
Bab 275
KE ESOKKAN HARINYA....
Zhea, exsel, Rere, Rio dan kedua orang tua Rere berada di bandara menunggu keberangkatan.
"Lima menit lagi pesawat lepas landas, sebaiknya kalian naik ke pesawat Sekarang" ucap Niko yang mengantar kepergian mereka
"Kamu hati-hati ya Niko di sini. Kalo ada apa-apa bicarakan saja sama mama papa" ucap mama Rere mengelus-elus lengan Niko yang terbalut jaket
"Pasti mah. Kalian tidak perlu mengkhawatirkanku"
"Bagiamana tidak khawatir Niko kamu anak kami. Walaupun kamu laki-laki, tapi masalah pernikahan kalian sangat merugikanmu" ucap papa Rere
"Benar nik. Mama sama papa nggak bisa berlama-lama di sini, karena udah terlalu lama meninggalkan perusahaan. Tapi, jika ada hak serius yang terjadi, langsung hubungi kami tidak perlu sungkan. Oke" ucap mama Rere
"Iya nik. Kita pergi nggak lama kok cuma satu Minggu"
"Satu bulan ataupun satu tahun juga nggak apa-apa re. Gue maklumin kok, namanya juga pengantin baru"
"Lho keliatan pucat banget nik. Lho sakit ya?" Ucap zhea
"Nggak Zhe, ini mungkin karena kurang tidur aja"
"Habis dari sini, istirahatlah yang cukup Niko. Tidur itu sangat penting untuk kesehatan" ucap exsel
"Pasti dokter"
"BRO gue pergi dulu. Rasanya ada yang kurang kalo lho nggak ikut tapi ya mau bagaimana lagi, lho juga pasti capek nyiapin pernikahan kita. Terimakasih banyak ya, selain sahabat yang baik, lho juga saudara yang sangat bisa diandalkan" ucap Rio memeluk Niko, zhea dan Rere pun ikut memeluk Niko
"Lebay deh kalian. Kayak mau ninggalin gue bertahun-tahun aja. Udah gih berangkat sana, ntar ketinggalan pesawat baru tahu rasa" ucap Niko
"Kita pergi dulu. Ingat jemput kita satu Minggu lagi di sini" ucap Rere
_______________
Tiffany sekeluarga pergi keluar kota untuk melihat bangunan mall yang dikelola Dimas. Sedangkan Tiffany, juga ada pemotretan di sana. Dengan uang yang zhea berikan dan klarifikasi video Tiffany, perusahaan Dimas perlahan-lahan stabil dan Tiffany pun kembali menjadi model.
Namun, tiba-tiba rem mobil yang mereka kendarai blong dan di depan mereka ada jurang.
"Pah hati-hati!" Teriak Tiffany
"Remnya blong, kalian pakai sabuk pengamannya"
"Aku akan telpon Zein, minta bantuan" ucap Tiffany, padahal jika dia menelpon zein itu juga tidak ada gunanya Karen Zein juga tidak bisa berbuat apa-apa. Tak lama kemudian panggilan pun terhubung
Dimas memutar balikkan mobilnya, namun kecelakaan tidak bisa dihindari, sebelum memutar balikkan arah mobil, dari arah belakang truk yang hilang kendali itu menabrak mobil merekam sehingga mobil mereka terpental masuk ke jurang begitu juga dengan truk tersebut.
"Ya tif, ada apa?" Ucap Zein menerima panggilan. Namun yang dia dengar hanya suara teriakan dan ledakan sebelum panggilan itu terputus dengan sendirinya.
"Tiffany, hallo, Tiffany" ucap Zein panik
"Ada apa?" Ucap Raka
"Kayaknya terjadi sesuatu. Perusahaan om dimas mengadakan bangunan di Kalimantan kan? Tiffany juga pernah cerita akan ikut om Dimas hari ini ke sana"
Raka hanya mengangguk
"Kita susul mereka"
"Tapi kita ada meeting Zein"
"Suruh papa yang handle semuanya. Tadi gue dengar suara teriakan Tiffany dan ledakan. Gue takut jangan-jangan mereka kecelakaan"
__ADS_1
Zein dan Raka menyusul mereka ke Kalimantan. Berkali-kali zein menghubungi Tiffany dan Dimas namun nomor keduanya tidak aktif. Satu jam perjalanan, mereka melihat banyaknya orang-orang di tepi jurang ada ada beberapa mobil ambulans dna polisi.
"Raka berhenti dulu" ucap Zein. Raka pun menepikan mobil
Zein dan Raka langsung mengecek di keramaian.
"Ada apa ini?" Tanya Raka ke salah satu polisi di sana.
Terjadi kecelakaan sekitar satu setengah jam yang lalu. Terlihat dari CCTV dan beberapa saksi mata. Bahwa, mobil dan truk ini sama-sama kehilangan kendali. Sehingga truk menabrak mobil dari belakang dan akhirnya truk dan mobil itu jatuh ke jurang. Dua orang dalam truk sudah kita temukan. Dan menurut saksi mata ada tiga orang dari dalam mobil itu dan belum kita temui sampai sekarang" jelas polisi
Zein memeriksa dua jasad di dalam ambulans.
"Bukan mereka. Ayo kita pergi" ucap Zein menghampiri Raka
"Tunggu dulu zein. Menurut penjelasan polisi tadi, ini kecelakaan antara truk dan mobil. Dua orang yang lho lihat di ambulans tadi adalah orang-orang yang berada di truk. sementara orang-orang di dalam mobil belum ad ayang ketemu. Dan menurut saksi mata ada tiga orang di dalam mobil itu"
Zein membulatkan kedua matanya mendengar penjelasan Raka. "Gue harap itu bukan mereka Raka"
"Gue juga berharap begitu Zein"
Setengah jam kemudian para polisi berhasil menemukan dua orang lagi.
"Om, Tante" ucap zein panik melihat keadaan dua orang yang mengenaskan itu
"Apa anda mengenal mereka"
"Dia adalah rekan kerja saya. Dan saya juga sedang mencari mereka"
"Sayangnya laki-laki paruh baya ini sudah meninggal"
"Apa? Terus wanita ini bagaimana?"
Zein hanya mengangguk setuju "ka, lho urus mereka. Gue harus nungguin Tiffany di sini. Dan gue nggak tahu dia masih hidup atau...."
"Tenang Zein, lho jangan panik dulu. Kalo lho kayak gini gue nggak bisa pergi ninggalin lho"
"Lho pergi aja. Gue bakalan bantu polisi cari Tiffany di sini"
"Kalo ada apa-apa segera hubungi gue" ucap Raka sebelum pergi
"Pak ada satu orang lagi yang belum Ketemu, dia teman saya. Tolong cari dia sampai ketemu. Hidup ataupun mati dia harus di temukan" ucap Zein pada komandan polisi
"Kita akan kembali turun mencarinya. Semoga saja, dia di temukan Sebelum gelap. Karena hari sudah hampir malam"
Zein menganggukan kepala. Lara polisi menyiapkan alat-alat yang mereka perlukan untuk turun ke jurang. Zein juga ikut turun. Karena hari sudah mulai gelap, setiap orang di berikan senter.
"Tiffany"
"Tiffany"
"TIFFANYYYY" TERIAK ZEIN BERULANG KALI
Tiffany dalam kondisi setengah sadar, karena dia melompat dari mobil saat mobil jatuh ke jurang. Membuatnya jatuh jauh dari mobil. Dia mendengar suara Zein, namun tidak mampu bersuara. Hanya jari-jarinya yang bergerak.
"TIFFANYYY...." TERIAK ZEIN SAAT MENEMUKAN TIFFANY YANG TERGELETAK TAK BERDAYA DAN BERSIMBAH DARAH
ZEIN SEGERA MENGECEK DENYUT NADI TIFFANY. "DIA MASIH HIDUP. TIFFANY BERTAHANLAH GUE MOHON" UCAP ZEIN MENEPUK-NEPUK PIPI TIFFANY
__ADS_1
PERLAHAN-LAHAN TIFFANY MEMBUKA MATANYA.
"KITA HARUS MEMBAHAGIAKANNYA KE RUMAH SAKIT. KEADAANNYA SANGAT LEMAH" UCAP KOMANDAN
ZEIN MENGANGGUK. DIA MENGENDONG TIFFANY. "SA-SAKI-**" UCAP TIFFANY SANGAT PELAN.
"BERTAHANLAH TIFFANY. DAN JANGAN TUTUP MATA LHO SEBELUM KITA SAMPAI DI RUMAH SAKIT. GUE MOHON" UCAP ZEIN SAAT KEDUANYA DI TARIK KE ATAS.
_____________
3 hari berlalu....
Tiffany perlahan-lahan membuka mata dan berhasil melewati masa kritisnya.
"Lho udah bangun? Apa ada yang sakit" ucap Zein yang setia menemani Tiffany tanpa meninggalkannya sedetikpun.
"Zein, papa mama di mana? Mereka baik-baik aja kan?"
"Tiffany tenang dulu"
"Zein, gue mau ketemu mereka"
"Tapi kondisi lho masih sangat lemah tif" Zein menekan bell agar dokter segera datang.
Beberapa saat kemudian dokter pun datang untuk memeriksa keadaan Tiffany.
"Baguslah jika kamu sudah sadar dan melewati masa kritis"
"Kedua orang tua saya juga di rawat di sini kan? Apa mereka baik-baik saja? Kami mengalami kecelakaan waktu itu" ucap Tiffany panik
"Jika kamu ingin bertemu mereka, kamu harus pakai kursi roda karena kamu masih sangat lemah"
"Dokter, dia baru sadar. Dia akan sangat terpukul jika mengetahui bahwa papanya sudah meninggal" ucap Zein yang tak setuju dengan tindakan dokter
"Kita harus memberitahunya. Karena keadaaan sang ibu pun sudah tidak bisa di tangani lagi. Carilah orang yang bernama zhea, mungkin keinginan terakhir nyonya lara adalah bertemu dengan zhea. Kita tidak bisa menyembunyikan fakta ini dari nona Tiffany, karena jika kita memberitahu saat kedua orangtuanya tidak ada itu mungkin akan mengguncang mentalnya"
Zein membawa Tiffany ke ruangan lara.
"Mama...." Ucap Tiffany menangis melihat mamanya terbaring tak berdaya
"Z-zhe-zhea" gumam lara
"Ini Tiffany mah. Zhea nggak ada di sini"
"Tiff-fany. Ma-ma...in-gin ber-temu zhe-zhea" ucap lara terbatah-batah
"Zein tolong bawa zhea ke sini sekarang juga. Gue takut Zein" tangis Tiffany makin pecah
Zein keluar dari ruangan tersebut dan menelpon Raka.
"Jemput zhea sekarang juga! Keadaan Tante makin parah"
"Tapi dia lagi honeymoon di Paris Zein. Gue udah nanya ke Niko kemarin"
"Tanyakan lagi alamat zhea dimana. Dan segera jemput zheaz gunakan jet agar cepat. Ceritakan apa yang terjadi ke niko, dia pasti akan memberitahukan alamat zhea. Atau mintalah nomor exsel dan ceritakan semuanya ke dia"
Raka mendatangi Niko dan menceritakan semuanya. Niko pun memberikan alamat zhea mereka juga mengatur rencana agar zhea ingin kembali. Saat Raka pergi, Niko menelpon exsel dan menceritakan semuanya agar exsel tidak terkejut dan mau membujuk zhea Kembali pulang.
__ADS_1