BAD GIRL

BAD GIRL
Titip mereka


__ADS_3

Bab 79


Rere datang bersama dengan Raka, sementara Zein hanya duduk di kursi tunggu sedari tadi.


"Gimana keadaan zhea" ucap Rere


"Belum tahu" ucap Rio


"Ini semua gara-gara ke lalaian lho tau nggak" ucap Rere kesal


"Ya, gue akuin semua ini salah gue. Lho puas sekarang re"


"Sudahlah, lebih baik kita duduk saja menunggu zhea sadar" ucap Raka menarik tangan Rere duduk di sebelahnya.


El razka menangis, cathlin mengambil ahli mengendong El razka dari Rio.


"Kenapa sayang. Apa kau haus" ucap cathlin menenangkan El razka.


Baby sister memberikan susu kepada El razka, namun El razka tetap saja menangis.


"Kenapa sayang. Jangan rewel, kau lihat papa dan kakakmu sedang sakit sekarang" ucap cathlin


"Biar aku menggendongnya, dan membawanya berkeliling. Dia mungkin, bosan di sini" ucap Rio


Mengambil alih El razka.


"Hey boy berhentilah menangis. Aku akan membawamu bermain"


"Maaf merepotkanmu" ucap cathlin

__ADS_1


"Tidak apa-apa. Adiknya zhea, bearti adikku juga. Aku akan ke kantin rumah sakit, apa kau ingin sesuatu"


"Tidak terimakasih"


Rio pun beranjak pergi dari sana. Beberapa saat kemudian exsel keluar dari ruangan zhea.


"Bagaimana keadaan zhea" ucap Zein


"Dia sudah sadar, kalian bisa menemuinya" ucap exsel beranjak pergi.


Zein, Raka dan Rere pun masuk keruangan zhea, sementara cathlin hanya memperhatikan dari luar.


"Kau tidak apa-apa. Apa ada yang sakit" ucap Zein


"Ngapain lho di sini" ucap zhea


"Zhe, lho ngak kenapa-kenapa kan. Ini semua salah Rio tau nggak" ucap Rere


"Iya. Pokoknya ini semua salah Rio. Dia udah lalai jagain lho. Coba aja ada Niko, ini semua pasti nggak bakalan terjadi"


"Udahlah re ini semua nggak ada sangkut pautnya sama Rio. Lagi pula, jika Rio dengar dia bisa ngambek lho"


"Biarain aja. Dia itu memang nggak pernah becus dalam hal apapun"


Sementara itu, Rio yang baru saja selesai membeli beberapa minuman bertemu dengan exsel di kantin rumah sakit.


"Bagaimana keadaan zhea?" Ucap Rio menyapa exsel


"Dia sudah sadar"

__ADS_1


"Apa kita bisa mengobrol sebentar"


"Baiklah. Kita duduk di sini saja" ucap exsel duduk di meja tak jauh dari mereka.


"Kau ingin membicarakan apa?"


"Apa dokter bisa membantuku mengurus surat pindah ke Amerika serikat"


"Kau ingin pindah kuliah di sana. Apa kau memiliki prestasi"


"Tidak ada. Aku hanya salah satu pemain bola basket di kampus dan prestasiku hanya ada di balapan"


"Jika begitu, kau mungkin tidak bisa di usulkan. Tapi, jika kau ingin masuk secara mandiri kita lihat dulu nilai-nilai mu apakah memungkinkan lolos ke universitas sana"


"Niko bilang jika nilaiku tidak memungkinkan, aku bisa menyerahkan beberapa piagam yang aku miliki saat menang balapan. Itu mungkin, bisa membantuku lolos ke sana"


"Jika begitu, kau memiliki kesempatan besar untuk pergi ke sana"


"Tapi, bisakah dokter menjaga zhea dan Rere selama di kampus"


"Maksudmu?"


"Kami berempat tidak pernah berpisah sebelumya. Sekarang, Niko pergi aku tidak bisa menjaga zhea sebaik Niko menjaganya. Dan Rere, dia selalu bergantung denganku dalam hal kecil apapun.kami sudah sama-sama dewasa, aku ingin dia bisa mandiri. Maka dari itu, aku memilih untuk pergi ke AS"


"Kau ingin pergi hanya dengan alasan itu"


"Bukan hanya itu saja, aku juga ingin menggapai karirku sama seperti Niko. Kami bisa jadi pembalap go internasional di sana. Jadi, dokter bisakah kau menjaga mereka"


"Aku mungkin sama sepertimu, tidak bisa menjaga mereka. apalagi, aku juga tidak mengerti tentang dunia kalian"

__ADS_1


Baca terus kelanjutan ceritanya ya☺️ dan jangan lupa baca juga karya author yang berjudul "SILENT DEADLY" dan "COLD CEO IN LOVE" YA Reader's tercinta 🙏🏻☺️


__ADS_2