BAD GIRL

BAD GIRL
PAK YOGI


__ADS_3

Celina menanyakan kepada teman teman nya siapa yang menaruh coklat di loker nya, tapi teman teman nya tidak ada yang tahu siapa yang menaruh cokelat di loker nya.


Celina dan Putri membagikan 10 coklat setiap hari nya terkadang lebih dan membuat teman teman nya terkadang bosan memakan coklat yang Celina bagikan.


"Kak, aku mau satu coklat nya"


"Ini ambil lha, jangan makan banyak coklat karena gigi kamu terkadang masih sakit saat makan manis"


"Iya nanti aku akan makan dengan kak Irwan saat di Apartemen"


"Emm!! Eh besok kan libur bagaimana kalau kita pergi jalan nanti malam"


"Ide yang bagus kak, tapi nanti kakak mau ngecek rumah makan yang baru di buka 1 bulan yang lalu kak"


"Iyah juga bagaimana kalau kita pergi bersama saja"


Mereka selesai membagikan coklat Celina, setelah selesai mereka duduk di bangku mereka karena jam pelajaran akan di mulai. tidak lema mereka duduk seorang guru tampan masuk ke dalam kelas, Pak Yogi datang dengan membawa senyum yang sangat manis.


"Selamat pagi anak anak"


"Selamat pagi pak"


"Semangat sekali kayak nya pagi ini"


"Karena baru sarapan pak"


"Hahah kalian ini"


Setelah menyapa murid murid Pak Yogi memulai memulai pelajaran dengan menjelaskan materi yang, dan sesekali bertanya apa ada yang belum murid murid nya mengerti, jika tidak ada yang bertanya pak Yogi akan melanjutkan menjelaskan.


Setelah tiga puluh menit menejelaskan dan mengulang penjelasan yang belum di mengerti, kini pak Yogi menyuruh untuk mengerjakan soal yang di bagikan, pak Yogi mengadakan ulangan dadakan.


"Selalu saja begitu pak"


"Ini untuk mengasah pikiran kalian agar lebih fokus belajar"


"Apa hubungan nya pak"

__ADS_1


"Dengan nilai yang kalian dapat saya bisa tau kalian sudah jelas dengan penjelasan saya atau belum"


Mereka memulai mengerjakan soal yang ada di lembaran yang di bagikan pak Yogi, pak Yogi sendiri berkeliling untuk melihat hasil kerja yang di kerjakan murid murid nya, dia melihat dengan teliti tidak pilih kasih terhadap murid nya, saat ada ada yang bertanya disaat pak Yogi.


Seperti saat ini ada salah satu anak laki laki yang bertanya kepada pak Yogi, pak Yogi menjelaskan dengan sangat sabar dan dengan pelan agar murid nya mengerti saat di jelaskan ulang.


Setelah selesai pak Yogi kembali berkeliling ke bangku bangku lain, dan kini sampai di bangku Celina dan Putri, pak Yogi bertanya kepada Celina dan Putri yang sedari tadi seperti tidak fokus dengan penjelasan nya di depan.


"Apa kalian paham???"


"Kami sudah selesai pak" Putri menjawab pertanyaan Pak Yogi


Celina dan Putri memberikan kertas soal yang sudah mereka kerjakan dan Pak Yogi melihat jawaban nya, dia sangat terkejut ternyata soal yang dia berikan sangat muda bagi mereka, dan jawaban mereka benar semua.


"Bagus"


"Saya bawa ke depan yah???"


"Iyah pak"


Setelah itu pak Yogi berjalan ke arah meja yang ada di depan untuk menaruh kertas soal yang sudah selesai di kerjakan Celina dan Putri.


Saat ada di tengah jalan mereka di hadang tiga cowok yang sama kelas tiga dengan mereka, setelah Rian dan dua teman nya yang di takuti kini giliran Alvin dengan kedua teman yang di takuti di sekolah. Selain Alvin dan kedua teman nya yang taman, mereka juga terkenal bad boy, selain suka bolos pelajaran mereka juga berani dengan para guru.


"Ada apa??"


"Matan ketos makin cantik aja nih"


"Minggir"


"Eh ada Celina, kamu mau kemana mau aku antar"


"Minggir"


"Jangan galak galak dong kalian berdua"


Alvin yang menyukai Celina sejak kelas dua dan tidak ada kesempatan mendekati Celina karena ada Rian dan teman teman nya, dan kini kesempatan Alvin untuk dekat dengan Celina, karena rasa suka nya masih sangat dalam.

__ADS_1


"Cell minta nomor ponsel nya dong"


"Enggak mau"


"Cell please"


"Minggir"


"Bagi nomor ponsel kamu dulu"


"Catat baik baik Vin 085××××××××"


Setelah mendapat apa yang dia inginkan Alvin pergi dari hadapan Celina dan Putri, putri tidak heran dengan Celina yang memberi nomor ponsel Rian untuk mengganti nomo ponsel nya.


"Selalu saja begitu"


"Kamu tidak mau makan???"


"Mau dong"


"Itu jalan yang terbaik"


Mereka berdua melanjutkan berjalan ke arah kantin, mereka akhirnya sudah ada di kantin Celina dan putri mencari tempat duduk yang masih kosong untuk mereka duduki. Celina dan Putri menemukan tempat pojokan depan, mereka berdua berjalan ke sana setelah Putri memesan makan untuk mereka berdua.


Mereka berdua duduk di sana dengan membahas pelajaran yang Celina belum mengerti kepada Putri dan masih banyak pembahasan mereka tentang pelajaran yang mereka berdua bahas, sampai makanan mereka datang.


Mereka berdua menghentikan obrolan mereka setelah makanan mereka datang, setelah itu mereka makan siang dengan diam. Tidak ada yang mereka bahas, setelah selesai makan mereka pergi dari kantin untuk ke perpustakaan untuk mencari jawaban yang Celina belum mengerti. Karena Putri sendiri juga belum bisa menjelaskan nya takut salah dan Celina malah semakin tidak mengerti.


Semua yang mereka berdua lakukan tentu saja ada yang memperhatikan, siapa lagi kalau bukan pak Yogi yang tadi ingin membeli minum dia urungkan demi mendengar apa yang Celina dan Putri bicarakan, saat mendengar apa yang Celina dan Putri bahas pak Yogi semakin menyukai Celina.


Murid yang menurut pak Yogi sangat cantik alami, dan tidak neko neko apalagi Celina juga pintar dalam segala pelajaran, membuat pak Yogi semakin ingin memiliki Celina untuk bisa menjadi pendamping nya. "Kamu begitu sangat istimewa Cel" Batin pak Yogi yang masih ada di tempat nya melihat kepergian Celina dan Putri.


Sedangkan Celina dan Putri kini sudah ada di perpustakaan untuk mencari buku yang berhubungan dengan pelajaran yang mereka berdua belum mengerti.


Saat sudah mendapatkan apa yang mereka cari mereka berdua mencari tempat duduk yang bisa mereka duduki untuk membaca, Celina dan Putri duduk di bangku tenga yang kosong. Mereka berdua membaca dan memahami apa yang mereka belum mengerti dan mereka berencana untuk membawa pulang buku yang mereka baru saja ambil.


Bel masuk kelas berbunyi Celina dan Putri beranjak dari duduk nya berjalan ke arah guru yang menjaga perpustakaan untuk melapor kalau mereka ingin membawa pulang buku yang mereka ingin pelajari, setelah selesai mereka meninggalkan perpustakaan untuk masuk ke dalam kelas nya, dan tentu saja mereka masih diperhatikan oleh Pak Yogi yang sembunyi sembunyi.

__ADS_1


Pak Yogi benar benar memperhatikan Celina dari jauh karena rasa sukan nya dia dengan nekat membuntuti Celina kemana pun Celina dan Putri pergi. Pak Yogi kembali ke ruangan nya setelah mengikuti Celina dan Putri dari perpustakaan karena Pak Yogi ada jadwal mengajar di kelas lain.


__ADS_2