
Di pagi hari yang cerah di keluarga Patra sudah di ributkan dengan Putri yang ngambek karena ula Rian yang mengambil coklat Putri yang baru di beli kemarin malam bersama dengan Irwan.
Dan tentu saja dua anak Patra itu saling kejar dan seperti anak anak di usia nya, Para orang tau bukan nya kesal dengan mereka, Melati dan Patra tertawa melihat Rian yang lari karena Putri mengejar nya dengan membawa kaos kaki yang belum di cuci satu bulan.
Entah dari mana putri mengambil nya, tentu saja itu kaos kaki milik nya sendiri, Sedang kan Celina ngakak di sofa ruang keluarga melihat tingkah suami dan Adik ipar nya.
"Sayang jelaskan dengan nya kalau aku hanya makan satu"
"Ah iyah kah kak, aku lihat kamu menghabiskan nya"
"Apa apa sayang aku tidak menghabiskan nya"
Mereka terus berlari sampai lelah dan terduduk di sofa ruang keluarga, mereka sama sama lelah duduk di sofa mengatur napas mereka berdua. "Apa sudah lelah sayang"
"Sudah Ma"
"Hehe sebenar nya Mama dan Papa juga ikut makan coklat kamu lho"
"Apa????"
"Mama dan Papa Diam saja!!!"
"Kami harus apa berteriak di rumah!! Nanti tetangga pada datang bagaimana"
"Aku lelah dan enggak mau berdebat"
Melati dan Patra tertawa mendengar putri nya sangat pasrah sekali tidak ada jawaban lagi dari dirinya dan saat Patra melihat nya ternyata putri nya tertidur di sofa dengan bersandar.
"Dia kelelahan Ma"
"Kamu antar dulu Pa baru kemari lagi"
"Iya Ma"
Patra menggendong putri nya untuk dia tidurkan di kamar nya, dia enggak mau kalau putri nya bangun akan sakit semua karena tidur dengan bersandar.
Sedangkan di ruang keluarga Melati sedang berbicara serius dengan putra nya, dia ingin tau dimana dia kan kuliah. Apa dia masih ingin kuliah di LA sesuai dengan keinginan nya dulu.
"Enggak Ma, aku mau kuliah di sini saja"
"Yakin nak?? Kamu tidak mau kuliah di sana, Mama bisa memindahkan Celina ke LA menemani kalian berdua"
"Enggak Ma, aku sudah putuskan itu"
"Baik lah nak Mama tidak memaksa, Mama hanya bisa mendukung kamu sebagai orang tua"
"Terima kasih Ma"
Melati menganggukkan kepala nya mendengar ucapan terima kasih dari putranya, Dia menatap Celina yang ada di samping Rian yang sedang menyimak pembicaraan nya dengan Rian suami nya.
"Kak!!"
Rian menoleh ke arah Celina yang ada disamping nya dengan mata nya beradu seakan mereka bicara lewat tatapan mata nya. "Enggak sayang aku akan tetap di sini sama kamu"
__ADS_1
"Hemmm"
"Sudah jangan bahas ini lagi yah!! Dan aku sudah menyiapkan berkas kuliah di sini"
"Tapi kak"
"Sayang"
Celina diam tidak lagi menjawab apa yang dikatakan oleh Rian, Celina diam dengan tertunduk. Melati merasa bersalah karena Rian berubah pikiran.
"Sayang"
Celina mendongak menatap Melati yang memang duduk di depan nya di sofa yang menghadapnya. "Kamu tidak usah merasa bersalah sayang"
"Emmm, iya Ma"
"Ini sudah keputusan nya Rian nak dan bukan salah kamu!!! Mama juga tidak keberatan Rian kuliah di mana"
"Tapi Ma kalau Kak Rian tidak menikah dengan ku aku pasti kak Rian akan berangkat ke LA"
"Sayang cukup menyalahkan diri sendiri aku enggak suka"
"Kak"
"Sayang cukup dan ayo kita ke kamar!! Aku sangat lelah karena adik laknat"
Rian berdiri lalu mengulurkan tangan nya untuk Celina, Celina menerima uluran tangan Rian dengan senyum yang di paksakan tapi dia masih mengikuti Rian untuk ke kamar.
"Ma Celina ke kamar dulu"
Tidak lama setelah kepergian Celina dan Rian, Patra kembali dari kamar Putrinya tapi saat kembali ke ruang keluarga dia tidak menemukan ke dua anak nya.
"Dimana Anak anak Ma???"
"Mereka ke kamar Pa!! Karena Celina merasa bersalah karena Rian tidak jadi ke LA"
"Lho kenapa Mama tidak memberi tau kalau Rian pindah Celina juga akan pinda"
"Sudah Pa tapi Rian tidak mau"
"Yah sudah lah Ma, enak di rumah semakin rame kalau Rian dan Celina tidak pinda
"Iyah Pa karena sebentar Lagi Putri dan Irwan menikah, Irwan juga mau tinggal di sini karena ada Rian"
"Hah pasti makin rame dengan teriakan anak anak Ma!! Senang sekali melihat anak anak bahagia"
Pembahasan mereka tentang anak anak sampai ke pembahasan pernikahan Irawan dan putri yang akan dilaksanakan dua hari lagi. Ke dua orang tua sudah menyetujui anak anak menikah setelah ujian dan sekarang ujian telah berakhir dan Anak anak sudah menangi janji kepada orang tua mereka.
Dan para orang tua akan menikahkan mereka dua hari lagi dan akan diakhiri terdekat saja, dan tidak mengundang orang luar yang tidak bisa dipercaya
Ah iyah meninggalkan Putri dan Irwan kini beralih ke Dian yang sekarang sudah menjadi istri CEO muda. Karena kesalahan yang tidak sengaja dia bisa menikah dengan CEO muda.
Dia kini hidup bergelimang harta tapi tidak perna merasa sombong dengan apa yang dia punya, memang dasar nya Dian anak yang baik, hanya saja dia sangat terobsesi dengan Rian dan suka mencari gara gara dengan Celina. Dan kini semenjak menikah dengan CEO Muda dan status nya di sembunyikan sampai Dian lulus sekolah sudah berakhir, Dian dan Yoga mantan Casanova setelah menikah dengan Dian.
__ADS_1
Yoga juga menerima Dian apa ada nya karena dia sendiri juga sudah berulang kali melakukan hal diluar dengan wanita malam. Sedangkan Dian hanya dengan mantan pacar nya saja, dan Yoga tidak egois.
Kesalahan yang membawa berkah menurut Dian, waktu itu Dian yang tengah jalan jalan ke Mall sendiri tidak sengaja ditarik oleh seorang laki laki yang mungkin perkiraan usian nya 25 tahun yaitu Yoga suami Dian.
Saat itu Yoga sedang di jodohkan dengan perempuan pilihan Mami nya dan Papi nya dan Yoga tidak menyukai nya, Yoga yang ada didepan Resto makanan jawa bingung mondar mandir. Dan Yoga melihat Dian yang tengah main ponsel tidak melihat ada nya orang di depan nya yang mengincar nya. Saat sudah dekat dengan Yoga, Yoga menarik Dian dan masuk ke dalam Resto jawa.
"Ehhh apa apaan ini"
"Diam atau aku akan memp*****a kamu di sini'
Dian dengan sangat patuh diam tidak berani menjawab, Dian terus mengikuti Yoga masuk ke dalam Resto. " Mam"
"Ah sayang!! Kamu sudah datang nak???"
"Iya dengan kekasih ku Mi"
"Kekasih????"
"Iyah Mi"
"Sayang bukan kah selama ini kamu tidak punya ke kasih???"
"Dia masih sekolah Mi, aku menyembunyikan dia takut Mami tidak setuju karena dia masih sekolah"
"Itu tidak masalah sayang!! Yang penting kamu tidak jalan dengan para j****g"
"Kamu kenalan sayang sama Mami biar akrab"
"Ah!!!!"
Yoga menginjak kaki Dian dan tentu saja Dian merasa nyeri dan akhir nya menyebutkan nama nya dan Indri Mami Yoga berganti menyebutkan nama nya. Mereka berdua saling mengobrol dan tidak lama mereka sudah sangat akrab.
Saat itu juga Indri melamar Dian untuk Putra nya dan Dian sangat bingung karena tidak mengenal laki laki yang ada disamping nya, dia juga masih terobsesi dengan Rian.
Setelah Dian menyetujui lamaran Indri, Indri meninggalkan Anak nya dan kekasih hati nya, Indri pergi meninggalkan Mall menuju kantor Suami nya Edo suami Indri.
Setelah kepergian Indri, Dian menatap Yoga dengan pandangan bingung. "Maafkan aku sudah menyeret kamu dalam masalah ku"
"Ah tidak apa apa"
"Aku Yoga Lukmana"
"Aku Dian Laksamana"
"Hah nama belakang kita hampir mirip"
Setelah perkenalan itu Yoga meminta nomor ponsel Dian dan Dian memberikan apa nya, tidak sampa di sana mereka akhir nya pendekatan dan Dian merasa nyaman dengan Yoga yang selalu romantis dengan nya, Dian mengatakan semua kepada Yoga karena Yoga ingin menikahi nya.
Sebelum Yoga menyesal kepada Dian, Dian menceritakan kehidupan nya dan Yoga juga menceritakan semua tentang kehidupan nya mereka saling menerima. Yoga sendiri tidak menyentuh Dian sampai Dian selesai dia nikahi.
Yoga menjaga Dian dengan sangat baik, tidak dengan mantan mantan nya yang sudah dia cicipi, entah kenapa dengan Dian Yoga ingin menyentuh nya saat sudah Menikah.
Setelah satu minggu dia mengenal Yoga akhirnya mereka berdua menikah, dan sekarang sedang merencanakan resepsi pernikahan mereka berdua. Dian juga akan mengundang teman teman nya satu sekolah tidak lupa dengan Celina, dan Putri.
__ADS_1
Dian sangat bahagia dengan pernikahan nya dengan Yoga, apalagi Indri juga selalu memanjakan nya karena sejak lama Indri ingin memiliki anak perempuan. Tapi karena sesuatu hal Indri tidak bisa memiliki anak lagi.
Yoga juga sangat bahagia karena Indri menerima Dian dan menyayangi nya dengan tulus bukan hanya Indri melainkan Hendra juga menyayangi Dian sebagai anak bukan menantu nya.