
Bab 61
Beberapa saat kemudian, zhea pun sampai di rumah sakit. Di lobby rumah sakit dia bertemu dengan Adnan dan Sarah.
"Tante udah boleh pulang hari ini" ucap zhea
"Iya, tante udah boleh pulang. Kamu gimana kemaren, nggak Kenapa-kenapa kan"ucap Sarah
"Nggak kenapa-kenapa kok Tante. Tante bisa lihat sendirikan" ucap zhea
"zhea apa kau ke sini, ingin mengobati luka bakar di tanganmu"ucap adnan
"Tanganmu terbakar" ucap Sarah mengambil kedua tangan zhea, dia menarik ke atas lengan kemeja zhea yang menutupi lukanya.
"Ini karena kemarin" ucap Sarah yang melihat luka bakar zhea
"Nggak apa-apa kok Tante. Cuma luka dikit doang"
"Luka dikit bagaimana. Sekarang biar dokter Adnan obati"
"Dokter Adnan sudah mengobatinya kemarin. Aku ke sini hanya ingin melihat keadaan tente, bukan untuk memeriksa luka ini, luka ini udah nggak apa-apa"
"Dokter Adnan, pasien di kamar no.57 membutuhkan dokter" ucap suster yang datang menghampiri mereka.
"Baiklah. Tante tunggu sebentar ya. Aku mau ngecek keadaan pasien dulu. Habis itu aku akan antarkan Tante pulang" ucap adnan
"Gimana kalo aku aja yang anterin Tante pulang" ucap zhea.
"Gimana Tante? Tante mau pulang sama dia" ucap Adnan
__ADS_1
"Lebih baik Tante pulang sama zhea saja. Kamu juga sibuk di sini. Terimakasih ya"
Adnan mengangguk lalu berucap "maaf, aku tinggal dulu" lalu beranjak pergi dengan suster itu.
"Ayo Tante aku antarkan pulang". Ucap zhea mengandeng tangan Sarah
"Kamu yakin tidak ingin memeriksa tanganmu dulu"
"Nggak Tante. Penyakit itu kalo di manjain akan terasa sangat sakit. Jadi biar lukanya sembuh sendiri nanti"
"Kita kok ke parkiran, bukannya cari taksi"
"Kebetulan aku ke sini, pakai mobil Tante"
Mereka masuk ke mobil dan tidak perlu waktu lama mereka sampai di rumah Sarah.
"Ini apa" ucap Sarah yang melihat paper bag
"Itu baju-bajunya exsel yang udah aku pinjam Tante. Aku kemarin ke sini buat balikin itu"
"Kamu menggantinya dengan yang baru. Seharusnya kamu kembalikan saja baju-baju exsel yang lama"
"Gue balikin yang baru aja dia nggak mau. Apa lagi gue balikin yang lama" batin zhea.
---------
DI MALAM HARI....
Exsel baru pulang kerumah, dia langsung masuk ke kamar Sarah.
__ADS_1
"Kau sudah pulang" ucap Sarah. Exsel mengangguk lalu duduk di samping Sarah.
"Bagaimana keadaan mama. Apa ada yang sakit"
"Mama udah nggak apa-apa kok"
"Adnan yang mengatar mama pulang"
"Awalnya memang Adnan yang ingin mengantarkan mama. Tapi karena dia sibuk, jadi zhea yang anterin mama pulang"
"Zhea?"
"Ya, kami bertemu di lobby rumah sakit. Dan dia menawarkan untuk mengatar mama pulang. Oh iya, ini baju-baju kamu yang di pinjem zhea. Dia menggantikannya dengan baju-baju yang baru".
Exsel mengambil paper bag itu lalu berucap "aku juga sudah bilang, untuk tidak mengembalikannya"
"Jika bukan karena ingin mengembalikan baju-baju itu, dia mungkin kemarin nggak ke sini. Dan untungnya dia ke sini dan nolongin mama"
"Dia yang nolongin mama"
"Begitu dia melihat mama terjebak api, dia langsung menghampiri mama walaupun mama menyuruhnya untuk menjauh. Apa kau tidak bertemu dengannya di rumah sakit kemarin"
Exsel menggeleng ragu-ragu.
"Tangannya terbakar cukup parah. Tapi, ketika mama tanya dia nggak kenapa-kenapa. Untung dokter Adnan yang bilang kalau dia terluka. Dia juga tidak ingin memeriksa lukanya. Gadis itu benar-benar baik dan berani"
**Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️
Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻
__ADS_1