BAD GIRL

BAD GIRL
Tetap di sini atau pergi!


__ADS_3

Bab 82


El razka pun langsung berhenti menangis, beberapa saat kemudian dia tertidur di gendongan zhea.


"Ternyata apa yang dikatakan Rio itu benar. Kau merindukanku" ucap zhea menciumi pipi El razka.


Exsel masuk ke ruangan zhea, zhea meletakkan jarinya di mulut, memberi isyarat agar exsel tidak berbicara dengan keras. Karena El razka baru saj tertidur.


"Kau melepaskan infusmu" ucap exsel pelan.


Zhea tidak menanggapi ucap exsel, dia kemudian membaringkan El razka di tempatnya. Sementara dia menepuk-nepuk punggung El razka agar El razka tidur dengan nyaman.


Tanpa berbicara sepatah katapun exsel memasang kembali selang infus di tangan zhea.


"Aku tidak ingin memakainya lagi. Lagi pula, aku sudah baik-baik saja Sekarang" ucap zhea kesal namun dengan nada yang pelan


"Jika kau tidak ingin di rawat, Berhentilah masuk rumah sakit"


"Memangnya kau pikir aku sengaja, masuk ke rumah sakit ini"


"Aku tidak berpikiran seperti itu" ucap exsel yang masih fokus membenahi infus zhea.


"Kau sepertinya sangat menyayangi adikmu"

__ADS_1


"Dia bukan adikku"


"Jika bukan, kenapa kau membawanya kemari"


"Dia menangis dan aku terganggu. Kedua orang tuanya juga sedang tidur, jadi aku membawanya kemari"


"Mereka juga orang tuamu"


"Itu bukan urusanmu!"


"Baiklah, apa kau tahu papamu sampai sekarang belum sadarkan diri"


"Aku tidak peduli, apapun tentang mereka"


"Tutup mulutmu itu! Berhentilah membicarakan hal-hal yang bukan urusanmu. Dan satu lagi, jangan pernah menyebutkan satu nama pun di hadapanku tentang keluarga itu"


"Baiklah. Tapi ingat janjimu, untuk belajar dengan baik setelah ini"


"Gue ga pernah janji ya sama lho. Lho itu bagian dari mereka dan gue benar-benar nggak mau berurusan seujung kuku pun dengan mereka"


"Saya hanya dokter yang merawat mereka, tidak lebih"


"Tetap saja. kau bagian dari mereka"

__ADS_1


"Tidak bisa begini. Kau sudah kalah taruhan, dan kau tidak mungkin curang bukan"


"Lho saja memenangkan balapan itu dengan curang. Sekarang lho mau bilang gue curang! Di mana letak malumu itu hah. Jika masalah guru pembimbing, gue bisa menyewa dosen manapun yang gue mau"


"Baik, terserah kau saja. Lakukan sesukamu" ucap exsel beranjak pergi.


"Gue sudah bilang gue tidak ingin berurusan dengan mereka. Lho pilih saja, tetap bekerja di sini dan menjadi dosen pembimbingku atau pergi dari sini dengan tetap menjadi dokter keluarga mereka"


Exsel Tidak menanggapi ucapan zhea, dia terus melangkah . Ketika tangisan El razka terdengar di gendang telinganya, dia berbalik lagi masuk ke ruangan zhea dan mengendong El razka.


"Jika kau tidak berniat menjaganya, lebih baik tidak usah. Kau bilang, dia bukan adikmu bukan?" Ucap exsel yang kesal dengan tingkah zhea yang selalu seenaknya saja.


"Ya, Bawa saja dia pergi. Dia dan ibunya itu, bukan siapa-siapa di kehidupanku. Mereka tak lebih hanya benalu" ucap zhea.


Semua percakapan antara exsel dan zhea di dengar oleh cathlin yang terbangun mendengar tangisan El razka.


Ketika exsel membawa El razka ke ruangan leon, cathlin kembali berpura-pura tidur. Sementara itu, zhea melepaskan selang infusnya dengan paksa, kemudian pergi meninggalkan rumah sakit.


Jam menunjukkan pukul 05:00 shubuh. Waktu ship exsel telah berakhir diapun beranjak pulang.


Tidak jauh dari rumah sakit, dia melihat zhea yang jalan kaki di jalanan yang sepi.


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️

__ADS_1


__ADS_2