
Bab 55
"Kau zhea Pramudya siyahmarga". Ucap seorang dokter tua Menghampiri zhea yang baru menutup pintu ruangan dia di rawat tadi
"Ya, ada apa"
"Kebetulan sekali kau ada disini. Aku adalah pemilik rumah sakit ini. Aku sudah menunggumu dari tadi. Tapi, temanmu bilang kau tidak bisa datang"
"Oh, itu. Tadi aku memang ada sedikit urusan"
"Ikut aku ke ruangan ku. Kau harus menandatangani surat pengalihan hak atas rumah sakit ini" Zhea hanya mengangguk.
Merekapun pergi keruangan pemilik rumah sakit itu.
"Ini dia silahkan tanda tangan" ucap pemilik rumah sakit itu. Zhea membaca sebentar isi surat dan dokumen yang di berikan pemilik rumah sakit itu, kemudian baru menandatanginya.
"Oh iya dok, rumah sakit ini memang milik saya sekarang tapi hanya di kertas ini saja. Saya juga tidak berniat untuk mengurus rumah sakit ini. Saya tidak mengerti persoalan itu. Saya membeli rumah sakit ini, karena ingin rumah sakit ini menjadi milik saya. Dan saya minta kerjasamanya dokter untuk tetap jadi kepala di rumah sakit ini".
"Baiklah, kamu juga masih muda. Bagaimana kamu bisa mengerti, saya akan mengajarimu sampai kamu bisa mengurus rumah sakit ini"
"Baiklah terimakasih" ucap zhea. Yang di dalam hatinya tidak termuat sedikit pun untuk mengurus rumah sakit itu.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian semua suster dan dokter datang.
"Kalian semua ada disini. Dimana exsel" ucap Wahid mantan pemilik rumah sakit
"Dia memeriksa ibunya yang lagi sakit. Mungkin sebentar lagi dia akan kesini" ucap Adnan
"Baiklah kalau begitu. Saya ingin mengumumkan kepada kalian bahwa rumah sakit ini bukan lagi milik saya, tapi sudah menjadi milik Nona zhea Pramudya siyahmarga ini".
"Jangan panggil nona, panggil zhea saja" ucap zhea
Exsel yang baru datang pun kaget mendengar ucapan wahid dia lalu berucap "jadi prof. Benar-benar menjual rumah sakit ini"
"Kenapa" ucap dokter Adnan
"Kalian tidak perlu tahu alasannya. Ini masalah pribadi antara saya dan mereka"
Semua orang di sana mengangguk mengerti.
"Itu saja. Tidak ada lagi yang ingin saya sampaikan, saya pergi dulu" ucap zhea beranjak pergi, diikuti oleh exsel.
"Tunggu" ucap exsel setelah mereka berjalan agak jauh dari ruangan prof Wahid.
__ADS_1
"Kenapa" ucap zhea menghentikan langkahnya
"Kau benar-benar membeli rumah sakit itu hanya untuk mendekati ku"
"Jika sudah tahu kenapa masih bertanya"
"Lho benar-benar keterlaluan tahu nggak"
"Keterlaluan?"
"Ya, Kau sangat keterlaluan. Hanya untuk memenuhi keinginan mu kau melakukan segala cara tanpa memikirkan orang lain"
"Gue membeli rumah sakit itu bukan merebutnya. Dan satu lagi aku tidak pernah memaksa prof. Wahid untuk menjualnya padaku"
"Kenapa kau terlihat begitu marah hah"
"Aku sudah bilang jauhi aku. Tapi kau malah membeli rumah sakit ini untuk mendekati ku. Bukankah kau sangat tidak tahu malu"
Zhea tertawa mendengar ucapan exsel "tidak tahu malu kau bilang. Apa aku pernah menjual diriku padamu ataupun bertelanj*Ng di depanmu. Sehingga lho bisa-bisanya bilang gue nggak tahu malu"
"Lho memang nggak pernah lakuin hal itu. Tapi cara lho bermain-main ini sangatlah tidak amsuk akan dan murahan"
__ADS_1