
Bab 84
"Aku tidak memerlukan rasa simpatimu itu!. Berhentilah mengurusi hidupku"
"Satu lagi! saya juga tidak ingin menjadi dosen pembimbingmu, jika bukan profesor yang memintanya. Saya melakukan hal yang curang agar kamu ingin belajar dan mengejar ketertinggalan kamu. Tapi sepertinya kamu tidak mempedulikan tentang masa depanmu. Itu juga bagus, karena saya tidak harus membuang waktu mengajari orang pemalas Sepertimu. Kamu pikir cuma kamu yang mempunyai kesibukan di dunia ini. Saya juga sibuk, dan terlalu capek jika harus berhadapan dengan anda setiap harinya"
"Gue udah bilang, gue nggak perlu rasa simpati lho"
"Simpati! Saya sedang Tidak berempati atupun mempedulikanmu. Saya hanya..."
Ucapan exsel terpotong karena dia mendengar suara pecahan dari kamar Sarah. Dia dengan cepat masuk ke kamar Sarah diikuti oleh zhea.
"Mama" ucap exsel mendekati Sarah yang tergeletak di lantai tidak sadarkan diri. Dan pecahannya gelas di sampingnya.
Exsel memeriksa mamanya, setelah itu dia mengangkat mamanya itu menuju ke mobil.
"Kenapa? Ada apa dengan Tante" ucap zhea mengikuti langkah kaki exsel
__ADS_1
"Bantu, saya buka pintu mobilnya"
Zhea dengan cepat membukakan pintu mobil, exsel mendudukan mamanya di jok mobil belakang.
"Biar gue yang bawa mobilnya" ucap zhea beranjak ingin masuk ke mobil bagian depan.
"Nggak perlu. jika ku ingin ikut, tolong jaga mamaku duduk di belakang" ucap exsel dengan cepat memasuki mobil.
Begitupun dengan zhea,yang langsung duduk di samping Sarah.
Exsel mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi.sehingga tidak butuh waktu lama merekapun sampai di rumah sakit.
Sementara itu, exsel berkutik dengan alat-alat rumah sakit untuk mengetahui penyakit apa yang di derita mamanya.
Setelah beberapa lama memeriksa akhirnya pengecekan lab pun keluar.
Dengan keadaan yang tidak menentu, takut apa yang di perkirakannya itu benar. Exsel mambaca hasil lab mamanya.
__ADS_1
Exsel terdiam seribu bahasa setelah membaca hasil lab mamanya. Ternyata dugaannya benar mamanya terkena dua penyakit sekaligus yaitu gagal ginjal dan kanker.
Exsel menarik napas kasar dan memejamkan matanya, dia bingung harus apa sekarang
"Dokter apa kau tidak apa-apa" ucap seorang suster.
Exsel hanya mengangguk "saya keruangan saya sebentar. Tolong jaga mama saya sebelum saya kembali" ucap exsel beranjak pergi.
"Bagaimana keadaan Tante" ucap zhea menghampiri exsel yang menutup pintu ruangan Sarah
Exsel hanya menatap sayu ke arah zhea, sesaat kemudian dia menggeleng pelan. Kemudian beranjak pergi ke ruangannya.
"Apa maksudmu. Bisakah kau memberi tahuku dengan jelas bagaimana kondisi Tante"
Exsel dengan perasaan campur aduk pun emosi dengan pertanyaan zhea "kau bahkan tidak mempertanyakan bagaimana kondisi papamu. Kenapa kau malah menanyakan kondisi mamaku. Bukankah kau bilang bahwa kami orang asing bagimu? Kau sendiri yang bilang tidak ingin berurusan dengan kami. Sekarang saya minta anda keluar dari ruangan saya"
"Lho lupa jika rumah sakit ini milik gue. Jadi, gue berhak masuk ke ruangan manapun yang gue mau"
__ADS_1
Exsel menarik nafas panjang, dia memejamkan matanya kemudian menatap kearah zhea dengan mata yang memerah.
Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️