BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 153


__ADS_3

Bab 153


Seperti biasa, zhea dan exsel selalu sarapan sebelum memulai aktivitas mereka di pagi hari.


"Oh ya sel, gimana rumah sakit? Masalah alat medis itu, gimana? Gue udah lama nggak kesana, dan belum ada uangnya juga buat ngeganti alat-alatnya"


"Semuanya baik kok. Kamu juga nggak usah mikirin tentang alat-alat itu, semuanya udah di ganti"


"Benarkah? Apa Perusahaan Zein Menganti alat-alat itu?"


"Mana mungkin. Udahlah, masalah alat-alat medis itu udah di tangani oleh Adnan"


"Baguslah"


"Oh iya, ini ATM buat kamu" ucap exsel memberikan ATM yang baru dia buat kemarin buat zhea


Zhea mengernyitkan dahinya.


"Gajiku sudah keluar, dan aku sengaja buatin ATM buat kamu. Kamu kan juga nggak punya ATM kan sekarang?" Ucap exsel yang mengetahui kebingungan zhea


"Oh ya, gue baru ingat. ATM yang gue pegang selama ini kan ATM adnan, gue hampir lupa. Makanya gue rada binggung tadi, pas lho kasih ATM lagi ke gue. Nih gue balikin ATM adnan" ucap zhea mengembalikan ATM adnan dan mengambil ATM yang baru di buat oleh exsel.


"Jujur aja, isi ATM itu nggak seberapa. Tapi, setiap gajian, uangnya akan masuk ke ATM kamu"


"Kenapa?"


"Ya nggak apa-apa, kan kamu istri aku. Sudah seharusnya kayak gitu kan"

__ADS_1


"Kalo semua uang lho masuk ke ATM gue, lho sendiri gimana?"


"Ya nggak gimana-gimana. Kalo perlu sesuatu, aku bisa minta sama kamu kan. Biar kamu juga tahu, uang yang aku gunain itu, buat apa aja"


"Nggak segitunya juga kali"


"Harus dong. Suami istri itu harus terbuka dalam hal apapun, nggak boleh ada yang di sembunyiin"


"Terserah lho deh"


"Yaudah kalo gitu, ayo berangkat" Mereka berdua lalu pergi ke kampus.


-------------


Sementara itu, hari ini adalah hari pertamanya silya masuk kuliah. Dia menunggu di ruangan exsel sampai jam pelajaran di mulai.


"Kamu sudah lama di sini" ucap exsel yang baru memasuki ruangannya.


"Lumayan kak"


"Ayo ke kelas, jam pelajaran akan segera di mulai"


Silya hanya mengangguk, namun di saat dalam perjalanan menuju kelas, exsel mendapatkan telpon dari seseorang.


"Tunggu sebentar, saya angkat telpon dulu. Atau kamu bisa ke kelas duluan" ucap exsel


"Nggak apa-apa kak, aku sama kakak aja"

__ADS_1


Exsel menganguk, kemudian agak menjauh dari silya dan mengangkat telpon.


"Ya, hallo"


"Apa benar ini dengan pak exsel alexander, yang meminta kami memperbarui cincin beberapa hari yang lalu?"


"Ah iya, gimana? Apa sudah selesai?"


"Kami minta maaf sebelumnya, karena pembuatannya agak lama dari perkiraan kami. Cincinnya sudah bisa di ambil, sekarang"


"Baiklah terimakasih" ucap exsel memutuskan sambungan telpon. Dia kemudian mengirim pesan pada seseorang.


"Sudah, ayo" ucap exsel. Silya hanya mengangguk dan mengikuti langkah exsel.


"Baiklah semuanya, sebelum pelajaran di mulai, Seperti yang kalian lihat, hari ini kalian mendapatkan Teman baru. Silahkan perkenalkan diri"


Zhea dan Rere yang melihat silya hanya tersenyum sinis.


"Hallo semuanya, perkenalkan nama aku silya Salsabila pindahan dari Singapore, senang bisa belajar bersama kalian. Semoga kita bisa teman di masa depan" ucap silya memperkenalkan diri.


"Kalo begitu silahkan duduk" ucap exsel


"Sini-sini duduk sama gue. deb pergi lho" usir Tiffany, karena Debby duduk di sampingnya


"Kok lho jadi ngusir gue sih"


"Ya siapa suruh lho tadi milih duduknya samping gue tadi"

__ADS_1


"Oke deh gue ngalah. Demi anak baru yang cantik kayak dia" genit Debby melihat ke arah silya.


__ADS_2