
Bab 241
"Di sini ada kedua orang angkat saya yang datang. Saya sangat berterimakasih karena mereka selalu mensupport saya dari saya kecil. Dan saya bersyukur di pertemukan sahabat seperti Niko susah senang kita berdua lalui bersama tanpa adanya peran orang tua. Dia juga menasehati dan memarahi saya jika saya salah, dia adalah sosok Abang yang akan selalu saya banggakan. Dan zhea sebagai sahabat dan juga adik, yang berani, tangguh, bahkan sekarang dia juga mulai menjalankan bisnis keluarganya. Dia juga seorang pembalap yang cukup terkenal, mungkin tahun depan dia akan menduduki juara pertama. Dan yang terakhir terimakasih juga untuk Rere nalista sahabat, adik sekaligus wanita istimewa bagi saya" ucap Rio panjang lebar
Sementara Rere hanya menatap Rio, tak percaya Dengan apa yang dia dengar
"Wanita istimewah? Wah apakah ada perasaan di antara persahabatan kalian. Atau apakah kalian berdua memiliki hubungan?"
"Ya, kita memang memiliki hubungan, Yaitu sebagai saudara angkat. Tapi, hari ini saya ingin mengubah ayah dan ibu angkat saya menjadi ayah dan ibu mertua. Mau kan re?" Ucap Rio mengenggam kedua tangan Rere. Sementara Rere hanya mematung
"Wah, sepertinya Rio sedang melamar Rere. Bagaimana jika kita tanya pada kedua orang tua mereka apakah setuju?" Ucap wartawan tersebut kemudian beralih bertanya pada kedua orang tua Rere yang berada tak jauh dari sana.
"Bagaimana ibu dan bapak? Apakah setuju melihat anak kandung ibu dan bapak dan anak angkat kalian menikah nantinya"
"Tentu saja saya setuju. Sedari mereka kecil saya ingin menjodohkan mereka. Rencananya saya ingin menikahkan mereka setelah mereka lulus kuliah. Saya juga khawatir jika keduanya akan menolak. Tapi, sepertinya saya bisa tidur dengan nyenyak sekarang. Karena impian saya akan segera menjadi kenyataan" ucap papa Rere
"Bagaimana dengan ibu? Apakah ibu setuju?"
"Sangat, sangat dan sangat setuju. Saya tahu bagaimana sifat Rio dia pasti bisa membahagiakan putri kami satu-satunya. Terbukti, sejak kecil Rio selalu menuruti keinginan Rere"
"Nah pemirsa keduanya sudah dapat restu. Sekarang Rere apa jawabanmu?"
"Terima,,,,terima,,,,terima" teriak penonton dan semua orang Yang ada di sana.
Rio berlutut di hadapan Rere dia juga menyiapkan cincin untuk Rere "Will you marry me?" Ucapnya
"Terima re, terima" ucap ZHEA dan Niko bersamaan.
Rere mengganguk kemudian berucap "yes, I do"
"Yes, yes, yes, yes" teriak Rio dia kemudian memasangkan cincin di jari Rere. Mencium sekilas dahinya kemudian mengendong Rere dan berputar-putar begitu lama.
__ADS_1
"Wah selamat kepada pasangan Rio dan Rere. Kami tunggu undangan dari kalian. Sekarang kita beralih kepada sang juara pertama yaitu Niko"
"Hari ini benar-benar double happy bagi saya. Saya juga nggak bisa berkata-kata lagi. Intinya selamat kepada kedua adik saya"
"Rio dan Rere akan menikah. Apa kalian tidak akan menikah? Kalian kan sudah berteman lama. Mungkin kalian mempunyai perasaan seperti Rio dan Rere"
"Zhea sudah menikah"
"Wah sayang sekali. Padahal kalian terlihat cocok. Nona zhea, apa suami anda juga seorang pembalap? Atau dia ada di sini?"
"Simpan saja pertanyaan untuk nanti" jawab zhea
"Kita mempunyai banyak pertanyaan untuk nona zhea nanti. Pastikan Nina menjawab semua pertanyaan Kamis gar kami tidak penasaran"
Zhea hanya tersenyum mendengar ucapan MC tersebut
"Niko, kamu kan yang tertua di sini. Shea sudah menikah, kedua sahabatmu juga akan menikah. jadi? Kapan kamu akan menikah"
"Saya belum kepikiran ke sana"
Niko hanya menggeleng sambil tersenyum
"Wah wah wahhhh. Inia dlaha kesempatan untuk saya dan para gadis-gadis di luar sana untuk mencuri hati pembalap tampan kita ini"
"Terimakasih. Itu terlalu berlebihan" ucap Niko tersenyum malu
______________
Zein dan raka berada di tempat khusus dan menonton acara wawancara tersebut.
"Kayaknya lho harus cari cewek lain deh ka. Rere udah jadi milik orang lain. Lho telat Raka" ucap Zein
"Gue pasti cari cewek lain. Karen gue bukan lho, yang ngerebut bini orang"
"CK,itu dulu"
"Emang sekarang nggak?"
"Gue emang suka dan sayang banget sama zhea. Tapi, mau bagaimana pun gue dia tetap nggak mau sama gue"
__ADS_1
"Cara lho salah. Makanya dia nggak mau"
"Yang penting gue udah usaha. Kebanding lho, belum apa-apa udah kalah duluan"
"Usaha nggak bener aja bangga"
"Kayaknya nasib kita sama deh"
"Lho mah enak. Kalo zhea nggak mau anak pengusaha lainnya pada ngantri mau jadi bini lho"
"Emang lho nggak? Lho juga sama kali ka"
"Gue nyari yang tulus yang benar-benar ngertiin gue. Bukan yang hanya ngeliat seberapa banyaknya harta gue"
"Nah itu lho tahu. Makanya gue milih zhea dari pada gadis lainnya, karena dia nggak peduli dengan harta dan kekuasaan"
"Rere juga gitu"
"Udah lah move on lho. Calon bini orang itu"
"Lho juga nyadar, zhea nggak bakalan mau jadi bini lho"
Keduanya lalu menertawakan nasib mereka, yang tidak beruntung itu.
Acara balapan di tutup dengan mewawancarai zhea dan perwakilan dari tim medis. Mereka akan mengucapkan kata penutupan. Namun, tidak ada yang tahu jika exsel yang akan menjadi perwakilan tim medis mereka.
"Baiklah, sekarang ada nona zhea dan tuan Zein di sini. Kita akan memanggil perwakilan tim medis, dia ini merupakan salah satu mahasiswa terbaik dan mendapatkan beasiswa. Dia sedikit terlambat datang ke sini tadi, karena menurut informasi dia ada operasi di rumah sakit. Makanya tidak bisa datang untuk memberikan kata sambutan. Tapi tenang saja, sekarang dia sudah ada di sini. Kita sambut dokter EXSEL ALEXANDER" ucap MC
DEG!
Jantung zhea terasa berbentuk berdetak saat mendengar nama itu. Benarkah itu exsel suaminya atau bukan. Tapi, jika benar, dia tidak siap bertemu dengan laki-laki yang berstatus suaminya itu.
Exsel berdiri di samping MC. Pandangan zhea dan exsel bertemu untuk beberapa saat.
"Silahkan duduk dokter exsel" ucap MC mempersilahkan exsel duduk di sebelah zhea. Terjadilah zhea duduk di antara Zein dan exsel.
Tak jauh berbeda dengan zhea, Zein juga terkejut melihat exsel yang selama 6 bulan ini menghilang tiba-tiba berada di acara yang mereka adakan.
"Sudah lama tidak bertemu" ucap exsel menyapa zhea dan Zein.
__ADS_1
Zein hanya mengaguk pelan, suasana ini terlalu canggung baginya. Sementara zhea hanya diam. Dia benar-benar tidak siap bertemu dengan exsel saat ini.
Sementara exsel ntah apa yang dia rasakan. Senang bisa melihat zhea itu sudah pasti. Namun, kenyataan pahit yang harus dia terima zhea adalah mantan istrinya. Dan mungkin sudah menikah dengan Zein.