
Bab 78
Di saat ingin melangkah, para fans sudah mengerumuni mereka.
"Kak, Rio mau kemana" ucap fans 1
"Aku akan ke rumah sakit, untuk menemani zhea"
"Lho, kakak akan meninggalkan kak Rere pacar kakak sendirian di sini" ucap fans 2
"Saya bukan pacarnya. Kami dulunya hanya partner di sirkuit balapan, tidak lebih"
"Sekarang, kalian bukan partner balapan lagi" ucap fans 3
"Apa kakak memiliki partner lain" ucap fans 4pl
"Maaf saya buru-buru ke rumah sakit" ucap Rio keluar dari kerumunan itu, meskipun susah dia berhasil juga meloloskan diri.
"Kak Rere, apa kalian bukan partner balapan lagi" ucap fans 5
"Yang di sebelah kakak siapa? Apa dia pacar kakak yang memutuskan hubungan balapan kakak dan kak Rio" ucap fans 6
"Saya butuh istirahat dulu, dan sebentar lagi pengambilan hadiah. Jika saya menjawabnya sekarang, waktunya tidak akan cukup. Lain kali saya akan menjawab pertanyaan kalian, terimakasih"
Zein dan Rio sampai di rumah sakit, di saat Zein ingin mengendong zhea, Rio lebih dulu mengendongnya.
"Panggil dokter exsel, cepat!" Bentak Rio pada suster yang membantu mendorong brankar.
__ADS_1
Zhea masuk ke ruangan sebelah kamar Leon, yang mana Leon telah di pindahkan ke kamar rawat biasa setelah mendapatkan donor darah.
"Zhea kenapa" ucap cathlin yang melihat zhea di tak sadarkan diri.
"Kecelakaan saat balapan" ucap Rio seadanya.
Exselpun datang "cepat bawa dia masuk" ucapnya membantu para suster mendorong brankar.
Sementara itu, Niko yang sedari tadi menelpon Rio untuk menanyakan keadaan zhea. Niko tentu tahu kejadian di area balapan. Karena dia, menontonnya dari awal sampai akhir.
Rio pun menerima panggilan itu.
"Bagaimana keadaan zhea" ucap Niko di seberang sana
"Masih di rawat"
"Kenapa bisa kecelakaan, di akhir-akhir Seperti itu" ucap niko
"Aku tidka menyalahkanmu, aku hanya bertanya. Apa terjadi sesuatu pada zhea. Tidak biasanya dia menambahkan kecepatan ketika mencapai finish"
"Tetap saja ini salahku nik. Dia mendonorkan darahnya untuk bokapnya yang kecelakaan sebelum balapan"
"Jadi itu, alasan kalian datang terlambat"
"Hemm"
"Sudahlah, jangan melemah seperti itu. Kau satu-satunya laki-laki di antara mereka"
__ADS_1
"Aku tidak bisa menjaga mereka nik"
"Kau bisa, Rio. Aku percaya itu. Kecelakaan ini tidak ada hubungannya denganmu. Aku tutup dulu, jika zhea sudah sadar segera hubungi aku" ucap Niko mematikan sambungan telpon.
Rio menundukkan kepalanya, merutuki diri sendiri karena tidka bisa mencegah zhea untuk tidak mengikuti balapan.
Karena kesal, Rio meninju-ninju dinding rumah sakit.
"Tenanglah, zhea pasti tidak kenapa-napa. Dia itu gadis yang kuat" ucap cathlin.
El Razka yang baru bisa berjalan selangkah demi selangkah itu, memeluk kaki Rio.
Rio menatap El razka dan cathlin bergantian.
"Sepertinya dia ingin di gendong olehmu." Ucap cathlin
Tanpa ragu sedikit pun, Rio mengendong El razka. Sementara El razka sangat senang terbukti dia tertawa-tawa di gendong oleh Rio.
"Sepertinya El razka tahu, bahwa kau teman kakaknya" ucap cathlin.
Rio tidak menjawab apapun, dia lalu membawa El razka ke depan pintu ruangan zhea. Yang mana di sana zhea sedang di periksa oleh exsel.
El Razka menunjuk-nunjuk ke arah zhea.
"Kau merindukan kakakmu, boy" ucap Rio
Sementara El razka mengangguk-angguk sambil terus menunjuk ke arah zhea.
__ADS_1
"Jika kakakmu sadar nanti. Aku akan memintanya menggendongmu, oke. Dan maafkan aku, tidak bisa menjaga kakakmu dengan baik"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️