BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 245


__ADS_3

Bab 245


"Itu karena tuan marga yang menghapus jejaknya. Dia tidak mau berita pernikahan kita tersebar ke media, dan berdampak pada perusahaan"



"Tapi Debby sudah membuka rahasia ini secara tidak sengaja. Acara ini di adakan live, dan aku yakin media sekarang sedang heboh. Bagaimana kamu mau mengatasi masalah ini. Bagaimana kita menjelaskan bahwa kita telah lama bercerai Tanpa adanya surat perceraian. Dan aku tidak akan mengatakan pada mereka kalo kita sudah berpisah sebelum aku lihat sendiri surat perceraian itu"


"Aku akan menyuruh pengacara ku membuat surat cerai palsu untuk mengatasi maslaah inj"


"Bagiamana Dnegan aku? Aku membutuhkan surat yang aslinya untuk menata hidup kedepannya. Jika status kita tidak jelas seperti ini, akan sulit untuk melangkah kedepannya"


"Kita benaran udah cerai sel"


"Aku nggak percaya, sebelum aku lihat surat resmi perceraian kita. dan jangan berniat untuk menipuku dengan memberikan surat palsu. Karena aku bisa membedakannya"


Zhea memutar kursi membelakangi exsel. Air matanya menetes ketika mengingat exsel yang memamerkan cincin pernikahannya tadi.


Beberapa saat hanya ada keheningan di Antara keduanya


"Apakah surat perceraian itu sangat penting?"


"Heum"


"Sepertinya exsel ingin menunjukkan surat perceraian itu ke istrinya. Sebagai bukti, bahwa tidak ada hubungan apapun lagi di antara kami. Tali siapa istrinya? Apa mungkin Celline?" Batin zhea



"Apa kamu dan Zein sudah menikah zhea? Kenapa kalian tidak mengundangku?" Ucap exsel yang ingin melihat reaksi zhea


"Apa itu penting. Lho bahkan nggak ada di negara ini"


"Aku mengerti. Berikan Surat perceraiannya, maka aku tidak akan mengganggumu lagi"


"Hem"



"Aku yakin jika kamu masih istriku zhea" batin exsel



Zhea menerima telpon dari Zein.


"Kamu masih di kampus?" Ucap Zein di seberang sana


"Heum"


"Tunggu disana, aku akan menjemput. Pasti kamu sedang terjebak sekarang"


"Nggak perlu Zein. Yang ada kamu juga ikutan terjebak. Suruh Orang-orang tuan marga ke sini. Aku akan pulang dengan pengawasan mereka"


"Baiklah. Raka juga akan ke sana nanti"


Zhea lalu menelpon Adnan. "Buka pintunya, orang-orangku akan ke sini nanti" ucapnya dan langsung memutuskan sambungan telpon.


30 menit kemudian pintu di buka oleh orang-orang marga. Langkah zeha terhenti ketika exsel mengatakan "Selamat atas semua pencapaianmu zhea_


"Gue nggak sehebat itu sel. Dan jangan mempercayai media, banyak orang yang berada di balik ke sukseskan gue sekarang. Gue hanyalah topeng yang harus Ramah dan bersikap baik di media. Gue yang sekarang, adalah kepalsuan belaka" ucap zhea melangkah pergi.

__ADS_1



Tasya dan Adnan menunggu zhea di pintu belakang. "Exsel mana?" Ucap Adnan



"Ruangan lho"


"Kenapa dia nggak ikut coba"


"Gue nggak tahu!"


"Kalo dia keluarnya nggak bareng lho Zhe, gue yakin nanti wartawan akan ngikutin dia"


Tanpa menjawab lagi, zhea langsung pergi diikuti oleh semua pengawalnya.


Zhea memakai topi dan masker, zhea berjalan di lindungi oleh semua pengawalnya menuruni gedung.



"Siapa yang memberi tahu kalian bahwa ada pintu belakang" ucap zhea setelah masuk ke dalam mobil



"Dosen tadi yang memberitahu nona"


"Gue bawa mobil sendiri, kalian cukup ikuti dari belakang"


"Baiklah nona. Tapi, tuan berpesan agar nona pulang ke mansion"


.


Sementara itu, Adnan dan tasya menemui exsel. Adnan mengunci pintu ruangannya dari dalam



"Kalo gue pergi sama zhea, dan ketangkap sama wartawan urusannya akan bertambah panjang"


"Mereka nggak mungkin berhasil nangkap kalian, orang-orangnya zhea itu banyak"



"Sebelum terjadi lebih baik hindari"


__________________


"Kamu itu baru di angkat jadi CEO, kenapa malah membuat scandal kayak gini. Kamu tahu, perbuatan kamu ini bisa mengancam perusahaan" bentak Leon saat zhea sampai di mansion


"Siapa yang suruh aku datang ke kampus? Anda kan? Anda juga tahu sebelumnya, exsel juga di undang ke sana, apa anda nggak mikir kalo hal ini pasti akan terjadi? Semua mahasiswa akhir semester tahu kalo aku dan exsel itu dulunya pernah menikah"


"Kenapa kamu nggak cerita sebelumnya? Papa mana tahu soal itu"


"Anda nggak tahu? Saya bahkan belum mendapatkan sertifikat kelulusan, bukankah itu sudah menjelaskan bahwa mahasiswa yang lainnya juga belum lulus!."


"Zhea...."


"Berhentilah berbicara, karena setiap anda bicara itu akan membuktikan bahwa anda tak pernah peduli dan memperhatikan saya!" Ucap zhea langsung berlari menuju kamarnya


"Zhea....ZHEAAAAA!"

__ADS_1


"sabar om, jangan ke bawa emosi dulu. Zhea selama ini juga berada di bawah tekanan yang besar" ucap Zein


"Kenapa kamu selalu menunda pernikahan kalian Zein? Bahkan pertunangan yang kamu bilang akan di langsungkan 3 bulan setelah zhea bercerai pun sampai sekarang belum juga ada kabarnya. Sekarang, sudah satu setengah tahun. Jika kamu menempati janjimu untuk menikahi zhea, zhea mungkin sekarang sudah akan melahirkan buah hati kalian"



"Maaf om. Tapi saya tidak bisa menikahi zhea sekarang"


"Kenapa? Apa kamu sudah tidak menyukai zhea lagi?"


"Saya bukan hanya suka sama zhea om. Saya sayang dan cinta sama dia"


"Terus kenapa kamu tidak menikahinya. Jika kalian menikah, semua scandal tentang Zhea akan hilang"


"Maaf om, walaupun saya sangat ingin tapi saya tidak mau memaksakan kehendak saya ke zhea. Selama ini saya melihat sendiri perjuangannya untuk mewujudkan impian om, banyak tekanan, dan dia juga tidak memikirkan waktu makan ataupun waktu istirahatnya. Dia juga melawan rasa sakit di tubuhnya dan memaksakan tetap bekerja"


"Rasa sakit? Apa maksudmu zhea sakit selama ini?"


"Zhea sakit karena kurang istirahat dan tidur om" bohong Zein


"Duh, hampir aja ketahuan. Nih mulut kenapa pake kecoplosan segala sih" batin Zein



Zhea duduk di balkon kamar dengan tabletnya. Dia membuka media yang mana di sana exsel di kerumuni oleh wartawan.



"Prof. exsel apakah benar anda dan Nona zhea pernah menikah dan bercerai?" Wartawan1


"Kapan dan kenapa prof menikah dan bercerai dengan Nona zhea?" Wartawan2


"Bukankah jika kalian masih bersama akan menjadi pasangan yang sangat serasi?" Wartawan3


"Tapi nona zhea sekarang dekat dengan CEO Zein, bagaimana pendapat anda sebagai mantan suami?"wartawan4


"Kenapa kalian menutupi persoalan pernikahan kalian dari media?" Wartawan5


"Prof memamerkan cincin pernikahan di acara tadi. Apakah itu Cincin pernikahan dengan nona zhea? Tapi nona zhea tidak terlihat memakai cincin apapun tadi. Atau prof sudah menikah lagi setelah bercerai dengan nona zhea?" Wartawan6


"Apa salah satu dari kalian selingkuh makanya kalian bercerai?" Wartawan7


Exsel tidak membuka mulut sedikitpun, dia terus saja berjalan hingga sampai ke mobil dan meninggalkan semua wartawan yang menunggu jawabannya.



Setelah menonton video berita itu, zhea mengganti pakaiannya. Celana jeans panjang, jaket kulit hitam dan topi hitam.


"Mau kemana kamu zhea?" Ucap Leon yang melihat Shea menuruni tangga.


Zhea mengabaikan ucapan Leon dan meneruskan langkahnya.


"Zein, tolong ikuti zhea kemana dia akan pergi. Jangan sampai dia membuat onar lagi"


"Baik om" ucap Zein segera menyusul zhea



"Mau kemana?" Ucap Zein menahan pergelangan tangan zhea

__ADS_1


"Bukan urusan lho! Dan lho jangan coba-coba ikutin gue atau menyuruh orang-orang lho ngawasin gue. Karena kalo sampai itu terjadi, gue nggak mau lagi ketemu sama lho" ucap zhea langsung masuk ke mobil dan dengan kecepatan penuh meninggalkan mansion.


Zein tidak jadi mengikuti zhea, karena dia melihat kekecewaan amarah dan rasa kesal yang di mata zhea. Zein pikir, zhea membutuhkan waktu sendiri sekarang


__ADS_2