BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 174


__ADS_3

Bab 174


empat sahabat itu menikmati makanan mereka di kos-kosan.


Hp Rere berdering, dia menerima panggilan suara dari mamanya. Rere tidak ada niat untuk mengangkatnya.


"Mama nelpon, Kenapa nggak di angkat" ucap Rio


Rere tidak merespon apapun, dia terus menikmati makanannya. Hpnya kembali berdering.


"Angkat aja dulu re, siapa tahu ada hal yang penting" ucap Niko


Dengan malas Rere menerima panggilan dari mamanya itu.


"Kamu tuh ya, susah banget di hubungi" ucap mama Rere di seberang sana


"Aku lagi makan mah"


"Alasan aja kamu"


"Yaudah kalo nggak percaya aku tutup telponnya"


"He' kamu tuh ya, nggak sopan banget sama mama"


"Iya, iya. Terus ada apa mama nelpon"


"Sebulan lagi kan kamu ulang tahun, mama sama papa nggak bisa balik ke Indonesia karena pekerjaan. Jadi, kamu aja ke new York, kita rayain di sini"


"Kalo aku ke sana, zhea sendirian dong di Jakarta"

__ADS_1


"Yang sendirian itu kamu, kalo zhea udah ada suaminya. Sekalian, biar zhea ajak suaminya ke sini"


"Udahlah ma nggak usah di rayain segala"


"Tumben banget kamu nggak semangat gitu"


"Aku tutup dulu, bye" ucap Rere mengakhiri sambungan telpon.


"Lho nggak mau ngerayain ulang tahun lho re?" Ucap zhea


"Udahlah nggak usah bahas itu"


"Kalo itu karena gue, gue ngerasa bersalah banget lho re"


"Gue kan udah bilang kemanapun gue pergi, gue akan bawa lho. Sekarang lho udah punya suami, jadi gue nggak mungkin bawa lho seenaknya aja kalo suami lho nggak ngebolehin"


"Mau dia ngebolehin ataupun nggak, kalo itu menyangkut lho gue pasti bakalan pergi"


"Lho nggak boleh gitu Zhe. Lho harus dengarin ucapan dokter exsel dia suami lho sekarang. Dan lho re, lho juga jangan buat Tante sama om sedih karena lho nggak mau ngerayain ultah lho di sana. Sebelum-sebelumnya mereka selalu datang untuk merayakan ultah lho, jadi karena mereka nggak bisa datang, lho yang harus kesana" ucap Niko.


 


Keesokan harinya...


Zhea dan Rere menemani Niko dan Rio latihan balapan seharian.


"Udah sore, kita balik ke kos-kosan sekarang. Kalian juga harus istirahat, buat kumpulin energi" ucap zhea.


Mereka akhirnya kembali ke kos-kosan, karena kos-kosan Niko tidak terlalu jauh dari sirkuit.

__ADS_1


"Zhe, lho nggak ngabarin suami lho?" Ucap Rio


"Hp gue ketinggalan"


"Kebiasaan lho. Kalo mau hubungi dia, kebetulan gue punya nomornya"


"Nggak, lagian dia itu sibuk. Gue nelpon dia juga ngapain?"


"Nanyain kabar dia aja Zhe, ala salahnya dia kan suami lho"


"Gue nggak tahu sampai kapan gue harus terjebak hubungan bersama dia"


"Maksud lho Zhe" sahut Niko


"Seperti yang kita tahu, dia itu orang yang baik, bahkan menurut gue terlalu baik. Dia memenuhi semua kebutuhan gue, dan bekerja keras dari pagi sampai larut malam buat itu"


"Itu bagus. Bearti dia bertanggungjawab dong sama lho Zhe" ucap niko


"Emang udah seharusnya kan? Itu kewajiban dia sebagai suami" sahut Rio


"Kita itu dua orang asing yang hanya tinggal bersama"


"Maksudnya?"


"Ya, kita hanya ngobrol seperlunya di pagi hari. Lewat dari itu, kita sibuk dengan aktivitas kita masing-masing"


"Gue nggak ngerti deh"


"Nih ya gue jelasin sama kalian. Dokter exsel itu pagi-pagi sebagai dosen, pulang dari itu ke rumah sakit sebagai dokter. Sehabis dari rumah sakit harus ngajarin Tiffany, karena dokter exsel itu dosen pembimbingnya Tiffany. Kebayang nggak sih gimana capeknya dia"

__ADS_1


"Dia sibuk, sehingga nggak ada waktu buat lho Zhe?" Ucap Rio


__ADS_2