BAD GIRL

BAD GIRL
BAB 180


__ADS_3

Bab 180


"Mungkin itu salah satu cara buat dia bisa nikah sama lho Lex. Dari dulu kan emang banyak cewek-cewek yang ngejar-ngejar lho"


"Pikiran lho sempit banget ternyata. Dengarin ini baik-baik Cell, buat apa dia cari-cari cara buat bisa nikahin gue, yang jauh di bawah dia ini. Bahkan pemilik perusahaan yang berpartisipasi dalam acara ini pun berusaha buat nikahin dia dan dia nggak mau. Gue ini nggak ada apa-apanya di bandingkan dengan orang-orang di sekitar dia. Dia nggak punya pemikiran licik buat bisa nikahin gue. Bahkan, dia rela donorin salah satu ginjalnya agar mama gue bisa bertahan hidup, padahal dia tahu percuma aja dia donorin ginjalnya karena mama juga mengidap penyakit mematikan lainnya. Gue harap lho ngerti dan Nerima keadaan Cell, gue minta maaf karena nggak bisa nepatin janji"


"Cuma maaf lho bilang Lex, lho tahu nggak gimana sakitnya hati gue hah!"


"Sorry" ucap exsel kemudian pergi dari sana.


"Walaupun dulu zhea memang benar minta gue buat nikahin dia buat balas dendam. Tapi gue rasa, dia nggak mungkin kayak gitu sekarang" batin exsel


Zhea dan Niko kembali ke tempat semula, namun tak seorang pun di sana.


"Zhe... Kita di sini" teriak Rere


Niko dan zhea pun berkumpul dengan rombongan.


Adnan mengirimkan pesan kepada exsel agar cepat datang, dan memberitahu lokasi mereka.


"Ngapain kalian duduk di sini? Nggak panas apa?" Ucap Zhea

__ADS_1


"Ya nggak apa-apa. Kita cuma nungguin kalian aja"


"Gimana kalo kita rayain kemenangan Rio dan Niko. Biar seru, kan biasanya kita berempat selalu rayain kemenangan apapun" ucap zhea


"Lho nggak kenapa-kenapa kan Zhe?" Ucap Rere yang takut jika sahabatnya itu akan sakit hati mengetahui kebenaran.


"Emangnya gue harus kenapa?"


"Kakak nggak galau gitu? Soalnya kan, kak celline dan suami kakak dulunya..." Ucapan Tasya terpotong karena Rere mencubit pinggangnya dan melototinya


Zhea yang melihat kelakuan Rere pun tertawa lepas, karena menurutnya sahabatnya itu sangat lucu.


"Hahahahahahaha" tawa zhea benar-benar pecah.


Sehingga semua orang memandangnya aneh.


"Lho emang nggak kenapa-kenapa Zhe, salut gue sama lho. Santai banget hidup lho, gue aja kepikiran sama pernikahan lho, tapi lho malah biasa-biasa aja" ucap Rere menggelengkan kepalanya.


"Lagian lho itu lucu banget" ucap zhea memegang perutnya.


"Perasaan nggak ada yang lucu deh Zhe. Kok lho ketawa terbahak-bahak gitu, lho nggak lagi nipu kita kan?" Ucap Rio khawatir jika zhea berpura-pura baik-baik saja di depan mereka

__ADS_1


"Dia baik-baik aja Yo, re. Kalian tenang aja" ucap Niko, karena Niko hafal betul bagaimana sifat zhea.


"Lucu Yo, kalian nggak lihat aja gimana ekspresi Rere tadi" ucap zhea.


"Gue lupa Zhe kalo lho itu spesies manusia langkah, dimana suasananya ngabrut lho malah senyum doang. Dan di saat garing kayak gini lho ketawa terbahak-bahak" ucap Rere


"Selama kenal gue baru kali ini deh liat lho ketawa lepas kayak gitu" ucap Adnan


"Kita aja yang temanan sama dia belasan tahun jarang lihat dia ketawa, apalagi lho" sahut Rere.


"Zhea, ayo bicara" ucap exsel


Zhea mencoba menghentikan tawanya, dia menarik nafas kemudian baru berbicara.


"Mau ngomong apa, ngomong aja?"


"Lagi ngetawain apa?


"CK, lho itu kebiasaan banget. Di tanya malah nanya balik"


"Gue mau ngejelasin semuanya sama lho"

__ADS_1


"Nggak perlu! Gue udah dengar semua pembicaraan lho sama celline tadi"


__ADS_2