BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 236


__ADS_3

Zhea duduk di sisi ruangan kamarnya, bayang-bayang bagaimana lara tak mempedulikannya dan membangga-banggakan Tiffany saat dia sekolah menengah dulu benar-benar meruntuhkan pertahanan yang selama ini dia tahan. Ternyata menjadi orang yang pembangkang, memiliki ilmu bela diri yang cukup hebat dan balapan liar tidak membuatnya menjadi sosok yang kuat.



Shea selalu membangkang agar dapat di perhatikan oleh Leon, tapi Leon malah menyuruh orang untuk terus mengejar-ngejarnya.


Bayang-bayang kebersamaannya dengan exsel membuatnya tersenyum, namun ketika ingatan tentang exsel yang menandatangani surat perceraian menambah deras lajunya air mata.


Zhea melihat pergelangan tangannya, yang mana dia sedang memakai gelang pemberian exsel. Dia tidak akan mengembalikan gelang itu kepada exsel karena tidak ingin yang emnjadi miliknya di miliki oleh orang lain.


"Gue nggak cukup kuat sel, gue hancur. Gue butuh lho sel, benar-benar butuh" Isak zhea, bahkan wanita yang jarang meneteskan air mata itu menjadi cengeng akhir-akhir ini. Lelah menangis, akhirnya zhea tertidur.


Cathlin dan Leon memasuki kamar zhea.


"Dimana dia?" Ucap Leon yang tak melihat Zhea di ranjang


"Mas, di sana" ucap Cathlin yang melihat zhea tertidur dengan posisi duduk di sudut ruangan


Keduanya pun menghampiri zhea. Leon menatap lekat-lekat wajah putrinya itu, dia menghapus jejak air mata zhea Kemudian mengendongnya dan membaringkan zhea di ranjang. Merasa ada pergerakan, zhea terbangun. Namun, dia memilih untuk pura-pura tidur karena tidak ingin berdebat lagi.


"Mas, sebaiknya kamu jangan terlalu keras pada zhea. Atau kamu akan menyesal nantinya" ucap Cathlin



"Beristirahatlah ini sudah malam. Tidurlah di kamar el-razka, aku harus berbicara dengan zhea"

__ADS_1



"Zhea sedang tidur jangan membangunkannya hanya untuk berdebat lagi" ucap Cathlin kemudian beranjak pergi.



Leon menyelimuti zhea, dia menggenggam tangan zhea sambil berucap "maafkan papa yang selama ini nggak merhatiin kamu sayang. Percayalah, apa yang papa lakukan selama ini hanya untuk kebaikan kamu. Papa hanya memikirkan diri papa sendiri, dan untuk melupakan rasa sakit, papa menyibukkan diri dengan bekerja tanpa berpikir bahwa kamu sama terlukanya sama papa. Papa bekerja keras nak, hingga sampai di titik ini. Papa ingin memberikan yang terbaik untuk kamu agar kamu tidak kekurangan apapun walau tidak punya jasa seorang ibu di hidup kamu. Tapi, papa salah, ternyata kamu lebih butuh sosok orang tua di bandingkan kemewahan. Karena sibuk, kamu juga kehilangan sosok seorang ayah di hidup kamu. Kamu kesepian, tapi kenapa setiap orang yang papa bayar untuk menjaga kamu selalu kamu usir. Papa tahu betul nak bagaimana rasanya terbuang. Maka dari itu papa bekerja keras agar kita di hargai dan tidak di hina-hina lagi. Tapi karena terobsesi untuk sukses papa tanpa sadar menelantarkan kamu"



Leon menjeda ucapannya dan tanla terasa air matanya jatuh. "Papa ingin kamu menjadi orang yang sukses nak. Agar nantinya kamu tidak di tinggalkan pasanganmu seperti papa dulu. Papa ingin kamu jadi orang yang hebat, agar mama kamu itu menyesal telah membuang kita. Dia begitu bangga dengan anak tirinya sebagai model itu, maka dari itu papa ingin kamu meneruskan perusahaan papa berdiri dengan tegas dan sukses. Sehingga papa bisa membanggakan dan menyombongkan pada dunia bahwa Putri papa ini adalah yang terhebat sedunia. Perihal pernikahan kamu papa juga minta maaf. Dokter itu kelihatan memang baik dan pintar, mungkin saja dia bisa memenuhi kebutuhan kamu. Tapi zhea, dia itu orang yang hebat dan pasti di sukai banyak orang, sedangkan kamu, kamu sulit di atur dan suka balapan nggak jelas. Papa takut dia lelah dengan sikap kamu dan akhirnya kamu di campakkan dan di gantikan sama seperti papa dulu. Tidak ada kesamaan sedikitpun di antara kalian, bahkan papa dan mamamu saja dulu yang mempunyai banyak kesamaan berakhir dengan perceraian apa lagi kalian. Papa nggak mau kamu sakit hati, maka dari itu papa meminta kamu menceraikannya. Karena lebih baik kamu yang meninggalkannya. Jika sampai dia yang meninggalkan kamu, papa pasti akan menghabisinya"


Leon menjeda ucapannya dia membelai wajah zhea dengan penuh kasih sayang. "kau tahu zhea, kenapa papa memilih Zein sebagai pasanganmu. Karena om Bastian orang baik zhea, dia yang membantu papa hingga sampai pada titik ini. Zein juga terlihat sangat jelas menyukai kamu. Dia tidak mungkin meninggalkan kamu nantinya. Dan keluarga mereka akan memperlakukan kamu dengan baik. Kamu akan di ratukan dan akan bahagia jika bersama Zein. Dia orang yang pekerja keras, dia pasti akan menjamin kehidupan kamu. Banyak anak pengusaha yang mencoba mendekatinya, tapi dia menolak dan selalu datang ke papa agar bisa menikah dengan kamu. Walaupun kamu sudah menikah, dia tetap ingin kamu menjadi istrinya. Itu sudah membuktikan bahwa dia tidak akan menggantikan kamu nantinya. Dari sekian banyaknya anak pengusaha yang pintar, yang hebat dalam berbisnis. Dia tetap memilih kamu untuk menjadi pasangannya. Kamu beruntung nak, bisa di sukai lelaki seperti dia. Papa benar-benar berharap kamu mau meneruskan perusahaan dan menikah dengan Zein. Zein anak yang baik zhea, dia tidak mungkin melukai kamu nantinya. Dia akan menjaga dan melindungi kamu dengan baik"


Setelah selesai berbicara dan menyuarakan isi hatinya, Leon mencium dahi zhea agak lama dia memasukkan tangan zhea ke balik selimut.


Zhea beranjak duduk setelah Leon pergi. Dia mengepalkan tangannya menahan segala amarah.



"Aku akan mewujudkan keinginanmu dengan menjadi orang yang hebat. Tapi, tidak untuk menikah dengan Zein. Zein adalah yang terbaik bagimu, tapi bagiku hanya exsel yang terbaik dan hanya akan ada dia laki-laki yang ada di hidupku. Anda mengatakan bahwa suami saya orang yang hebat dan pintar. Maka saya akan menjadi orang yang sama seperti dia. Dan anda, tidak bisa lagi memisahkan kami" ucap zhea bertekad.


__________


Hari berganti, exsel berada di bandara menunggu seseorang.

__ADS_1


"Lho ngapain di sini sel" ucap Adnan yang baru tiba



"Exsel melempar kunci rumah dan mobil nya ke arah Adnan. Jaga rumah dan mobil gue, selagi gue pergi"


"Lho mau kemana?"


"Melanjutkan pendidikan. Tes beasiswa yang ku ajukan tahun lalu lulus"


"Kapan lho Nerima hasil tes itu?"


"3 bulan yang lalu"


"Kenapa baru pergi sekarang, bukankah sudah terlambat untuk pergi?"


"Gue sudah berbicara dengan profesornya tadi malam. Dan gue masih di terima. Dan, kenapa gue baru pergi sekarang? Karena dulu ada zhea. Gue nggak mungkin ninggalin dia sendirian. tapi sekarang sudah berbeda"


Adnan hanya mengangguk "cepatlah kembali"



"Gue paling lama di sana 2 tahun. Jangan lebay. Lho nggak mungkin takut tinggal di rumah gue sendirian kan? Dan satu lagi, jangan beduaan masuk ke rumah gue dengan cewek. kecuali lho udah nikah. Kamar mama jangan pernah di buka"


"Iya-iya. Selain kamar Tante Sarah itu juga kamar zhea kan? Paham gue"

__ADS_1


Exsel hanya tersenyum getir "gue pergi dulu" ucapnya kemudian memasuki pesawat


__ADS_2