BAD GIRL

BAD GIRL
B183


__ADS_3

Bab 183


"Udah ah, capek gue. Katanya buat ngetes doang" protes zhea


"Iya deh iya udah" ucap Rere.


Zhea mendekati komedi putar, begitupun exsel yang berdiri di samping zhea.


Rere yang melihat itu, langsung mengabadikannya.


Sementara celline yang melihat kebersamaan exsel dan zhea hanya menahan tangisnya.


"Sebahagia itu Lex lho sekarang? Sementara gue, hancur, sehancur-hancurnya. Gue bego banget dulu milih pisah dari lho, gue Nyesal Lex, gue mau lho balik lagi sama gue" batin celline


Rere dan Adnan sibuk melihat-lihat hasil foto zhea dan exsel.


"Hasilnya bagus semua, emang cocok banget nih mereka berdua" ucap Rere


"Benar tuh, satu ganteng dan prestasi yang satunya lagi cantik dan memiliki banyak keahlian"


Niko dan rio kembali dari membeli tiket. Rio yang melihat kedekatan Rere dan Adnan, merasa tidak suka.


"Eh gimana kalo kita foto berdua" ucap Rere


"Boleh" ucap adna


Rere dan Adnan pun mengambil beberapa Selca.


"Udah Yo, nggak usah di liatin terus Rerenya. Sekarang, bagiin dulu tiket-tiketnya ke mereka"


"Nggak asik banget deh kalo nggak ada kamera" ucap Rere.


"Tadi gue dan Rio udah beliin kamera ntar mereka antar ke sini" sahut Rio

__ADS_1


Benar saja, seseorang pegawai toko membawa paper bag yang berisi 4 kamera.


Rere sangat antusias mengambil 2 kamera.


"Lho kok ambil dua kamera sih" protes Tasya


"Satunya lagi buat zhea. Lagian kameranya itu 4, bearti gue, Niko, Rio dan zhea. Lho ngapain ikut-ikutan mau ambil" ketus Rere


"Kak Rio, boleh kan aku ngambil kamera punya kakak" rengek Tasya


Rio hanya mengangguk


"Cihh" ucap Rere memutar bola matanya.


"Zhe, ini kamera buat lho" ucap Rere menghampiri zhea dan exsel.


"Ngapain sih, gue tuh nggak terlalu suka hal kayak beginian"


"Yaudah dokter exsel aja yang pegang"


"Mau naik roal coasternya samaan atau misah aja nih" ucap Niko


"Di bagi jadi dua kelompok aja, biar ada yang fotoin dari bawah" sahut Rere


"Kalo gitu siapa yang mau naik duluan?" Ucap Niko


"Aku sama kak Rio" ucap Tasya


"Gue juga akan naik" sahut zhea


"Kalo gitu gue juga naik" ucap exsel.


Jadilah yang naik di urutan pertama, zhea, exsel, Rio, dan Tasya.

__ADS_1


Zhea memilih duduk paling depan, dan exsel hanya mengikutinya. Tasya yang juga ingi duduk di depan di cegah oleh Rere.


"Duduknya nggak usah mepet-mepet kayak gitu. Susah ngefotoinnya ntar. Beri jarak, dua orang di depan, jarak, baru diisi lagi dua orang di belakang" jelas Rere


"Kita kebelakang aja" ucap Rio


"Kalo aku sih ngikut kakak aja" ucap Tasya.


"Zhea, dokter exsel ngadep sini buruan, gue ambilin foto kalian"


Zhea dan exsel menghadap ke arah Rere dan bergaya.


Tak lama kemudian roal coaster pun berjalan.


"Akhhhhhhhh" teriak zhea.saat mereka sampai di puncak


Exsel mometret wajah bahagia zhea.


"Lho fotoin gue ya"


"Soalnya kamu, keliatannya senang banget"


"Jelas senang dong, gue udah lama banget nggak main kayak ginian. Ayo kita foto"


Exsel yang kaget mendengar ajakan zhea pun langsung mengangguk dan mengambil foto mereka.


"Akhhhhhhhh" teriak zhea lagi


"Gue pengen berdiri" sambungannya.


"Nggak ada ya Zhe. Jangan ngadi-ngadi kamu. Nggak ada istilahnya orang naik roal coaster itu berdiri, mau kamu jatoh ke bawah hah" ucap exsel


"Emang kamu nggak takut apa. Kebanyakan orang itu takut naik beginian" sambungnya

__ADS_1


"Nggak tuh. Ngapain harus takut coba, kan udah ada pengamannya, jadi nggak mungkin jatohlah"


__ADS_2