BAD GIRL

BAD GIRL
PURA PURA SAKIT


__ADS_3

Rian, Celina dan adik nya kembali ke Apartemen, semua kebutuhan sudah mereka beli, mulai dari sayur, ikan dan perabotan yang juga di butuhkan. Dan tidak lupa bumbu mereka juga membeli nya, semua barang yang tadi mereka beli kini sudah tertata rapi di dalam kulkas.


"Ah akhir nya selesai juga"


"Iyah, Capek banget aku bawa barang banyak"


"Heh tuan putri yang cantik anda hanya membawa pentol bakar yang kita beli tadi di Mall"


"Iyeh keh???" putri dengan menatap suaminya dengan ekspresi konyol.


Celina dan Rian geleng geleng kepala melihat Putri dan Irwan, pasangan suami istri yang abstrak. "Kalian berdua konyol"


"Hahahaha" gelak tawa memenuhi ruang dapur Apartemen.


Setelah merapikan dan menaruh semua belanjaan di dalam kulkas, Celina dan yang lain naik ke lantai dua untuk beristirahat. Sebelum nanti mereka memasak untuk makan malam, bukan hanya Celina dan Putri melainkan Rian dan Irwan juga akan ikut belajar memasak, tugas Apartemen tidak hanya di serahkan kepada istri saja, para suami juga membantu.


"Akhir nya kak, aku bisa menikmati kasur empuk ini" ucap Celina dengan membaringkan dirinya di atas ranjang yang empuk.


"Kamu lelah sayang????" Rian mendekat ke arah Celina yang sudah berbaring di atas ranjang.


"Sangat lelah, aku mau tidur dulu kak boleh???"


"Boleh dong, aku juga mau bobok sama kamu"


Celina terkekeh mendengar apa yang dikatakan suami nya, Rian naik ke atas tempat tidur dimana sudah ada Celina. Rian memeluk Celina begitupun dengan Celina menyembunyikan wajah nya di dada bidang suami nya, mencari kenyamanan di dada sang suami.


Sedangkan di kamar sebelah ada Putri dan Irwan yang tengah bermain game online, Irwan menemani istrinya untuk bermain game. "Kak, Ayo dong bantu aku" heboh Putri yang ada di samping Irwan"


"Sabar sayang aku datang"


"Yah aku udah metong kak"


"Hah, metong??? Kan kamu masih ada di sini sama aku"


"Hiii maksud aku itu orang aku yang ada di game kak"


"Bilang yang jelas dong sayang"


"Suttt diam kak, lanjut"


Mereka melanjutkan permainan hingga berulang kali Putri kalah, tapi tidak akan menyerah sebelum memenangkan permainan. Sedangkan Irwan menuruti kemauan sang istri walau dirinya begitu sangat lelah, karena banyak nya tugas Irwan dan Rian. Tapi mereka masih sempat untuk membuat istri mereka bahagia.


Setelah Putri lelah dia mengajak sang suami untuk istirahat, Irawan dengan semangat merebahkan dirinya di atas ranjang, putri yang melihat itu pun heran kenapa suami nya sangat semangat dan terlihat raut senang di wajahnya saat dirinya mengajak istirahat.


"Kak, are you okay??"


"Hemmm, kenapa sayang???"


"Tidak, apa kamu baik???"

__ADS_1


"Iyah aku baik dan kamu bisa lihat kan sayang!! Sudah lah ayo kita tidur dan jangan banyak bicara, karena aku ingin memeluk kamu"


"Apa kakak capek???"


"Sedikit"


"Kenapa tidak bilang???"


"Tidak, sudah sayang kita tidur"


Irwan memeluk Putri yang ada di samping nya, Putri menatap suami nya yang kini sudah tertidur. Dia merasa bersalah karena tidak mengerti kalau sang suami lelah. "Maafkan aku kak"


Setelah itu Putri ikut menyusul Irwan ke alam mimpi, karena dirinya juga sudah sangat lelah. kedua pasangan suami istri itu tidur dengan sangat nyaman nya, tidak tau saja kalau ada seseorang yang mengintai salah satu dari mereka.


...****************...


Waktu begitu sangat cepat berlalu kini jam sudah menunjukan pukul 6 sore, dua pasangan suami istri, masih ada di alam mimpi mereka. mungkin mereka terlalu lelah karena berbelanja tadi siang.


Jam terus berputar sampai kini sudah pukul 8 malam, mereka berempat baru keluar dari dalam kamar karena terasa sangat lapar. "Kak"


"Kalian juga baru bangun???"


"Iyah, karena lapar"


"Yah sudah ayo kita keluar untuk mencari makan malam"


"Iyah kak"


Mereka berempat masuk kedalam mobil dengan Irwan nya membawa mobil, Irwan melajukan mobil nya keluar dari area Apartemen. "Kak, kita mau makan apa???" Putri


"Gimana kalau makan nasi goreng seafood???" Celina


"Emmm atau sambalan???" Rian


"Boleh, atau bakso???" Irwan


"Atau Soto????"


"Soto pak Asep" Celina, Rian, Putri, dan Irwan menjawab dengan sangat kompak


Irwan melajukan mobil nya menuju warung makan yang menyediakan soto mulai dari soto ayam, soto daging, sampai soto jeroan sapi. Dengan semangat empat lima mereka menuju warung soto pak Asep langganan mereka berempat.


Mereka sudah ada di depan warung pak Asep yang begitu sangat ramai dengan pengunjung, mereka berempat turun dari mobil bersama. Berjalan mendekat ke arah warung yang ada di depan mereka, mereka berempat masuk ke dalam warung mencari meja yang masih kosong.


Mereka berempat duduk di meja tenga yang masih kosong, saat ingin duduk Celina mendengar ada yang memanggil nya, dia menoleh ke arah sumber suara, ternyata yang memanggil Celina itu Yogi guru sekolah Celina dan Putri.


Yogi mendekat ke arah empat remaja yang kini sudah duduk di kursi. "Hay selamat malam"


"Malam pak"

__ADS_1


"Boleh saya bergabung, saya sendiri datang kesini???"


"Emmm gimana yah pak??? Boleh deh" sahut Putri dengan senyum yang di paksa.


Sedangkan kakak dan suami Putri menatap Putri tidak percaya, dia membolehkan Yogi yang jelas jelas menyukai kakak ipar nya makan malam bersama. Putri yang di tatap hanya nyengir kuda merasa tidak bersalah.


"Terima kasih"


Irwan beranjak dari duduk nya untuk memesan soto, Irwan sudah hafal dengan soto yang akan di inginkan Kakak dan istrinya. "Pak, mau pesan soto apa???"


"Soto daging"


Irwan memesan soto untuk kakak dan istrinya tidak lupa memesan untuk Yogi. Setelah pesan soto Irwan kembali ke meja nya, dia melihat kalau Yogi terus mengajak Celina bicara, dan terlihat jelas ketidak nyamanan Celina dan Wajah Rian yang sudah terlihat ingin marah.


"Sayang"


"Iyah kak"


"kepala ku pusing"


"Ayo kita ke dokter kak"


"Lalu sotonya???"


"Sudah batalkan saja dek, Kakak lebih penting"


"Baiklah"


"Irwan beranjak dari duduk nya lalu di ikuti yang lain beranjak dari duduk nya"


"Maaf pak saya mau mengantar tunangan saya ke rumah sakit"


"Iyah silahkan Cell, hati hati di jalan"


"Iyah pak, terima kasih saya permisi"


"Kakak kuat jalan???"


"Tidak sayang kepalaku sangat pusing"


Irwan mendekat ke arah Mereka bertiga dengan bingung kenapa mereka tidak pergi ke mobil langsung dan menunggu dirinya di mobil. "Kenapa???"


"Bantu kak, kakak Rian enggak kuat jalan"


Irwan membantu Rian untuk berjalan ke arah mobil dan semua itu di saksikan oleh Yogi yang sedari tadi menatap Celina yang terlihat jelas kalau Celina benar benar khawatir.


Saat sudah masuk ke dalam mobil, Rian duduk anteng di dalam sampai di pertengahan jalan Rian bersuara. dia tidak usah di bawa ke rumah sakit karena dirinya tidak sedang sakit, dia menjelaskan kalau dirinya cemburu melihat Celina terus berbicara dengan Yogi tanpa memikirkan perasaan nya yang sudah ingin menerkam Yogi.


"Jadi kakak Pura pura sakit gitu ceritanya??"

__ADS_1


"Iyah"


"Kakak" pekik Celina, Putri dan Irwan. Lalu mereka memalingkan wajah mereka masing masing karena sangat kesal dengan Rian yang mengerjai mereka.


__ADS_2