
"Sayang"
"Hemm"
"Kenapa kamu cemberut gitu sih??"
"Kak, aku sungguh sangat lapar"
"Aku suapin yah sayang??"
"Enggak mau, itu tidak enak"
"Kamu, hanya boleh makan makanan rumah sakit sayang"
"Tapi kak, sedari kemarin aku hanya makan itu, enggak enak"
Rian menghela napas, melihat Celina yang enggak mau lagi makan rumah sakit, Rian mencoba segalah cara untuk membujuk Celina sedari kemarin.
Rian sangat pusing melihat Celina yang merajuk seperti Ciara putrinya, sama seperti Celian jika merajuk susah di bujuk.
Saat Rian membujuk Celina agar mau makan dan tidak merajuk, terdengar suara pintu terbuka. Celina dengan Rian menatap siapa yang datang. Ciara bersama Putri dan juga Irwan yang datang.
Ciara menatap Celina dengan mata yang berkaca kaca, Celina tampak bingung kenapa Ciara ingin menangis saat menatapnya. "Mama, Mama bangun??"
"Mi, Mami, Ciara tidak sedang bermimpi kan?? Mama bangun???"
"Tidak kamu tidak bermimpi Ciara Mama memang sudah bangun, sedari kemarin"
"Kenapa Mami tidak bilang sama Ciara, kalau tau Mama bangun aku akan memakai baju yang cantik"
Rian dan yang lain geleng geleng kepala melihat tingkah dan mendengar apa yang dikatakan oleh Ciara, Ciara mendekat kearah Celina yang namapak bingung di ranjangnya. "Pa, kenapa Mama diam saja???"
Hufff...
"Maafkan Papa, Papa lupa kalau Papa belum memberi tahu kalau kamu anak Mama Celina"
"Apa yang Papa ingat?? Hanya tumpukkan kertas yang selalu ada di meja kerja Papa dan Papi.
" Stop..!! Papa mau jelaskan semuanya kepada Mama kamu dulu agar mama kamu tidak bingung, seperti kamu yang selalu membuat Papa pusing"
Ciara mendengus menatap Rian dengan bibir manyun ke dapan, seperti Celina saat merajuk dan kesal dengan Rian.
Rian menjelaskan kalau Celina koma selama lima tahun lama nya, Rian juga mengatakan kalau Ciara adalah anak nya dengan Rian. Celina menatap Ciara yang memang sangat mirip dengan dirinya. Rian juga meminta Maaf belum bisa menjaga Celina selama ini. Rian juga mengatakan kalau Celina ketahuan hamil sejak dia di rawat di rumah sakit selama 4 bulan lamanya.
__ADS_1
Celina mendengar Cerita Rian dengan mata yang sudah menjatuhkan buliran bening yang tadi menumpuk di pelupuk mata Celina, Celina menatap gadis cantik dan berisi duduk diantara Irawan dan Putri.
Celina menatap putrinya dengan perasaan yang bercampur aduk, bahagia, sedih, haru menjadi satu di dalam dada Celina. Celina merasa bersalah tidak bisa melihat dan merawat bayinya sendiri. Celina juga bersyukur karena adik ipar nya mau untuk merawat Ciara sedari bayi.
"Hay Mama, Mama sudah tau kalau aku Ciara putri Mama"
"Iyah, Mama tau!! Maafkan mama nak enggak bisa melihat kamu tumbu sampai sebesar ini" Celina memeluk Ciara dengan sayang, mencurahkan kebahagiaan nya, dia juga tidak menyangka kalau dirinya bisa hamil di saat koma.
"Ma, Mama sudah makan??."
"Belum sayang, kenapa???"
"Mau Ciara suapin??"
"Tentu sayang"
Sedangkan Rian tengah menggerutu di tempat nya, menatap Celina dengan Ciara, Ciara menceritakan pengalaman Ciara di sekolah. Celina tentu saja mendengarkan semua oceahan putrinya, dia juga menceritakan Putri dan Irwan yang kini sudah melotot di sofa ruangan Celina.
Celina sangat gemas dengan Ciara, Celina menciumi semua pipi Ciara, Celina berharap kalau sedang bermimpi dia tidak mau sampai terbangun dari mimpi nya.
Celina sudah ingat tapi saat ini aku bisa melihat kejadian dirinya dengan ibu nya yang dulu. Tapi Celina tidak mau mengungkit masa lalu yang kelam, tubuh nya juga belum siap untuk bergerak terlalu bebas.
Flashback...!
Celina masih saja diam tidak menunjukan perubahan, Rian sangat frustasi melihat keadaan Istrinya yang tidak kunjung membuka matanya. "Cell bangun, Ciara menunggu kamu pulang Cell" pekik Rian Frustasi, karena sedari kemarin Rian di suru mengikhlaskan Celina untuk pergi.
Sedangkan di alam yang lain Celina tengah bermain bersama dengan anak anak kecil yang sangat manis, Celina di panggil kakak oleh mereka. Saat sedang bermain dia mendengar nama nya di panggil begitu sangat keras, Celina bingung siapa yang memanggilnya dengan begitu sangat keras.
"Ish kurang ajar siapa yang memanggilku sekeras itu"
Celina mendekat kearah sumber suara yang memanggil manggil nama nya begitu kencang. Dan itu membuat Celina merasa kesal waktu bermain nya di ganggu oleh seseorang.
"Siapa??"
Tidak ada yang menyahut kalimat Celina, Celina kembali mendekat kearah pohon yang rindang. "Siapa di sana???"
"Hey, jangan macam macam yah keluar, siapa kamu??" Celina yang tengah kesal.
Dibalik pohon besar terlihat laki laki keluar dari balik pohon, Celina tersenyum melihat laki laki tampan yang dia rindukan.
"Kak, kakak kemana saja baru datang!! Aku sudah menunggu kakak"
"Ayo pulang sekarang Sayang"
__ADS_1
"Baik lah tapi aku pamit anak anak yang ada di sana dulu yah kak??"
"Jangan sayang, kita tidak ada banyak waktu"
"Kenapa kak"
"Cell ayo"
"Tapi kak"
"Celina jangan membantah ayo pulang" Rian menarik paksa Celina yang ingin berpamitan kepada anak anak yang tadi bermain dengan nya.
Celina menatap anak anak yang masih ada di sana dengan tidak tega meninggalkan nya tanpa ada nya pengawasan, bisa saja yang membawa Celina orang jahat.
Dengan kesal Rian mendorong Celina sampai tersungkur di tempat yang aneh, semua serba putih. Rian membawa pulang Ciara dengan senyum, Dia berharap akan bangun.
"Kakak..!!!!" pekik Celina menggema di ruangannya, Celina nampak melihat sekeliling menatap tempat di mana dirinya tengah berbaring.
Rian yang tertidur di samping Celina terkejut dengan pekikan Celina. Dia yang belum sadar sepenuhnya menggosok mata nya agar kesadaran nya kembali.
Rian, menatap Celina yang sudah bangun, Celina menatap Rian dengan senyum yang mengembang. "Kakak"
"Celina"
"Iyah kak"
"Kamu benar Celina kan istri aku???"
"Iyah"
Rian beranjak dari duduk nya dia mendekat kearah Celina yang kini menatap heran dengan Rian. terlihat jelas rasa rindu di mata Rian yang kini sudah memeluk Celina dengan sangat erat.
Setelah puas dan meyakinkan diri sendiri Celina Sadar dia mengambil gambar Celina berulang kali, sungguh konyol Rian bukan. Rian memanggil dokter dengan menekan tombol yang ada di dekat Celina. Dokter datang dengan buru buru keruangan Celina.
Dokter terkejut saat memeriksa Celina keadaan Celina sudah sangat baik, mungkin sebentar lagi akan di pindah keruang rawat. Celina masih menatap suami nya dengan Rindu.
"Jangan kemana mana lagi Sayang"
"Aku sangat takut jika ada kekasih hati kamu"
Rian ternganga mendengar apa yang dikatakan Celina, Rian meyakinkan Celina kalau dirinya tidak punya selingkuhan selam dia koma selama Lima tahun lama nya.
***Flashback off
__ADS_1
End.. Selamat membaca cerita baru , mampir ke cerita aku yang lain yah gaes***..!!!