BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 267


__ADS_3

Bab 267


"Sudah selesai. Nona zhea kau sangat cantik" ucap salah satu orang yang mendandani zhea


"Kok lho lebih cantik dari gue sih Zhe. Kan yang mau tunangan gue" protes Rere


"Tadi, yang nyuruh gue dandan siapa?"


"Ya, nggak secantik ini.juga dong dandanannya! Kalian kenapa make up in zhea secantik itu, kan yang mau tunangan gue"


"Maaf nona Rere. Kita hanya mengolesi sedikit make up ke wajah nona zhea. Memang nona zhea ini sangat cantik, jika di make up pastilah sangat cantik. Terlebih lagi, nona zhea ini jarang make up. Sekalinya di make up ke cantikannya berkali-kali lipat"


"Ya ampun ini zhea anak mama cantik banget" ucap mama Rere yang baru datang dan langsung menyentuh wajah zhea


"Mama, kalo zhea secantik ini kalah dong aku. Entar orang-orang hanya liat zhea bukan aku, kan yang tunangan aku" rengek Rere


"Kamu itu mau di lihat cantik oleh orang atau Rio?"


"Ya Rio sih"


"Nah, permasalahannya apa Sekarang? Kamu nggak mandi seharian aja Rio bilang kamu cantik, apalagi dandan kayak gini di jamin nggak ngelirik sana sini lagi deh tu anak"



"Mama benar. Aku kan QUEEN CANTIKNYA RIO" ucap Rere tersenyum senang.



Zhea dan mamanya Rere hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Rere yang dari dulu nggak pernah berubah, selalu saja manja dan posesif



Sementara itu, Zein dna Tiffany baru datang. Keduanya langsung di kerumuni wartawan.



"Kalian datang bersama? Apakah kalian sudah kembali bersama setelah di tolak nona zhea dan profesor exsel" ucap salah satu wartawan


"Kita...."


"Kalian akan tahu nanti. Sekarang biarkan kami pergi, karena acara akan segera di mulai" ucap Zein memotong ucapan Tiffany, memeluk mesra pinggangnya dan berlalu pergi dari hadapan para wartawan.


"Zein...lho..."


"Udah nggak usah protes. Dari pada kita malu, dan ada artikel yang mengatakan kita sad boy dan sad girl, lebih baik membuat artikel kita kembali bersama karena di tolak zhea dan exsel kan?"



Tiffany hanya diam, apa yang di katakan Zein ada benarnya juga pikirnya.



Acara pertukaran cincin akan segera di mulai. Rio menunggu kedatangan Rere di atas panggung dengan perasaan gugup. Beberapa kali dia menghela nafas, untuk menenangkan dirinya.


"Oke, sekarang ratu kita hari ini silahkan naik ke panggung dan bertukar cincin" ucap Adnan selaku MC


"Zhe, gue gugup banget" bisik Rere


__ADS_1


"Rilex! Ini bukan pertama kalinya ketemu Rio"


"Tetap aja ada yang beda Zhe!"


Rere naik ke atas panggung di temani oleh zhea dan Tasya yang memegang ujung gaun Rere agar tidak menyapu lantai.


Para wartawan pun langsung mengabadikan moment itu. Baik mereka ataupun mengambil foto.


"Cantik banget" ucap Rio saat Rere berada di hadapannya.


"Kamu juga gagah banget pakai jas kayak gini" ucap Rere memperbaiki jas Rio.


Sementara itu exsel terpanah melihat zhea yang sangat cantik dan anggun, sangat berbeda dengan hari biasanya. Ini adalah kedua kalianya exsel melihat zhea secantik itu, pertama di hari pernikahan mereka dan kedua saat ini. Namun, zhea yang saat ini benar-benar membuatnya terpesona. Gaun hitam selutut, riasan natural, dan perhiasan Yang senada terlihat sangat cocok di tubuhnya.


Sementara itu, zhea jadi susah melihat karena wartawan juga banyak mengambil fotonya. Zhea. Menutupi matanya dengan satu tangan karena silau.


Zhea mendongak ke sana kemari, walau tidak bisa melihat dengan jelas. Dia mencari keberadaan exsel.



"Exsel dimana ya? Apa belum kembali ke sini" batin zhea. Karena tadi, exsel sempat bilang padanya ingin berganti pakaian di rumah dan akan segera kembali



"Nona zhea, apa anda mencari suami anda?" Ucap salah satu wartawan



"Sayang aku di sini" ucap exsel langsung memeluk pinggang zhea. Dia tahu zhea tidak nyaman sekarang.



Sedangkan zhea sendiri, terpesona melihat exsel yang sangat tampan dan gagah memakai jas berwarna hitam Senada dengan gaunnya itu. Penampilan exsel jauh berbeda pada saat dia memakai seragam putih kedokterannya.


Di lain sisi, ada Celline yang sedang sangat kesal melihat kemesraan exsel dan zhea yang terang-terangan di depan wartawan.


"Lho lihat aja nanti zhea. Hari ini, Alex bakal kembali sama gue" batin Celline


"Kenapa?" Tanya Niko yang duduk satu meja dengan celline. Dia tahu, Celline pasti tidak suka melihat zhea sekarang.


"Eh, enggak. TASYA" ucap Celline melambaikan tangannya ke Tasya untuk mengalihkan perhatian Niko.


Tasya yang di panggil pun datang.


"Duduk di sini aja. Lagian, kursi yang lain sudah penuh semua" ucap celline


"Apa nggak apa-apa?" Ucap Tasya melirik Niko


"Nggak apa-apa Tasya. Kita di sini sama-sama tamu undangan Rio dan Rere. Duduk aja" ucap Niko. Karena awalnya Niko duduk bersama exsel, tiba-tiba Celline datang bergabung. Exsel juga terlihat tidak nyaman. Makanya Niko menyetujui Tasya duduk dengan mereka. Agar exsel dan zhea tidak satu meja dengan celline


Akhirnya Tasya pun ikut bergabung duduk dengan mereka.


Lain halnya dengan exsel dan zhea, yang kebingungan mencari kursi.


"Tadi kamu duduk dimana?"


"Di sana sama Niko. Ada Celline di sana, kita cari meja lain aja" tunjuk exsel ke arah meja Niko


"Ya. Tasya juga duduk di sana sekarang"

__ADS_1


"Zheaaa" teriak Tiffany dari arah yang berlawanan.


Zhea dan exsel pun melihat ke sumber suara.


Tiffany melambaikan tangannya, memberi kode agar mereka ikut bergabung di kursi mereka.


"Mau gabung sama mereka?" Tanya exsel


"Nggak ada pilihan lain lagi"


Akhirnya Zhea dan exsel pun bergabung duduk di meja Tiffany dan Zein.


"Zhea, lho cantik banget. Beda banget dari biasanya" ucap Tiffany tulus. Sedangkan zhea hanya membalas dengan senyumnya



"Exsel, gue mau minta maaf atas apa yang gue lakuin ke lho sama zhea di masa lalu. Gue benar-benar menyesal" ucap Zein



"Sudahlah, tidak perlu membahas masa lalu. Yang terpenting Sekarang, besok, bulan depan, tahun depan, 10 tahun mendatang dan seterusny, zhea tetap bersamaku" ucap exsel mengenggam tangan zhea.



Melihat hal itu, hati Tiffany sebenarnya sangat sakit dan cemburu. Tapi, dia mencoba untuk menutupinya, dengan senyuman


"Tidak ada yang bisa merebut zhea dari dokter. Selamanya, zhea akan menjadi milik dokter. Orang sepertiku saja di tolak mentah-mentah" kekeh Zein


"Zhea gue...."


"Gue udah lihat video lho waktu itu. Jadi nggak usah minta maaf lagi" ucap Zhea datar memotong ucapan Tiffany


"Tetap aja gue..."


"Mau berapa kali lho mau minta maaf ke gue?" Lagi-lagi zhea memotong ucapan Tiffany. Hal itu berhasil membuat Tiffany bungkam


"Kayaknya zhea benci banget sama gue. Jelas banget maafin kesalahan gue itu susah" batin Tiffany


Zein mengenggam tangan Tiffany Yang mengepal di bawah meja atas di atas pahanya. Dia tahu Tiffany sakit hati, cemburu dan sedih sekarang. Dia sebenarnya juga merasakan hal yang sama. Saat Tiffany melihat kearahnya, dia menampilkan senyuman manisnya.


"Apa kalian berencana kembali bersama?" Tanya exsel


Zein dan Tiffany hanya tersenyum masam.



"Tidak ada salahnya jika kalian kembali bersama. Zein, Tiffany juga sudah banyak berubah sekarang. dan Tiffany, Zein itu laki-laki yang bertanggungjawab dan baik sebenarnya" jelas zhea



Exsel melapaskan genggaman tangannya ke zhea, dia tidak suka dan cemburu mendengar zhea memuji zein. Dia juga mengubah posisi duduknya lurus ke depan, fokus ke Rere dan Niko.



Zhea yang tidak peka dengan perasaan suaminya itu hanya mengerutkan dahinya, melihat raut wajah exsel yang berubah. Sementara Tiffany dan Zein yang mengerti bahwa exsek sedang cemburu saling pandang dan menahan tawanya.


ZHEA PRAMUDYA SIYAHMARGA


__ADS_1


EXSEL ALEXANDER



__ADS_2