BAD GIRL

BAD GIRL
B192


__ADS_3

Bab 192


Setelah selesai mangambil obat yang di butuhkan, exsel kembali duduk di samping zhea.


"Kenapa nggak di makan lagi, supnya"


"Pahit"


"Ya pasti pahitlah, Kamu kan lagi demam"


"Lho udah makan?"


"Belum"


"Nyuruh orang makan, tapi lho sendiri ngagk makan"


"Yang sakit tuh kamu bukan aku. Udah, habisin makanannya"


"Kalo lho nggak makan, lho juga bakalan sakit ntar. Dan gue ngga bisa ngerawat orang sakit. Jadi, lebih baik gue aja yang sakit dari pada lho"


"Maksud kamu, kamu mau sakit terus biar aku rawat gitu"


"Jangan narsis. Kalo gue sakit, lho nggak repot-repot amat ngerawat gue, karena lho pasti tahu apa yang harus di lakuin. Secara, lho kan dokter. Sedangkan gue, gue benar-benar nggak bisa ngerawat orang sakit. Dulu aja, waktu Niko sakit, gue malah salah beli obat buat dia"


"Makannya minta resep obat ke dokter"


"Udah nih makan" ucap zhea menyodorkan sendok ke mulut exsel.


"Bilang aja, kamu nggak mau ngabisin makanannya kan?"


Zhea hanya nyengir. "Ayo, buka mulutnya"


Exsel pun membuka mulutnya.


"Kamu juga harus makan" ucap exsel yang gantian menyuapi zhea.


Jadilah keduanya saling suap-suapan semangkuk berdua.


Exsel tersenyum tipis, baginya momen seperti ini akan sangat sulit terjadi untuknya dan zhea.


Sementara itu, Adnan mengatur nafas terlebih dahulu sebelum memasuki kelas.


"Semoga aja, silya absen hari ini" gumamnya.


"Kak Adnan" ucap silya yang baru datang ke kampus.


"Exsel benar-benar nyusahin lho ya" batin adnan


"Kak adnan ngapain di sini" ucap silya mengandeng tangan Adnan


"Silya lepasin. Saya sekarang dosen kamu, jadi jaga sikap"


"What! Aku nggak salah dengar, kak Adnan jadi dosen kita"


Adnan buru-buru masuk ke kelas. Silya langsung menghampirinya.


"Kak Adnan serius, bakalan jadi dosen kita?" Ucap silya kembali mengandeng tangan Adnan

__ADS_1


"Duduk!" Ucap Adnan penuh penekanan.


Silya pun terpaksa duduk.


"Baiklah, semuanya. Kalian pasti bertanya-tanya kan kenapa saya ada di hadapan kalian. Perkenalkan nama saya Adnan dirgantara saya seorang dokter dan yang akan menggantikan dokter exsel hari ini"


"Emangnya kak Adnan ke mana?" Tanya Tiffany


"Zhea sakit jadi, dia harus merawatnya"


"CK, manja banget sih. Jadi istri bukannya nyenangin malah nyusahin Mulu" sinis Tiffany


"Wajarlah dokter exsel ngerawat zhea. Dia kan suaminya, itu udah jadi kewajiban dia. Yang nggak wajar itu lho, udah tahu dokter exsel suami orang, bahkan suami sodara tiri lho sendiri tapi tetap aja di kejar-kejar. NGGAK TAHU MALU!" Ucap Rere tak kalah sengit


"Jaga ucapan lho ya. Gue bisa laporin lho ke polisi, atas dasar pencemaran nama baik"


"Oh ya? Dan gue juga bakal Bawa masalah ini ke media, biar reputasi lho sebagai model itu hancur. Lagian, profesi sama perilaku berbanding terbalik"


"Lho pikir bisa Dengan mudah menjatuhkan gue. Eh, lho itu bukan apa-apa di bandingkan dengan gue"


"Kita lihat aja ntar. Lagain yang bakal gue katakan ke media itu fakta"


"Sudah cukup! Hentikan perdebatan kalian. Jika tidak, silahkan berlari di lapangan sepuluh putaran" ucap Adnan


Rere dan Tiffany akhirnya bungkam.


"Kayak gini kondisi kelas exsel, belum sejam aja kepala gue udah mumet rasanya" batin adnan memijat pelipis matanya.


Waktu istirahat, silya buru-buru menghampiri Adnan untuk mengajaknya makan.


"Kak Adnan, kita makan bareng yuk" ucap silya memeluk tangan adnan


"Kalo gitu, temanin aku aja ya"


Adnan menghela nafas kasar, tanpa sengaja dia melihat Rere yang masih fokus dengan layar laptopnya.


********


Adnan pun menghampiri Rere, untuk menjauhi silya.


"Sayang, kamu nggak istirahat" ucap Adnan mengelus kepala Rere


Rere awalnya ingin marah, tapi setelah melihat silya di samping Adnan dia malah tersenyum manis.


"Masih ada tugas yang belum di selesaiin" ucap rere


"Apa tugas yang tadi?"


"Yang tadi sudah selesai, ini tugas yang tempo hari pas kita di Amerika"


"WHAT! kalian ke Amerika bareng? Kapan?" Ucap silya


"Dua hari yang lalu"


"Kalian cuma berdua ke sana? Ngapain?"


"Zhea dan exsel juga ikut" sahut Adnan

__ADS_1


"Syukur deh kalo gitu" ucap silya. Sementara Rere hanya tersenyum menyeringai


"What! Kak exsel sama zhea juga Amerika" pekik Tiffany


"Ya iyalah mereka kan pengantin baru, sekalian honeymoon" ucap Rere makin memanas-manasi


"Jangan bohong lho ya. Bukannya lho sama zhea dong yang ke AS buat nonton sahabat kalian itu balapan. Terus kenapa kak exsel dan Adnan ikut-ikutan ke sana" ucap Tiffany


"Karena kita janjian ke sana sambil liburan bareng, ya kan baby?" Ucap Rere.


Adnan tersenyum "jago banget aktingnya nih cewek" batin adnan


"Gue nggak percaya kalo nggak ada bukti. Nggak mungkin kak exsel ninggalin rumah sakit hanya untuk liburan" ucap Tiffany


"Itukan rumah sakit istrinya. Jadi ya, nggak masalah dong kalo dia ninggalin rumah sakit sehari, dua hari atau bahkan setahun untuk istrinya"


"Gue nggak yakin, hubungan mereka sampai seintim itu"


"Nggak percaya lho? Nih, gue kasih bukti" ucap Rere memperlihatkan foto-foto exsel dan zhea di hpnya.


"Masih nggak percaya " ucap Rere tersenyum smirk


Tiffany menghentakkan kakinya, dan menyeret silya pergi dari kelas.


"CK, buang-buang waktu aja tuh ulat bulu berdua" ucap Rere kembali mengerjakan tugasnya.


Adnan duduk di samping Rere, ikut melihat layar laptopnya Rere.


"Ngapain lho masih di sini? Tuh ulat bulu udah pergi"


"Di sini aja lebih aman" ucap adnan


"Ada ya, dosen takut sama mahasiswinya sendiri"


"Bukannya takut, gue tuh ngerasa risih kalo dia ngejar-ngejar gue"


"Sok ganteng banget sih lho"


"Emang kenyataannya gitu kan?"


"Ck. Oh iya, zhea kok bisa sakit? Perasaan kemaren baik-baik aja deh" ucap rere


"Ya mana gue tahu, lho kira zhea itu robot yang nggak bisa sakit. Lho kan sahabatnya, ngapain nanya ke gue"


"Lho juga sahabatnya dokter exsel, udah pasti dia cerita dong sama lho"


"Katanya sih demam tinggi"


"Demam tinggi? Nggak biasanya dia kayak gitu"


"Tubuh manusia nggak selalu kuat re"


"Bukan gitu, gue harus mastiin sendiri nih ke zhea"


"Maksud lho?"


"Zhea itu ada trauma di masa kecil. Dulu traumanya itu selalu membayang-bayangi dia, sehingga dia demam tinggi selama 3 hari"

__ADS_1


"Emang trauma sama apa?"


"Waktu kecil dulu dia di tinggal sendirian di rumah.papanya sibuk kerja, sementara mamanya nikah sama bokap Tiffany dan nggak mempedulikan dia lagi. Waktu itu ujan deras, dan terjadi pemadaman listrik. Dia berlari keluar rumah karena takut dengan suara petir, di tengah-tengah jalan katanya dia melihat sepasang suami istri lagi bertengkar dan sang suami membunuh istrinya. Setelah kejadian itu, dia sakit selamat 1 bulan seorang diri di rumahnya, dan kedua orangtuanya pun nggak tahu kalo dia punya trauma. Gue, Rio dan Niko selalu datang ke rumahnya setelah pulang dari sekolah, dan pulang di sore harinya. Sementara bokapnya, selalu pulang larut malam, bahkan dia nggak pernah tahu kalo zhea lagi sakit. dan untungnya mimpi itu udah nggak ngebayang-bagangin dia lagi ketika kita masuk SMA. Tapi, jika dia berada di suatu ruangan dan ruangan itu gelap, traumanya akan datang lagi, dan menganggu kesehatannya"


__ADS_2