BAD GIRL

BAD GIRL
B188


__ADS_3

Bab 188


Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, akhirnya zhea dan exsel Sampai di rumah mereka pukul 2 siang.


Zhea melempar tasnya ke sofa, di susul dengan merebahkan tubuhnya di sana


"Zhe, ayo bicara sebentar"


"Jika itu tentang lho dan celline, gue udah bilang gue nggak mau tahu dan nggak peduli"


"Tapi Zhe, aku rasa kamu berhak tahu"


"Gue udah tahu, dia mantan lho, kalian putus 2 tahun yang lalu dan berjanji akan menikah setelah celline kembali. Tapi, saat celline pergi dia menghilangkan?" Jelas zhea


Exsel hanya mengangguk.


"Gue udah tahu, jadi nggak ada lagi yang harus di omongin. Gue udah bilang sama lho, kalo lho masih suka sama dia ceraiin gue dan nikah sama dia"


"Zheee!"


"Gue ngegampangi pilihan lho" ucap zhea kemudian beranjak pergi


"Mau kemana?"


"Bukan urusan lho" ucap zhea ingin membukakan pintu, namun kalah cepat karena exsel lebih dulu mengunci pintu dan menyimpan kuncinya.


"Lho apa-apaan sih, bukain nggak pintunya"


"Kita baru nyampe di rumah belum 10 menit, dan kmu udah mau pergi lagi?"


"Terus? Apa hubungannya?"

__ADS_1


"Ya seenggaknya istirahat dulu di rumah. Besok baru beraktivitas lagi. Biar tubuh tetap fit zhee"


"Kalo lho mau istirahat ya istirahat aja, lagian selama di pesawat juga gue istirahat"


"Pokoknya nggak boleh. Lebih baik kamu mandi, aku bakalan siapin sarapan buat kita" ucap exsel beranjak pergi ke dapur, namun zhea mencegahnya dengan mencoba merebut kunci rumah.


"Lho nggak ada hak ya buat ngatur-ngatur gue! Sekarang cepat, buka pintunya. Sebelum gue pakai kekerasan sama lho" kesal zhea lareyna tidak berhasil merebut kunci rumah dari exsel


"Siapa bilang nggak ada? Kamu itu istri aku. Jadi aku berhak atas kamu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Sebaiknya kamu nurut, ini buat kebaikan kamu juga. Lagi pula selama ini aku juga nggak pernah ngelarang-larang kamu kemanapun kamu pergi kan"


Zhea terdiam, dia memikirkan setiap omongan exsel yang benar adanya itu.


"Kamu mandi aja dulu biar fresh, aku bakalan masakin sesuatu dulu buat kita" ucap exsel beralih menuju kulkas


Sementara zhea bukannya mandi, malah duduk di meja makan, memainkan ponselnya.


"Nggak ada bahan makanan apapun yang tersisa di kulkas, mau order aja?" Ucap exsel duduk di samping zhea


"Kalo nggak ada ya tinggal beli aja bahan-bahannya"


"Gue juga nggak lapar-lapar amat kok. Lagian suntuk banget kalo cuma di rumah"


"kita ke mini market sekarang"


Zhea mengagguk, merekapun pergi ke mini market.


Sesampainya di mini market mereka langsung membeli bahan makanan bulanan mereka.


"Kamu suka makanan ringan?"


"Lumayan"

__ADS_1


"Mau yang mana? Kentang atau udang?"


"Terserah, asal jangan yang rasa udang, alergi soalnya"


"Kalo nggak kayak gini, aku nggak bakalan tahu kamu alergi udang"


"Nggak penting juga"


"Justru itu penting,gimana kalo misalnya aku nggak sengaja masakin udang, terus kemakan sama kamu? Kan bahaya"


"Cuma gatal-gatal doang, nggak nyampe mati kok"


"Ya tetap aja, harus waspada kan?"


"Terserah lho deh, gue pengen es cream sekalian bayarin ya" ucap zhea mengambil satu es cream dan langsung memakannya.


"Ambil aja lagi,buat stok di rumah. Nanti, kalo ke pengen makan es cream lagi nggak repot-repot keluar rumah dulu buat beli"


"Boleh?"


"Iya, kamu suka rasa apa?"


"Semuanya"


"Hahaha, kalo kayak gitu kita beli aja semua rasa masing-masing tiga, gimana?"


"Rasa coklat sama vanilla aja"


"Oke"


"Cemilannya mau nambah lagi nggak?"

__ADS_1


"Dua aja, kalo terlalu banyak ntar nggak ada ruang lagi di kulkas buat nyimpen bahan makanan"


"Kalo emang suka ngemil, besok aku beliin kulkas kecil buat kamu. Kamu bisa letak kulkas itu di kamar dan nyimpan cemilan dan es cream di sana"


__ADS_2