BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 234


__ADS_3

Bab 234


"Zhe, di belakang itu para pengawal lho" ucap Rere yang melihat beberapa mobil mengikuti mobil mereka



Zhea hnaya menganguk pelan


"Coba aja lho ikutin kata kita, lho nggak bakalan di awasi kayak gini terus"


Zhea tidka menjawab, dia hanya fokus menyetir.


"Zhe, lho dengar gue nggak sih!" Ucap Rere kesal


"Heum" zhea cuma berdehem


"CK, lho kemarin kenapa bisa pingsan? Apa lho sakit? Tapi lho nggak demam"


"Cuma Kecepek'an dan lelah doang re"


"Tapi lho kayak orang kesakitan gitu. Terus, lho juga bilang nggak sanggup sebelum pingsan, nggak sanggup apa?"


"Gue ngomong gitu?" Ucap zhea berpura-pura nggak tahu


"Ah, udahlah Zhe. Percuma juga ngomong sama lho"


"Lho, Niko, Rio. Apa kalian benci sama gue sekarang re?"


"Kita tuh nggak benci sama lho. Kita hanya kecewa dan marah sama keputusan lho yang nggak masuk akal itu"


"Gue ngerti. Gue sendiri juga marah dan kecewa sama diri gue sendiri" lirih zhea namun masih di dengar oleh Rere



"Sebenarnya ada apa sih Zhe. Apa ada sesuatu yang lho sembunyiin dari kita. Lho nggak seperti zhea yang gue kenal" batin Rere



Zhea dan Rere sampai di kampus.


"Kak Rere dari mana aja, kenapa nggak pulang tadi malam" ucap Tasya yang memang menunggu kedatangan Rere


"Lho sendiri ngapain di sini, bukannya masuk ke kelas"


"Aku khawatir sama kakak. Soalnya kakak nggak pulang dari semalam"


"Gue nginep di mansion zhea, sorry nggak ngabarin gue lupa"


Tasya hanya mengangguk


"Dia tinggal sama lho di apartemen?" Tanya zhea


"Nggak, kita di suruh Niko buat tinggal di kos-kosannya dia"


"Niko?" Ulang zhea hampir tak percaya


______________


Pelajaran berlangsung, "baiklah semuanya kerjakan tugas halaman 69 kirimkan melalui email, selesaikan hari ini juga. Zhea, ikut saya ke ruangan" ucap Adnan


"Gue ikut lho Zhe" ucap Rere


"Tetaplah di sini. Tugasmu masih banyak yang belum selesai" ucap Adnan beranjak pergi


"Nggak apa-apa, gue pergi dulu" ucap zhea juga beranjak pergi


"Gue sih yakin zhea pasti di depak dari kampus" ucap Tiffany

__ADS_1


"Ya iyalah orang dia kuliah seenaknya aja. Apalagi, nggak bakalan ada orang yang bakal bantu nutupin kasus dia kali ini" ucap deby



"Berisik!" Teriak Rere


____________


"Kamu tahu kan zhea, kenapa kamu di panggil?" Ucap adnan


Zhea hanya mengangguk


"Tidak ada toleransi lagi untukmu karena ini adalah peringatan terakhir. dan maaf zhea kamu di keluarkan dari kampus"



Lagi-lagi zhea hanya mengangguk. Ekspresinya datar dan dingin.



"Saya boleh pergi sekarang?"


"Tunggu dulu, masih ada yang ingin saya sampaikan. Ini tentang exsel"


"Ada apa dengannya?"


"Kemarin Zein datang ke rumah sakit dan mengusir exsel dari sana"


"Dia tidak bisa mengusir exsel, karena rumah sakit itu sudah menjadi milik exsel"


"Tapi exsel tidak pernah menerima rumah sakit itu. Dia juga setuju untuk resign dari rumah sakit"


"Kenapa exsel resign? Dia sudah lama bekerja di sana"


"Karena Zein mengatakan bahwa kalian sudah bercerai. Dan dia tidak ingin, jika bayang-bayang exsel menganggu pernikahan kamu dan dia. Apakah kamu benar-benar sudah bercerai dari exsel dan akan menikah dengan zein? Kenapa tidak memberitahu exsel jika hubungan kalian sudah berakhir. Jika saja Zein tidak datang, exsel mungkin sampai saat ini masih menganggap kamu istrinya" jelas Adnan


"Gue memang istri exsel, istri sahnya" batin Zhea



Tiba-tiba perutnya terasa mual, zhea memegang perutnya dengan satu tangan menutup mulut. Zhea melihat di tangganya ada darah, dia segera menyembunyikan tangannya dan langsung berlari keluar dari ruangan Adnan.


Namun, Adnan bisa melihat dengan jelas bahwa zhea sedang muntah darah.


"Zheaaaaa" ucap Adnan mengejar zhea


Zhea dengan cepat berlari masuk ke mobil dan meninggalkan kampus.


"Ada apa dengan zhea? Gue tadi nggak salah liatkan? Zhea muntah darah. Apa dia sakit" ucap Adnan pada dirinya sendiri



Zhea mengambil vitamin dari dalam saku blazernya dan segera meminum vitamin itu. Dia mengusap-usap kasar bibirnya agar tidak ada sisa darah yang tertinggal.


"Nona, anda tidak apa-apa" ucap pengawal yang menjadi sopir zhea


"Apa yang kalian lihat, jangan sampai terdengar di telinga tuan marga, kamu mengerti" ancam zhea


Sopir itu hanya mengangguk.


"Sekarang, kita mau kemana nona?" Ucap sopir tersebut


"Turun!"


"Turun nona?"


"Saya bilang turun! Pakai mobil yang lain, ikuti saya dari belakang" bentak zhea. Sopir itupun menepikan mobil, dan zhea langsung tancap gas.

__ADS_1



Zhea berhenti di depan pagar rumah exsel, karena pagar itu terkunci.


"Kalian tetaplah di sini" ucap zhea setelah mengatakan itu dia menaiki pagar dan melompat masuk ke halaman rumah exsel.


"Nona...." Ucap para pengawal bersamaan


"Gue nggak akan kabur. Tetaplah disana, atau gue benar-benar akan kabur!" Ancam zhea


Semua pengawal tak bergeming, mereka hanya mengawasi zhea Dengan mata mereka.



Zhea melihat mobilnya di bagasi, dia senderan di mobilnya itu menunggu exsel kembali. Dengan melipat kedua tangannya di dada



Zhea selalu melihat jam di tangannya, hingga akhirnya haripun mulai gelap.



"Nona, kita sudah lama di sini. Apa nggak sebaiknya kita pergi, tuan sudah pulang, dia akan marah jika nona tidak ada dimansion" ucap salah satu pengawal



Namun zhea hanya diam Dengan pemikirannya sendiri. "lho kemana sel? Dokter Adnan bilang, lho nggak kerja lagi di rumah sakit. kenapa sampai sekarang belum pulang. Apa lho lagi pergi sama celline,.atau lagi sama Tiffany. Pertama kalinya gue nungguin lho. Akhirnya gue ngerasain apa yang lho rasain dulu" batin zhea



Jam menunjukkan pukul sepuluh malam lewat. Exsel baru kembali ke rumahnya.



Exsel melihat ada tiga mobil terparkir di pagar rumahnya. Dan sekitar 7 orang berjaga-jaga di sana. Exsel tahu bahwa orang-orang itu adalah orang-orangnya marga.


"Mau apa mereka datang ke sini" ucap exsel keluar dari mobil dan menghampiri mereka.


"Apa yang kalian lakukan di sini" ucap exsel to the poin



"Akhirnya anda kembali dokter. Nona kami telah menunggu anda dari jam sepuluh pagi di sini, dan sekarang sudah lewat pukul sepuluh malam" ucap salah satu pengawal itu sambil menunjuk ke arah zhea.


Exsel yang melihat zhea pun langsung membukakan pagar dan berlari menghampirinya.


Exsel langsung memeluk zhea, sementara zhea diam terpaku


"Sel..." Ucap zhea yang merasa sesak karena eratnya pelukan exsel


"Sebentar saja" ucap exsel makin mepererat pelukannya, untuk mengurangi rasa rindu dan khawatirnya.



Beberapa saat kemudian, exsel melepaskan pelukannya. Dia memeriksa dan memutari tubuh zhea untuk memastikan bahwa zhea tidak terluka.



"Syukurlah kamu tidak apa-apa. Aku sangat khawatir melihat kamu pingsan kemarin" ucap exsel kembali memeluk zhea



Beberapa orang pengawal mendekat kearah mereka. Zhea langsung memberi mereka kode untuk menjauh.



"Aku nggak apa-apa, jangan terlalu mengkhawatirkanku" ucap zhea membalas pelukan exsel.

__ADS_1



Exsel menarik zhea dan membawanya ke rumah. Para pengawal pun langsung masuk ke halaman rumah, dan berjaga-jaga di segala arah. Takut jika keduanya melarikan diri


__ADS_2