
Bab 268
RIO DAN RERE SELESAI BERTUKAR CINCIN. KEDUANYA TERSENYUM BAHAGIA, DAN SEMUA ORANG BERTEPUK TANGAN IKUT MERASAKAN KEBAHAGIAAN MEREKA.
Rere dan Rio sibuk mengambil foto. Sedangkan para tamu undangan, mulai menyantapi hidangan.
Celline memasukkan sesuatu ke salah satu gelas. "Setelah ini, Alex akan jadi milik gue seutuhnya. Dan lho zhea, lho akan di hempas dari kehidupan Alex selamanya" batin Celline.
"Selesai. Sekarang tinggal nyari kamar lagi. Gue harus nekad dan ambil resiko agar bisa bersama Alex lagi. " ucap celline tersenyum manis.
Niko dari kejauhan melihat semua gerak gerik Celline. Dia curiga melihat Celline membawa dua gelas jus dan membawanya ke tempat sepi.
Cellin menelepon pihak hotel agar menyiapkan kamar untuknya. "Kamar no berapa untukku"
"......."
"302, Baiklah terimakasih. Minta para wartawan untuk datang ke kamarku. "
"........."
"Kamar atas nama zhea dan exsel. Aku yang bertugas mencari kamar mereka. Dan mereka sepertinya ingin mengatakan sesuatu ke media, mungkin tentang hubungannya. Maka dari itu mereka memintaku, untuk mencari wartawan juga"
"......."
"Baiklah, sekali lagi terimakasih" ucap celline memutuskan panggilan
"Celline ngapain di sini?" Ucap Niko
Celline kaget melihat Niko, dia takut Niko mendengar pembicaraannya tadi di telpon. Sebenernya Niko memang mendengar semuanya, dia hanya berpura-pura tidak tahu
"Oh, itu lagi nyari udara segar. Soalnya panas banget di dalam"
"Adem kok di sana, kan ada AC nya"
"Panas Nik, mungkin karena banyak orang gue ngerasa panas" ucap celline kikuk.
Niko mendekatkan wajahnya ke Celline, satu tangannya menukar minuman Celline tadi.
"Nik, lho mau ngapain? Jangan kurang ngajar lho ya mentang-mentang ini sepi" ucap Celine was-was
"Ada sesuatu di wajah lho" ucap Niko pura-pura mengambil sesuatu di wajah Celine
"Sekarang udah nggak ada" sambungnya
"Oh, makasih ya. Kalo gitu gue duluan" ucap celline Mengambil dua gelas minumannya tadi.
__ADS_1
"Lex, minum?" Ucap celiine mendekati exsel, karena saat itu exsel sedang sendirian, sementara zhea ikut berfoto dengan Rere dan Niko.
"Nggak makasih" tolak exsel
"Gue udah capek-capek lho Lex bawain minumannya, masak nggak lho minum sih"
"Gue nggak minta lho buat bawain gue minuman Cell"
"Setidaknya di minum dong di sini banyak wartawan, orang-orang juga tahu kalo kita mantanan. Please minum ya, jangan buat gue malu dengan lho tolak minuman ini"
"Minum aja dok. Lihat, orang-orang pada liatin kalian. Jnagan sampai nanti ada artikel lain yang muncul tentang dokter dan Celline" ucap Niko
"Benar tuh Lex apa yang di katakan Niko. Minum ya"
Dengan terpaksa exsel meminum jus yang di beri oleh celline. Dan Celline pun tersenyum senang
"Kok cuma dokter exsel yang minum, lho kenapa nggak minum Celline?" Tanya Niko
"Ini juga mau minum. Cears" ucap celline mengadukan gelasnya dengan belas Niko dan Rio bergantian lalu meminum jus miliknya
Niko tersenyum smirk. "Apa pun yang lho rencanain, itu nggak bakalan berhasil Celline" batin exsel sambil minum
"Exsel, Niko. Ayo ikut foto" ucap papa Rere
"Dokter exsel duluan aja. Saya nanti aja fotonya. Di akhir acara juga bisa" ucap Niko
"Baiklah" ucap exsel beranjak pergi
Celline mulai gelisah. Ternyata, efek obat itu mulai bereaksi.
"Lho baik-baik aja?" Tanya Niko
"Ya, gue baik-baik aja. Di sini panas banget. Apa AC nya mati?"
"Mungkin Saja. Ikut gue" Ucap Niko menarik Celline pergi
"Mau kemana?" Ucap celline mengibas-ngibaskan tangannya ke wajah
"Sekarang giliran exsel dan zhea berfoto berdua" ucap mama Rere
"Nggak usah Tante. Inikan...."
"Udah nggak apa-apa, Rere sama Rio juga capek dari tadi berdiri terus. Kalian berfoto aja" ucap papa Rere memotong ucapan zhea.
Akhirnya exsel dan zhea berfoto berdua. Keduanya di arahkan berfoto Dnegan posisi mesra oleh fotografer.
"Benar-benar pasangan yang sempurna" ucap mama Rere yang melihat keserasian zhea dan exsel.
__ADS_1
"Pa, mah. Niko dimana? Dari tadi cuma dia yang nggak ikut foto? Dia juga nggak keliatan" ucap Rere
"Tadi sih di sana sama exsel. Pas di ajak foto dia bilang mau foto yang terakhir aja" jelas papa Rere
"Tuh anak kemana sih sebenarnya?" Ucap Rere
"Mungkin sembunyi re. Dari tadi banyak banget cewek-cewek yang dekatin dia. Dia juga keliatan risih gitu" ucap mama Rere
"Kalo Niko terus kayak gitu, kayaknya bakal lebih lama lagi ngejomblonya" sahut Rio
Sementara itu, Niko membawa Celline ke kamar yang Celline pesan tadi. Celline juga nggak terlalu memperhatikan nomor kamarnya karena merasa tidak nyaman dan aneh di tubuhnya.
"Lho kenapa bawa gue ke sini nik?" Ucap celline mengibas-ngibaskan tangan ke wajahnya
"Katanya tadi panas. Di sini suhunya lebih adem"
"Tapi kok tetap panas sih Nik?"
"Panas banget ya, sampai keringatan kayak gini" ucap Niko mengelap dahi Celline yang banyak mengeluarkan keringat
Tubuh Celline terasa ke setrum saat merasakan sentuhan dari Niko. Dengan nafas yang tersengal-sengal Celline melepaskan bajunya. Sehingga menampilkan tubuh bagian atasnya terekspos.
Saat Celline ingin membuka Rom pendeknya, "jangan" cegah Niko menangkap tangan Celline.
Dengan tatapan sayu dan dengan tiba-tiba Celline mencium Niko. Entah kenapa bibir pria itu sangat menggoda baginya. Dia bahkan lupa Dengan rencananya untuk menjebak exsel. Dan sekarang, dirinya lah yang terjebak.
Beberapa orang wartawan yang mengintip di depan pintu, merekam dan mengambil foto keduanya. Niko sengaja tidak mengunci pintu hotel. Sebenernya, dia juga akan terkena masalah, karena semua yang dia lakukan ini juga menjebak dirinya sendiri. Namun, dia rela mengambil resiko besar ini, demi melihat rumah tangga zhea dan exsel baik-baik saja dan keduanya bahagia.
Saat Celline melepaskan ciuman mereka, Niko segera mengunci pintu kamar. Dia lalu membawa Celline ke kamar mandi dan menyirami tubuh wanita itu dengan air dingin.
"Sadarlah Celline! Apa yang lho rencanain ini berbalik ke diri lho sendiri" ucapnya
Sementara itu, para wartawan tercengang di depan pintu kamar hotel itu.
"Wow, ini benar-benar sesuatu yang akan mengejutkan nantinya" ucap salah satu wartawan
"Wanita itukan mantannya prof. Exsel. Berani-beraninya dia menggoda Niko"
"Siapa sih yang nggak mau sama Niko. Orang dia itu pintar, ganteng, pemegang tahta tertinggi dunia persilatan dan balapan lagi"
"Gimana kalo kita bilang ke orang-orang kalo mereka berdua melakukan hal yang nggak senonoh"
"Jangan gitu. Belum tentu juga Niko tergoda sama tuh cewek. Liat aja tadi dia nggak ngerespond apapun"
"Tapi, dia mgunci pintu kamarnya lho. Dia pasti tergoda. Sebelum mereka berbuat hal yang salah lebih baik kita panggil penghulu dan orang-orang lainnya buat nikahin mereka. Kalo mereka sampai menikah malam ini, berita ini benar-benar akan meledak dan kita akan dapat banyak bonus dari bos kita nantinya"
RERE NALISTA
__ADS_1
RIO GIOVANI