
Bab 168
Mendengar suara pintu dibuka, exsel menoleh ke sumber suara.
Pandangan exsel dan zhea bertemu beberapa saat. Kemudian zhea mengalihkan pandangannya, dan masuk ke kamar berjalan dengan sedikit pincang.
"Kamu Kenapa?" Tanya exsel mencengkal tangan zhea, dia menelisik tubuh zhea dari ujung kaki ke ujung rambut
"Apanya yang kenapa?"
"Kenapa jalannya pincang?"
"Gue ini seorang pembalap, hal-hal seperti ini udah biasa terjadi sama gue"
"Lagian lho kan udah punya suami, bukannya nungguin suami di rumah malah balapan nggak jelas" ucap Tiffany
"Lho pikir lho lebih baik dari gue? Emangnya ada ya, bimbel sampai tengah malam kayak gini. di rumah dosen, apalagi dosennya itu udah menikah" ucap zhea tersenyum sinis melihat Tiffany, kemudian beranjak masuk ke kamarnya.
__ADS_1
"Apa yang dikatakan zhea itu benar. Lebih baik kamu pulang sekarang, saya juga butuh istirahat" ucap exsel yang sebenarnya sedari tadi menyuruh Tiffany pulang tapi Tiffany bersih keras untuk tetap berada di rumah exsel sampai zhea pulang.
Exsel yang sebenarnya tidak nyaman dengan keberadaan Tiffany di dekatnya, memilih menyusul zhea ke kamarnya. untuk mengobati luka-luka zhea. Karena, sejak menikah mereka tidak pernah tidur satu kamar.
"Ngapain lho kesini? Emang bimbelnya udah Selesai?" Ucap zhea melihat kearah pintu karena mendengar suara pintu kamarnya terbuka.
Sementara dia sendiri, berbagai di ranjang dengan kaki menjuntai di lantai
Exsel mengangguk, kemudian duduk di samping zhea.
"Aku cuma mau ngobatin luka-luka kamu"
"Nggak perlu, cuma lecet-lecet dikit doang" ucap zhea tanpa membukakan matanya.
"Capek banget ya? Tidur aja nggak apa-apa. Aku akan obatin luka-luka kamu"
"Terserah lho deh" ucap zhea yang tidak bisa lagi menahan kantuknya.
__ADS_1
Sementara zhea pulas tertidur, exsel mengambil kotak p3k dan mengobati luka-luka ringan di bagian lengan zhea.
Exsel juga membuka sepatu dan kaos zhea, untuk memeriksa kaki zhea.
Salah satu kaki zhea membiru, karena tertindih motor. Exsel mengolesi salap, kemudian membenarkan mengendong zhea dan membenarkan posisi tidurnya. Exsel juga menyelimuti istrinya itu.
"Gue sengaja nggak ngelarang-larang lho buat lakuin aktivitas-aktivitas bahaya lho itu, atau bertanya ini dan itu sama lho. Gue mencoba menahan semuanya, karena gue takut lho merasa risih dan nggak nyaman sama gue. gue takut, lho bakalan pergi dan minta cerai sama gue, tinggal bersama gue seperti orang asing aja, lho masih kepikiran buat cerai, apalagi kalo gue ngekang-ngekang lho kan?. Tapi di sisi lain gue takut lho kenapa-kenapa, lho memang hebat dalam bidang lho. Tapi, Tetap aja, gue khawatir, sesuatu buruk terjadi sama lho" ucap exsel kemudian berbaring di sebelah zhea dan memeluk zhea.
Untuk pertama kalinya, setelah hampir 3 bulan menikah mereka tidur bersama.
Silau matahari membangunkan zhea. Dia merasa berat di bagian perutnya, dia menoleh kesampinnya, sehingga hidungnya dan exsel bersentuhan.
Awalnya zhea ingin marah, namun setelah melihat wajah exsel yang damai dalam tidurnya dia mengurungkan niatnya itu.
Zhea menarik wajahnya agak jauh dari exsel dan menatap exsel lekat-lekat.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul COLD CEO IN LOVE dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta ☺️🙏🏻
__ADS_1