
Bab 252
Zhea menggapai apa yang ada di dekatnya dan menghancurkan barang-barang itu.
"Zhea berhenti!" Teriak Tiffany
Namun zhea bertambah menjadi-jadi. Dimas yang geram mendorong tubuh zhea, namun ezsel dengan cepat menangkap tubuh zhea.
"Om jangan keterlaluan. Zhea ini bukan tandingan om" ucap EXSEL
Zhea mendorong exsel manjauh darinya.
"Mereka yang bukan tandingan saya! Semua yang kalian lakukan, akan ada harganya" ucap zhea tersenyum sinis
Tiffany yang geram langsung mengcengkram leher zhea, yang di balas dengan zhea juga mencekik leher Tiffany
"Beraninya lho ngancam bokap gue!" Ucap Tiffany yang wajahnya sudah memerah
Semua orang menjadi panik, lara dan Dimas menarik Tiffany sementara Zein dan exsel mencoba melepaskan cekikan mereka.
Namun tanpa aba-aba, lara memukul panjang guci berukuran sedang ke kepala zhea. Hal itu berhasil membuat zhea terjatuh. Dan kepalanya berdarah. Sementara Tiffany sendiri kaget melihat hal itu
Zhea memegang kepalanya yang mana darah sudah mengalir. "Ayo kita ke rumah sakit" ucap exsel namun zhea malah mendorong tubuh exsel. Zhea kembali bangkit, ingin membalas perbuatan lara.
Tiffany langsung sigap dengan menarik rambut Zhea terlebih dulu, zhea tanpa kesabaran lagi meninju perut Tiffany sehingga Tiffany jatuh.
Tiffany yang melihat mamanya ketakutan sembunyi di belakang Dimas langsung berdiri.
"Jangan gila kamu zhea! Dia ibu kamu" ucap Dimas melindungi lara
"Saya yang notabene anak kandungnya saja bisa dia bunuh, apa lagi Tiffany yang hanya anak tiri. Apa anda tidak kepikiran ke situ tuan Dimas!" Ucap zhea
El-razka menahan kaki Tiffany. "Jangan jahatin kak zhea! Kakak jahat!" Ucap el-razka memeluk kaki Tiffany
"Minggir!" Ucap Tiffany mendorong el-razka sehingga bocah kecil itu terjatuh ke sudut meja dan dahinya berdarah.
El-razka menangis kesakitan. Melihat itu, zhea langsung mencekik Tiffany
"Nggak berguna! Kenapa harus nyakitin bocah kecil. BANGSAT!" UCAP ZHEA MENCEKIK KUAT LEHAR TIFFANY.
__ADS_1
lagi-lagi semua orang panik melihat mereka. Rere dan Raka yang menolong el-razka. Sementara Dimas mencoba menyelamatkan putrinya. Dan Zein dan exsel yang mencoba meleraikan.
Namun, keberingasan keduanya tak bisa di leraikan. Keduanya bahkan berguling-guling ke lantai. Zhea ingin Tiffany mati sekarang juga,namun cengkeramnya melemah saat melihat CCTV di sudut ruangan.
Zhea mengenggam tangan Tiffany, satu tangan Tiffany dia genggam. Dan satu tangan Tiffany lagi dia arahkan ke lehernya dengan jari-jari Tiffany yang panjang menusuk kulit lehernya. Zhea membuat Tiffany mencakar lehernya sehingga bukan hanya darah kepala yang keluar tapi juga darah leher. Setelah berhasil membuat Tiffany mencakarnya, zhea memukul perut Tiffany sehingga gadis itu meringis.
Zhea bisa saja membunuh Tiffany dengan keahlian bela dirinya. Namun, kehancuran keluarga itu dan membuat mereka menderita adalah balasan yang terbaik karena mereka telah mendorong el-razka. Itulah yang di pikirkan zhea.
Zhea langsung memeluk el-razka dan mencium bagian dahi el-razka yang terluka.
"Apakah masih sakit!" Ucap zhea khawatir
El-razka memeluk leher zhea dan mengangguk sambil menangis. Tangan Dan wajah el-razka ikut terkena darah kepala zhea.
"Rere bayar harga kerusakan di mansion ini 2x lipat" ucap zhea ingin beranjak pergi, namun abru beberapa langkah dia jatuh pingsan. Karena terlaku banyak mengeluarkan darah
______________
Exsel langsung mengendong zhea dan membawanya ke rumah sakit.
Rere dan Raka keluar dari ruangan dengan el-razka yang sudah di obati dokter.
Cathlin langsung mengambil alih mengendong el-razka.
Zein pun menceritakan apa yang terjadi ke Leon.
"Kurang ajar! Beraninya mereka menyentuh anak-anakku"
"Gue bakal balas ini semua. Gue udah fotoin semua luka-luka zhea dan El-razka, sebagai bukti. Kita harus posting pemberitaan zhea yang terluka ini. Kita harus tuntut mereka" ucap Rere
"Saya setuju dengan kamu. Sekarang, kau dan Raka uruslah semuanya"
Rere menganguk, dia dan Raka kemudian pergi.
Zhea tersadar, dia berusaha duduk, exsel lun membantunya.
"Hati-hati, jangan banyak bergerak" ucap exsel
__ADS_1
"Pergilah, gue nggak mau lihat lho di sini" usir zhea
"Pergi, atau gue bakal benci sama lho!"
Exsel menarik nafas kasar, kemudian Dnegan berat hati keluar dari ruangan zhea.
"Zhea sudah sadar, kalian bisa bertemu dengannya" ucap exsel
"Kau? Kenapa bisa ada di sini" ucap Leon yang terkejut melihat zhea
"Sudahlah mas, sebaiknya kita temui zhea sekarang" ucap Cathlin.
Semua orang masuk ke ruangan zhea, kecuali exsel yang melihat dan mendengar dari balik pintu.
"Bisa-bisanya kamu terluka Sampai seperti ini zhea. Duku kamu sangat hebat melawan orang-orangku, kenapa sekarang bisa K.O. memalukan!" ucap Leon
"3 lawan 1 apakah seimbang? Dan lagi, jika saya melawan mereka dengan ilmu bela diri saya, saya tidak bisa menjamin mereka masih bernafas"
"Dan kamu memilih untuk tidak membalas? Dengan begitu harga dirimu akan hancur ZHEA!"
"Jika saya tidak mengontrol diri, bukan hanya harga diri saya yang hilang, perusahaan dan semuanya termasuk harga diri anda"
El-razka perlahan-lahan merangkak ke pangkuan zhea.
"El-razka terluka, mereka harus membayarnya" ucap zhea
"Maksud kamu?"
"Aku ingin perusahaan tuan Dimas bangkrut. Nama baik dan karier Tiffany dan nyonya lara rusak. Mereka harus menderita, banyak harga yang harus mereka bayar tapi bukan dengan uang. Sewa pengacara yang terbaik, untuk mengatasi masalah ini. Kita harus menuntut mereka ke pengadilan dan pastikan kita menang di pengadilan itu. Ekpost semua foto luka yang aku dan el-razka dapatkan ke media. Buat Tiffany dan nyonya lara hancur sehingga tidak akan ada perusahaan yang mau menjadikan mereka sebagai model. Rebut semua klien tuan Dimas, dan pastikan tidak akan ada perusahaan lain yang mau menginvestasikan dana ke perusahaan mereka"
"Kamu yakin ingin melakukan itu zhea?" Ucap Zein
"Awalnya gue ingin di penjara saja, gue bisa hidup damai di sana. untungnya, tangisan el-razka mengubah pikiranku"
"Baiklah jika itu yang kamu inginkan. Kita akan tuntut mereka" ucap Zein
"Di mansion mereka ada CCTV, gue sengaja mengalah karena CCTV itu. Ambil rekaman CCTVnya, dan kita akan dengan mudah menenangkan persidangan"
"Bagus, kemenangan sudah pasti milik kita jika begitu. Tapi, kamu tidak menyerang mereka duluan kan zhea?" ucap Leon
"Tidak. Hanya barang-barang mereka yang aku hancurkan. Tenang saja, kita akan membayarnya Dua kali lipat. Uang itu pasti sangat berguna karena mereka akan segara bangkrut"
"Ntah belajar dari mana kamu zhea sehingga bisa kejam seperti ini" ucap Cathlin
"BELAJAR DARI KEHIDUPAN"
__ADS_1
exsel yang mendengar semua itupun beranjak pergi dari sana. Exsel bisa mengobati luka zhea karena dia membawanya ke rumah sakit blue hospital, yang mana rumah sakit itu masih atas namanya tanpa exsel ketahui. Suster dan dokter yang lainnya pun tidak bisa melarang exsel tadi saat exsel mengobati zhea karena exsel lah pemilik rumah sakit itu. Para dokter dan suster malah sangat senang jika exsel kembali ke rumah sakit.