pergi
"Tunggu Lex, gue belum selesai ngomong" ucap celline mencekal tangan exsel
"Nggak ada lagi yang harus kita omongin Cell".
"Zhe, lho kok santai-santai aja sih?" Ucap Niko
"Maksud lho?"
"Masa lalu suami lho datang, lho nggak takut suami lho di ambil orang hah"
"CK, kalo emang mereka masih saling suka ya bagus dong, gue tinggal cerai aja sama exsel dan semua permasalahan Selesaikan"
"Astaga Zhe! Pemikiran lho dangkal banget sih"
"Udahlah, gue malas banget ngebahas masalah yang nggak penting kayak gini"
------------
__ADS_1
"Apalagi yang mau lho omongin Cell?" Ucap exsel
"Lho cinta sama dia?"
"Cinta atupun enggak, Zhea tetap istri saya sekarang"
"Dia itu anak pengusaha kan? Apa lho di paksa buat nikahin dia Lex?"
"Dia memang anak pengusaha, tapi gue nikahin dia itu murni karena gue ingin nikah sama dia"
"Nggak ada orang yang ingin nikah tanpa cinta Lex"
"Ada Cell, buktinya gue sama zhea"
"Apa sih yang lho lihat dari dia Lex, apa karena dia anak pengusaha dan bisa balapan. Sehingga lho dengan mudahnya ngelupain gue dan nikah sama dia"
"Maksud lho gue nikahin dia karena dia kaya gitu?"
"Kalo nggak, mana mungkin lho bisa lupain gue secapat ini"
"Perasaan seseorang akan berubah kalo nggak di hargain Cell. Dan satu lagi, alasan gue nikahin dia adalah karena dia udah beberapa kali nyelamatin nyawa mama gue"
"Jadi, maksud lho pernikahan kalian terjadi karena alasan balas Budi, gitu? Terus gimana dengan Tante, apa dia yang maksa lho buat nikahin dia Lex? "
"Mama udah nggak ada"
"Apa? Jadi, nggak ada gunanya dong lho nikah sama dia"
"Apa maksud lho nggak ada gunanya. Gue tulus nikahin dia karena ucapan terimakasih gue dan karena dia mama bisa bertahan hidup lebih lama"
__ADS_1