
Bab 112
"Zhea nggak mungkin seperti itu!" Tegas Rere
"Tapi, kenyataannya emang gitu"
"Gue emang nggak suka sama zhea. Tapi, selama ini, zhea nggak pernah berlaku kasar sama gue. Palingan cuma adu mulut doang, gue juga nggak percaya kalo zhea sampai mau ngebunuh orang" ucap Tiffany, yang sengaja ingin memojokkan Celline. Karena, Celline sudah menjadi rivalnya dalam mendapatkan exsel
"Gue nggak bohong. Bahkan Alex sendiri kan, yang bilang ke kalian tadi?" Ucap celline
"Jujur aja Celline. Apa yang lho omongin ke zhea waktu itu" ucap Rere berdiri di hadapan Celline dengan tatapan yang menusuk
"Gue nggak ngomong apa-apa, benaran deh! Gue nggak bohong"
"Lho pasti ngomong tentang orang tuanya kan Cell?" Ucap Niko
"Lho nik, kok lho buruh gue gitu sih"
"Zhea nggak mungkin mengusik orang kalo nggak di usik duluan. Dia juga nggak bakalan ngepeduliin apa yang orang lain bilang ke dia, kecuali jika orang itu membahas ke dua orang tuanya, dia sangat sensitif akan hal itu" jelas Niko
Exsel memandang Niko dengan perasaan iri. Niko tahu semuanya tentang zhea, tapi dia? Sebagai suaminya dia nggak mengetahui apapun tentang sifat zhea.
"Ikut gue!" Ucap Rere menarik Celline pergi dari sana, dia terlalu muak dengan apa yang Celline katakan. Rio dan Tasya juga mengikuti mereka.
"Seru nih, ayo kita ikutin" ucap Tiffany menarik silya untuk melihat Rere dan Celline yang dia tebak akan bertengkar
Niko berdiri menghadap exsel "dokter exsel, apapun yang anda pikirkan tentang zhea, itu semua nggak benar. Saya tahu zhea seperti apa dan bagaimana, dokter memang berhak marah karena sifatnya kali ini benar-benar keterlaluan karena dokter suaminya, terlebih lagi dia coba sakiti adalah masa lalunya dokter. . Saya juga merasa kecewa dengan tindakan zhea kali ini.Tapi, nggak mungkin ada asap kalo nggak ada apinya kan?. Dan satu lagi, saya minta dokter untuk jaga jarak sama Celline. Karena itu mungkin salah satu sebabnya kemarahan zhea. Namun, jika dokter masih ragu-ragu atas masa lalunya dokter, tolong lepasin zhea. Jangan buat dia semakin membenci suatu hubungan pernikahan. Jika dokter sudah tidak mau, saya selalu siap untuknya. Alasan saya meminta dokter menikahinya, agar dia merasakan apa itu yang namanya cinta, kasih sayang dan kepercayaan dalam berhubungan, karena saya rasa dokter lebih mampu memberikan yang terbaik untuknya di Bandingkan saya. Tapi, jika dokter masih terjebak di masa lalu, lebih baik lepaskan dia, selagi semuanya belum terlalu jauh " ucap Niko, selesai mengatakan itu dia pergi menyusul Rere tanpa menunggu jawaban dari exsel.
"Rere, lepasin! Lho apa-apaan sih" ucap celline menghempaskan genggaman Rere dari tangannya, yang mana mereka sekarang berada di parkiran rumah sakit.
"Lho itu yang apa-apaan. Lho baru sehari di sini, tapi udah bikin zhea kecelakaan"
__ADS_1
"Gue nggak ada hubungannya sama kecelakaan zhea! Bahkan di saat zhea kecelakaan pun, gue ada di rumahnya Alex sama Tiffany"
"Maka dari itu. Kalo aja lho nggak datang ke rumah mereka, mereka nggak mungjin bertengkar dan kecelakaan itu nggak bakalan terjadi!" Teriak Rere
"Gue ke sana juga nggak ngapa-ngapain lagi. Malahan gue yang jadi korbannya zhea"
Rere mengangkat tangannya ingin menampar Celline. Namun, tangannya mengangtung di udara karena Rio yang menahannya
"Gue nggak suka lho main kasar kayak gini re" ucap Rio
"Lepas Yo. Perempuan satu ini cari masalah sama adek kita, lho sebagai abangnya jangan diam aja dong! Katakanya zhea itu adik kesayangan kalian, lho nggak lihat adek lho udah 3 hari terbaring di rumah sakit ini. Dan itu semua gara-gara ulat bulu satu ini. Jadi, minggir dan jangan halangin gue!" Ucap Rere mendorong Rio, tapi Rio tak bergeming sedikitpun
"Yo, bawa Rere pergi dari sini. Ada yang mau gue omongin sama celline" ucap Niko yang baru samlqi di parkiran dan bisa melihat keributan yang Rere perbuat dari kejauhan
"Nggak, gue nggak mau pergi. Urusan gue belum selesai sama cewek satu ini"
Rere berdiri di hadapan Celline dengan tatapan yang mematikan. "Ternyata gue salah menilai lho selama ini. Gue kira lho benar-benar orang baik dan pantas buat di temanin. Tapi, rupanya lho lebih busuk dari pada musuh. Muka dan sifat lho yang sok polos itu benar-benar munafik..."
Rio langsung menggendong Rere layaknya karung beras. "Rio lepasin gue, gue belum selesai ngomong sama ulat bulu satu itu" ucap Rere kemberontak dan memukul-mukul tubuh bagian belakang Rio
"Heh ulat bulu lho dengarin ya! Kalo sampai terjadi sesuatu sama zhea, lho orang pertama yang bakalan gue cari! Dan gue bakalan kubur lho hidup-hidup!" teriak Rere yang semakin menjauh namun, ucapannya masih bisa di dengar oleh celline dan yang lainnya
"Ya, kok nggak jadi berantem sih, nggak seru ah". Ucap silya yang mana dia dan Tiffany menikmati keributan itu
"Tapi, lumayanlah buat naikin mood ya nggak?"
"Iya juga sih"
"Semoga aja saudara tiri gue itu cepetan sadar"
"Kok lho malah minta dia buat sadar sih? Bukannya bagus ya kalo dia koma apalagi sampai koit, lho bisa milikin dokter exsel seutuhnya"
__ADS_1
"Sekarang kan udah ada Celline, satu lagi rival gue dapetin kak exsel. Tapi, ada bagusnya juga mantannya kak exsel balik lagi. Karena gue bisa adu domba sih zhea dan Celline. Gue bakalan buat zhea cerai sama dokter exsel melalui Celline, kemudian gue bakalan hempas tuh hama jauh-jauh dari kehidupan kak exsel dengan kekuasaan yang papa gue milikin" smirk Tiffany
"Bagus juga rencana lho. Dengan begitu, tangan lho nggak perlu kotor buat nyingkirin sih zhea"
"Tiffany gitu lho. Sekarang gue hanya perlu menonton drama yang ada, sambil menunggu waktu dimana kak exsel bakalan jadi milik gue seutuhnya. Udah yuk pergi, kita rayain hal baik ini dengan shopping"
"Gue setuju!" Ucap silya bersemangat, kedua sahabat itupun memasuki mobil dan pergi meninggalkan rumah sakit.
"Lho mau ngomong apa nik? Lho juga mau nyalahin gue atas kecelakaan zhea?" Ucap celline
"Bukan itu yang ingin gue omongin sama lho"
"Terus?"
"Gue kecewa sama lho Cell, gue kira lho benaran udah ngelupain dokter exsel"
"Nggak semudah itu buat ngelupain orang yang kita sayang nik"
"Gue tahu, tapi gue tetap nggak nyangka tujuan lho datang balik ke sini buat ngedekatin dokter exsel lagi"
"Apa salahnya nik, jika gue mau berteman dan bersilahturahmi sama Alex? Lho dan zhea aja bisa berteman, kenapa gue dan Alex nggak bisa?"
"Lho itu cantik, pintar dan berprestasi Cell. Jangan jatuhin harga diri lho dengan menjadi orang ke tiga di rumah tangga mereka"
"Gue bukan lho nik, yang bisa memendam perasaan. Lho mah enak, bisa dekat terus sama zhea, lah gue? Buat ngomong sama Alex aja rasanya sulit banget"
"Karena dokter exsel udah punya istri Cell, dia harus jaga perasaan zhea sebagai istrinya"
"Ini tuh nggak adil buat Alex! Jika zhea boleh dekat dengan lho dan Rio, kenapa Alex nggak boleh dekat dengan gue. Lho yang punya perasaan lebih aja ke zhea bisa dekatin dia, kenapa gue nggak bisa kayak lho. Posisi kita ini sama lho nik, tapi gue yang lebih tersakiti di bandingkan lho!"
"Lho benar-benar bukan Celline yang gue kenal waktu di AS. Benar kata Rere, kita salah menilai lho selama ini. Gue benar-benar kecewa sama sikap lho ini Cell" ucap Niko kemudian beranjak pergi
__ADS_1