BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 215


__ADS_3

Bab 115


Zhea terdiam dan nampak mengingat-ingat


Exsel tersenyum kemudian berucap "udahlah nggak usah di pikirin lagi, wajar kamu lupa karena aku ngomongin itu 6 bulan yang lalu. Yang mana bearti, kita udah nika selama 6 bulan lebih, bukan waktu yang singkat kan Zhe? Kita juga udah bisa mempertahankan pernikahan kita selama ini. Jadi aku mohon, bertahanlah sama aku sampai akhir, kita pertahanin pernikahan kita sampai akhir, dan kuat kan lagi ke percayaan kita satu sama lain, bisa kan Zhe?"


Zhea hanya diam, tidak tahu harus berucap apa.


"Ngomongnya sampai di sini aja ya, sekarang istirahat" ucap exsel membelai rambut zhea.


"Sel"


"Istrihat Zhe, tubuh kamu itu lemah. Jangan banyak ngomong lagi"


"Terimakasih" ucap zhea kemudian memejamkan matanya. Sementara exsel hanya tersenyum.


______________


"Akhirnya lho sadar juga zhe. Kalo nggak, bakal gue cakar-cakar tuh sih Celline" ucap Rere memeluk zhea, tapi tatapannya mental tajam ke arah Celline


"CK, kok lho ngomong seakan-akan gue sih yang buat zhea celaka" protes Celline


"Lho..."


"Udah re, nggak usah di terusin" ucap Niko memotong ucapan Rere


"Gue pengen istirahat, yang nggak berkepentingan boleh keluar" ucap zhea tidak suka dengan keberadaan Celline, tiffanay, Tasya dan silya.


"Zhe, nggak boleh kayak gitu. Selama kamu koma, mereka selalu ada di sini" ucap exsel


"Gue hanya butuh Niko, Rio sama Rere di sini"


"Zheaaa kamu tuh benar-benar keterlaluan ya" ucap Leon yang tiba-tiba masuk ke ruangan zhea dengan amarah yang tertahan

__ADS_1


Semua orang nampak binggung di sana, Dnegan kedatangan Leon.


Zhea hanya memutar bola matanya malas "ada keperluan apa? Tuan marga dan zein datang ke sini?" Ucapnya


"Ada apa kamu bilang? Beraninya kamu ngambil keputusan besar tanpa sepengetahuan orang tua" tegas Leon


"Keputusan besar apa yang kalian maksud?" Sahut exsel


"Lho manfaatin zhea kan? Lho minta zhea donorin ginjalnya ke nyokap lho yang udah meninggal itu dan kamu jadikan alasan itu untuk bisa menikahi zhea. Iya kan?" ucap Zein


"Saya menikahi zhea memang karena saya punya hutang Budi ke dia"


"Kalo gitu CERAIN dia! Apa yang lho mau udah dapat kan?"


"Sampia kapanpun saya nggak akan CERAIN zhea, sekalipun zhea yang meminta"


"Ini sudah membuktikan kalau kamu, punya maksud lain untuk menikahi zhea. Oh, atau jangan-jangan kamu sengaja menggunakan kesempatan untuk menikahi zhea, karena kamu ingin hidup enak kan?"


"Maaf, kami tidak sedang berbicara dengan anda" ucap Raka penuh penekanan


"Terserah kalian mau beranggapan seperti apa. Tapi satu hal yang dapat saya pastikan ke kalian, selagi saya masih hidup, maka zhea akan selamanya bersama saya. Mengingat apa yang anda katakan barusan, saya dan zhea selama ini sepeser pun tidak pernah memakan ataupun memakai uang dari keluarga marga. Jika benar niat saya menikahi zhea karena harta, mungkin sekarang bukan di sini tempat saya. Melainkan di perusahaan besar itu" ucap exsel tenang


"Jangan banyak alasan kamu! Saya tahu niat kamu pada putri saya tidak baik. Dari awal pernikahan saya sudah tidak menyukai kamu, yang datang layaknya seorang pahlawan, padahal niat dan hati kamu itu busuk"


"Apa karena saya tidak sebanding dengan kalian, makanya kalian tidak menyukai saya?"


"Jika kamu sadar akan hal itu. Ceraikan zhea, karena saya yakin kamu nggak akan sanggup membiayai semua kebutuhan putri saya"


"SUDAH CUKUP!" teriak zhea


"Kamu harus pulang sama papa zhea" ucap Leon menarik tangan Shea untuk ikut dengannya


"Lepaskan. Kalian nggak ada hak buat bawa zhea pergi dari sini" ucap exsel menarik zhea di sampingnya

__ADS_1


"Saya papanya, jadi saya berhak atas putri saya"


"Tapi saya suaminya, saya lebih berhak atas dirinya"


"Sudah cukup saya membiarkan kamu hidup dengan putri saya selama 6 bulan ini. Dan kamu sama sekali nggak pantas untuk zhea. Sebelum pernikahan saja kamu sudah menyusahkan putri saya, dan lihat sekarang, putri saya bahkan koma selama 3 hari tapi kamu nggak pernah ngabarin kita. Jika bukan karena Zein, menyelidiki ini semua, kami mungkin nggak bakalan tahu tentang kebusukan kamu"


"Exsel nggak mungkin bisa ngabarin kalian, walaupun dia ingin" ucap zhea


"Kamu nggak usah belain dia zhea, dia itu nggak sebaik yang kamu pikirkan" ucap Zein


"Menurut lho, mencari informasi tentang orang lain itu hal baik Zein? Asal lho tahu, gue sengaja nggak ngasih kontak atau informasi apapun tentang keluarga marga ke exsel. Kalian mau tahu alasannya apa? Karena saya yakin, kalian hanya akan merendahkannya nanti"


"Walaupun kamu nggak ngasih informasi apapun ke dia, Seenggaknya dia usaha nanya ke teman-teman kamu atau mencari tahu di internet tentang keluarga marga. Siapa sih yang nggak kenal tuan Leon marga ini, seorang ceo terkenal dan sering jadi sorotan media". Ucap Zein


"Lho pikir suami gue nggak ada kerjaan, nyari tahu hal-hal kayak gitu"


"Sekeras apapun dia bekerja, nggak akan bikin dia kaya Zhe. Dia hanya dosen pengganti di universitas yang papa donasikan. Dan dia juga bekerja di rumah sakit istrinya sendiri. Memalukan bukan? Dan secara nggak langsung uang yang dia dapatkan itu uang dari keluarga marga"


"Jadi? Rumah sakit ini milik zhea" batin Celline yang sedari tadi menyimak perdebatan mereka.


"Stop omong kosong kalian! Uang yang exsel hasilkan itu uang kerja kerasnya sendiri. Bukan uang dari keluarga marga. Dan siapa bilang exsel nggak bisa ngehidupin saya, buktinya selama 6 bulan ini saya hidup tanpa berkekurangan apapun. Saya ingatkan lagi, jika anda lupa tuan marga. Semua biaya yang anda cabut atas perkuliahan saya, semuanya sudah lunas di bayar oleh exsel. Dan rumah sakit ini, saya beli pakai uang hasil menang balapan selama ini. Jadi, nggak ada yang namanya uang dari keluarga marga"


"Kamu yakin zhea exsel yang membayarnya? Atau kamu membayarnya dengan uang hasil balapan kamu? Selama ini kan, kamu selalu mengikuti balapan. Jadi, wajar saja kamu tidak berkekurangan apapun" ucap Zein


"Memang dokter exsel yang membayar semua kebutuhan zhea. Lho lupa Zein? Lho minta uang sebesar 5M jika zhea nggak mau nikah sama lho. Dan zhea ikut balapan selama ini ngumpulin uang hanya untuk membayar uang 5M yang dia pinjam ke kita-kita. Dan untuk tuan marga anda juga menggambil semua uang dokter exsel waktu itu, sebagai biaya pernikahan mereka, tanpa mikir mereka berdua yang nggak megang uang sepeser pun" ucap Rere


"Diam kamu! Siapa yang ngajak kamu berbicara" ucap Leon


"Apa yang di katakan Rere itu benar adanya. Seandainya dokter exsel nggak bekerja keras selama ini, mereka mungkin nggak bisa hidup sampai sekarang tanpa uang sepeser pun" timpal rio


"Sudahlah, nggak perlu di teruskan. Ini rumah sakit, kasihan pasien-pasien pada terganggu" ucap exsel


"Jangan sok kamu! Mentang-mentang di belain, sampai kapanpun kamu nggak akan pernah bisa menjadi bagian dari keluarga marga. Dan zhea, jika dalam satu Minggu kedepan kamu belum juga cerai Dengan laki-laki ini. Jangan salahkan papa jika kamu nggak dapat warisan seperser pun dan papa akan hapus nama kamu dari keluarga marga"

__ADS_1


__ADS_2