BAD GIRL

BAD GIRL
CELINA VS DIAN


__ADS_3

Setelah ketiga murid yang mendapat hukuman dari ketos yang tidak lain Putri adik Rian dan kekasih Irwan dengan tega menghukum kakak dan kekasih nya, Putri memang terkenal sangat tegas mengambil tindakan saat berhadapan dengan siswa siswi yang bolos di jam pelajaran.


Ketiga murid itu berada di kantin untuk melepas lelah karena berlari keliling lapangan Sepuluh kali dan Celina lima kali, mereka bertiga menatap ke arah pintu kantin mereka melihat Putri berjalan dengan sangat santai mendekat ke arah mereka bertiga.


Tidak lama Irwan datang ke kantin dengan wajah kesal melihat kedua teman nya yang lebih dulu ada di kantin bersama kekasih dan istri nya sedangkan dia mengikuti pelajaran sendirian di kelas.


"Kalian dengan tega meninggalkan aku sendiri yah???"


"Masih mending kamu kami tinggal dikelas karena kita bertiga habis keliling lapangan karena adek gue yang laknat ini"


"Hukuman tidak memandang Saudara yah kak"


"Yah tapi jangan banyak banyak capek ini kaki dek"


"Ala tadi aja pacaran enggak capek!!"


"Enggak ada hubungan nya dek"


"Sudah kalian jangan ribut aku sudah sangat lapar dan ayo kita makan, karena makan sudah ada didepan kalian masing masing"


Dengan sangat patu mereka makan dengan saling mencoba makanan padahal setiap hari mereka juga memakan nya. Saat mereka tenga asik makan tiba tiba Dian datang duduk disebelah Rian dan bergelayut manja di lengan kekar Rian.


Rian melepas tangan Dian yang ada di lengan nya, Celina yang duduk disebelah Rian itu pun berdiri dari duduk nya dengan menarik tangan Rian agar berdiri.


"Aah Bruk"


Hahahaha


Hahahaha


Wkwkwkwk


Seluruh penghuni kantin tertawa bagaimana tidak tertawa berbahak kursi yang cukup diduduki hanya dua orang itu Dian memaksa duduk disamping Rian. tentu saja Dian ada diujung kursi saat Celina bangun dan Rian juga bangun kursi panjang yang mereka duduki terangkat karena beban yang tidak seimbang.


Apalagi jatuh nya Dian tidak etis sekali sudah jatuh terduduk dan tangan Dian tidak sengaja menyenggol nasi goreng yang ada di meja dan menjadikan nasi goreng nya tumpah ke atas kepala Dian.


"Mampus" ucap Bastian


"Elo yah bener bener perempuan Sialan" Pekik Dian menatap tajam Celina yang di tatap malah dengan santai nya meminum Jus yang ada di tangan nya.


Dian bangun ingin dari jatuh nya dan ingin menghampiri Celina yang ada disamping Rian, malah dia kembali terjatuh karena kaki nya terpleset piring bekas nasi goreng Rian.

__ADS_1


Tentu saja itu membuat semua penghuni kembali tertawa dengan jatuh nya Dian, Celina dengan sengaja menumpahkan Jus yang tersisa ke kepala Dian.


Syurrrrr


"Ups Maaf yah enggak sengaja aku kira tempat sampah"


mereka semua kembali tertawa dengan apa yang di alami Dian sudah jatuh tertimpa tangga pula, niat hati ingin mendekati dambatan hati malah bernasib Sial karena ulan nya sendiri.


"Elo, Awas elo sialan"


"Gue bakalan basmi parasit di hubungan gue dan Rian kayak elo"


Celina mendekat ke arah Rian dan menggandeng nya setelah itu mengajak Rian untuk meninggalkan Dian yang sudah miris di lantai kantin yang dingin. Dengan badan yang kotor dan bau makanan dan jus.


Setelah kepergian Celina teman teman nya juga ikut pergi dari kantin, perut mereka yang lapar seketika kenyang melihat aksi Celina yang mulus tapi bisa membuat musuh kala telak.


Sedangkan Dian bangun dari lantai dingin menuju ke toilet yang tidak jauh dari kantin, dan dia meminta tolong teman nya untuk membeli baju ganti di koperasi.


Dian di dalam kamar mandi misu misu dan memaki Celina yang sudah berani membuat nya malu di kantin, Dian membersihkan badannya dengan memikirkan cara buat membalas Celina yang sudah berani dengan nya.


Jika Dian sedang marah marah di toilet berbeda dengan Irwan, Putri, Bastian yang lagi mengintip Celina dan Rian. Rian sedang membujuk Celina yang lagi ngambek karena Rian banyak yang menyukai.


"Hahaha Kak Rian bisa frustasi juga ternyata"


"Gempa dong!!!"


"Iya bisa diartikan begitu!!!"


"Sudah diam nanti kita ketahuan oleh kak Rian dan Celina"


Rian bingung menghadapi Celina yang uring uringan sejak kemari karena datang bulan masalah sedikit saja sudah menyinggung nya apa lagi ini belum sehari Celina marah dengan Rian.


Pelakunya juga sama Sih Dian yang membuat tanduk Celina keluar. "Sayang aku harus bagaimana???"


"Rubah saja wajah kakak menjadi jelek"


Jika Rian semakin dibuat bingung dengan Celina tidak dengan Irwan, Putri dan Bastian rasanya mereka ingin tertawa tapi mereka tahan karena tidak ingin ketahuan Celina dan Rian.


"Gila bener Celina nyuruh Rian berubah menjadi jelek"


"Aku enggak tahan ingin tertawa anjir"

__ADS_1


"Gue juga, perut gue kayak nya digelitik"


Mereka berceloteh dengan masih fokus dengan Rian dan Celina, Celina menatap Rian dari atas sampai bawah lalu pergi meninggalkan Rian begitu saja.


Irwan, Putri dan Bastian yang melihat Celina pergi mereka semua keluar dari tempat persembunyian mereka dengan tertawa berbahak, Rian yang sedang memejamkan mata nya membuka mata nya kembali melihat siapa yang menertawai nya.


Ternyata teman sekaligus adik kandung nya sendiri, Rian menatap ketiga nya dengan pandangan ingin mengumpat mereka semua. "Kalian sekarang tertawa tunggu jika pasangan kalian ngambek, terasa ada gempa"


"Sayang nya aku tidak memilik kekasih"


"Dan seperti nya kekasih ku sekarang sedang sangat baik"


"Kakak badan gede bujuk istri aja kagak bisa rugi banget tau tidak!!!"


"Enggak ada hubungan nya badan sama bujuk Celina dek"


Sedangkan Celina sudah masuk ke dalam kelas nya menunggu bell jam pelajaran ke tiga, Celina masih kesal dengan Rian yang memiliki wajah kelewat tampan.


Saat Celina tengah memejamkan mata nya dengan menunggu jam ketiga dimulai ada yang menggebrak meja nya dengan sangat keras membuat Celina yang awal nya memejamkan mata nya kini membuka mata nya melihat siapa yang mengganggu dirinya.


Ternyata Dian dan dua teman nya yang datang ke kelas Celina untuk membuat perhitungan, Celina menatap Dian tajam begitupun dengan Dian yang menatap Celina dengan tak kalah tajam.


"Elo mending jauhi Rian"


"Apa urusan nya buat elo???"


"Rian hanya milik gue"


"Gue tuangan nya!!"


"Hahah pasti gue rebut Rian dari elo cewek murahan"


"Mending gue lakuin dengan satu cowok sedangkan elo sudah banyak yang memasuki"


Saat Dian ingin menampar Celina, Celina dengan cepat Memegang tangan Dian yang hampir mengenai pipi nya. Celina melepas kan tangan Dian dengan kasar, membuat Dian merasakan sakit di lengan tangan kanan nya.


"Gue peringati Elo buat jauhi tunangan gue sebelum elo gue bikin gak bisa ngomel lagi di sekolah ini"


"Haha gue enggak takut"


"Elo boleh enggak takut tapi gue udan peringatin elo sebelum elo nyesel kayak Laily the geng"

__ADS_1


Dian mengingat Laily yang tiba tiba pinda dari sekolah ini, tanpa tau alasan nya apa karena di sini sekolah Favorit. "Jadi elo yang bikin saingan gue pergi, gue berterima kasih banget buat elo yang udah buat Laily pergi. Tapi setelah itu gue yang bikin elo pergi dari sini dan hidup Rian"


Setelah mengatakan itu Dian dan dua teman nya pergi dari kelas Celina, tersisa Celina yang lelah terus berhadapan dengan siswi siswi yang menyukai Rian suami nya.


__ADS_2