
Bab 62
Di kos-kosan....
"Zhe, ini surat panggilan buat lho dari dekan" ucap Rere memberikan amplop putih pada zhea
zhea mengambil surat itu lalu membacanya sekilas "Nggak penting banget" ucapnya.
"Lho harus datang ke pertemuan itu besok. Jangan sampai lho di tendang keluar ntar dari universitas itu" ucap Rere
"Iya re, Lebih baik lho kuliah deh yang benar besok. Nggak usah bolos-bolos lagi" ucap Rere
"Hemmm" zhea berdehem. Dia berbaring di sofa kecil dengan kaki menjutai
"Lho cabut dari kampus, pergi kemana Zhe"
"Ke... Oh iya" ucap zhea bangkit duduk dengan benar menghadap Rio dan Rere
"Ada apa" ucap Rere
"Tadi di kampus gue ketemu sama sih Zein"
"Dia ngapain ke kampus" ucap Rere
"Jangan di potong dulu. Biar zhea cerita sampai selesai" ucap Rio
"Gue kan penasaran"
__ADS_1
"Kali lho nyela terus di setiap omongan zhea, maka akan lebih lambat lho taunya. Udah Zhe, lanjutin aja ceritanya" ucap Rio
"Dia bilang tuan marga itu mempercepat pernikahan gue sama dia"
"What" pekik Rere
"Serius lho Zhe" ucap Rio
"Emangnya gue keliatan becanda Sekarang" ucap zhea
"Bearti Zein Nerima perjodohan ini dong, kalo pernikahan kalian di percepat"
"Gue juga nggak tahu pastinya. Tapi sih Zein bilang itu rencana tuan marga dan bokapnya"
"Bokapnya sih Zein nggak mungkin Nerima perjodohan itu kalo Zein nggak mau, ya nggak Yo" ucap Rere
"Itu bearti sih Zein suka sama lho Zhe. Kalo nggak, nggak mungkin dia Nerima perjodohan itu" ucap rere
"Gue nggak mau nikah sama dia, ya kali masih muda udah di suruh nikah"
"Gimana kalo lho pura-pura udah punya pacar aja. Dengan begitu, sih Zein pasti akan nyerah buat nikah sama lho" ucap Rio
"Minta dokter exsel aja buat jadi pacar pura-pura lho Zhe" ucap Rere
"Udah, nggak usah bahas-bahas dia lagi. Dia aja nolak buat jadi pacar pura-pura gue di depan Tiffany, apa lagi sekarang kan. Dan dia juga kayaknya benci banget tuh sama gue"
"Mungkin dia itu marah karena lho mau jadiin dia alasan buat balas dendam" ucap Rio
__ADS_1
"Tapi, dia dekat banget lho Yo sama Tiffany. Apa mungkin dia suka kali ya sama Tiffany" ucap rere
"Udah deh, nggak usah bahas-bahas dia. Mau dia suka mau dia nggak suka itu nggak penting. Yang terpenting sekarang gimana caranya buat ngebatalin perjodohan itu"
"Gimana kalo kita minta sih Niko aja buat jadi pacar pura-pura lho Zhe" ucap Rio
"Tapi Niko kan nggak ada di sini" ucap Rere
"Zhea, bilang aja sama sih Zein kalo Niko itu pacarnya. Dan kalo sih Zein nggak percaya zhea Vidio call aja sama Niko yang mesra gitu, di depan Zein" ucap Rio
"Kenapa nggak lho aja yang jadi pacar pura-puranya zhea" ucap Rere
"Gue nggak cocok jadi pacarnya zhea, walaupun pura-pura. Jangan sampai kita membuat kesalahan dan sih Zein curiga" ucap RI
"Benar juga. Niko memang pilihan yang tepat Zhe"ucap Rere
"Masalahnya, Niko mau nggak ngebantuin gue. Kalian tahu sendiri Niko gimana" ucap zhea
"Lho nggak usah khawatir Zhe, dia pasti mau kok bantuin lho. Selama ini dia nggak pernah nolak kan kalo lho minta bantuan" ucap Rio
"Iya Zhe, dia pasti mau bantuin lho" ucap Rere
"Kalo lho masih ragu-ragu, biar gue deh yang bantu lho ngejelasinnya sama Niko" ucap Rio
"Biar gue aja yang bahas ini sama Niko ntar. Gue rasa dia juga nggak mungkin nolak" ucap zhea
**Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️
__ADS_1
Dan jangan lupa baca juga karya baru author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan karya author lainnya "COLD CEO IN LOVE" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻🙏🏻